Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya

Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya
Saya Jatuh Cinta Dengan Keponakan Saya Bab 9


__ADS_3

itu


"Ya loe temannya Steven." Jawabku sambil


tersenyum


"Dan dia yang membuat gue move on." Sahut Bianca


seraya merengkuh tubuh cowok itu


Jadi apa yang kalian rencana kan? Tanyaku "Kita buat suprise buat keparat itu." Jawab Raka


dengan evil smirknya.


Disini lah aku berada sekarang. Diparty yang


diadakan Raka dipenthouse miliknya.


Katanya acara kelulusan SMA, tapi yang ku lihat seperti Bikini party yang jadi trending topic saat ini.


Musik dj berdentum keras diarea ini, ditengah kolam


ada wanita yang asyik meliukan tubuhnya dengan erotis.


Cewek-cowok membaur menjadi satu. Banyak diantara mereka yang saling ******* satu sama lain. Ku datangi mini bar dan memesan segelas minuman


beralkohol. Ku teguk cepat dan seketika panas menyambar ditenggorokanku.


"Wih udah minum aja loe, party aja belum mulai."


"Eh loe Bii. Mana cowok loe?" Kutatap tubuh gadis itu, tubuhya terbalut bikini two piece berwarna hijau menyala dengan tali yang melintang dileher putihnya.


"Kaya datangin tamu yang kita tunggu."


"Maksud loe.."


"Ya. Dia sudah datang."


Kami berjalan beriringan menuju sofa yang diletakan


pinggir kolam renang dan duduk disana. "Hai beb. Ternyata kamu disini sama Niken. Niken,


loe enjoy nggak sama party gue?


"Enjoy aja. Loh Raka, mana dia?


"Ka, dicariin juga sekalinya asyik disini." Kata


seseorang dibelakang kami. Kami pun menoleh


kearah sumber suara itu. Terlihat wajah cowok yang ku nanti tegang, matanya


terbelalak kaget.


"Niken? Bianca?" Kataya pelan.


Steven Pov


"Niken? Bianca?" Ujar ku

__ADS_1


Kenapa Niken bisa disini? Dan dia terlihat akrab dengan Bianca.


"Hei bro, sori gue kelupaan sama loe. Sini duduk bro."


Ujar Raka padaku. Ku tatap mata Niken yang dari tadi menunduk.


"Yank, kayanya ada yang perlu bicara nih." Kata Bianca pada Raka


"Sepertinya yank. Bro, kita tinggal dulu ya. Klo loe butuh kamar, naik aja keatas kalau mau lebih private.


Tapi jangan make out disitu, nanti gue sial." Sambung cowok oriental itu dan kedua sejoli itu pun pergi


"Nik, kita harus bicara."


"Bicara sudah."


"Jangan disini." Segera ku tarik tanganya dan ku arahkan tubuhnya menuju kamar yang dimaksud Raka. Ku ambil tempat disofa dibalkon dan menepuk tempat yang kosong disampingku.


"Nik, aku sebe.." kataku dipotong oleh gadis cantik disampingku


"Sst, aku tau kok Stev. Aku yang egois, terlalu bodoh


untuk salah paham. Aku salah karena nggak mau


dengarin penjelasan kamu dulu." Langsung ku dekap tubuhnya, ku hirup aroma


tubuhnya dalam-dalam. Ku jauhkan tubuhku dan menatap manik matanya


"Kamu nggak bodoh Niken, aku yang bodoh nggak mikir apa yang akan terjadi selanjutnya."


"Sudah nggak usah dibahas Stev." Jadi kita bisa balikan?


Ku dekap lagi tubuhnya lebih erat, lalu ku bisikan sesuatu.


"Aku kangen kamu yank, apalagi kamu pakai bikini seperti ini." Niken Pov


"Aku kangen kamu yank, apalagi kamu pakai bikini


seperti ini." Bisik Stev ditelingaku, terasa sekali


hembusan nafasnya ditelingaku. Wajahku memanas


tanpa ku sadari. Ku sadari benar,


bikini yang ku pakai saat ini seperti yang biasa ku pakai namun ukurannya lebih kecil, mungkin karena


gara-gara emosi,pola makanku bertambah. Dan belahan dadaku sangat rendah hingga separuh


payudaraku terlihat dan tercetak jelas bentuknya.


Kenapa blushing sih? "Kamu blushing yank, sangat manis." Kata Stev


seraya mengecup keningku, turun ke mata, pipi dan


bibirku. Awalnya hanya kecupan namun berubah


menjadi *******.


Bibirnya terus ******* bibirku, lalu menggigit bibir

__ADS_1


bawahku. "Ahh.." desah kesakitan dibibirku. Tanpa buang


waktu, ia memasukan lidahnya dirongga mulutku dan


memainkan lidahku.


Aku pun tergoda membalasnya, meletakan tanganku


dilehernya. Tangannya menekan leherku agar


ciuman itu semakin dalam. tangan yang satunya mengelus-elus punggung polosku.


Ciumannya pun turun keleher dan diberi kissmark.


"Ahh. Jangan digigit stev." Ujarku menahan *******


"Haha maafkan aku." Steven segera mendudukan


tubuhku dipangkuannya. Terasa gundukan ķeras dibawahku, rasa usilku muncul dan ku tekan serta ku


goyang pinggulku kearah juniornya itu.


"Bad aunty, sudah tau mulai tegang jangan dimainin."


"Haha sory keponakan nakalku."


Kami pun melajutkan pertautan kami yang tertunda.


Tapi.. CEKLEK..*pintu dibuka*


"Wes ada yang lagi asyik nih. Baru mau dipakai juga


kamarnya. Kalau mau lanjut, silahkan." Kata


seseorang dari arah pintu kamar. Reflex kami pun menoleh, terlihat Raka sedang memeluk pinggang


Bianca dengan posesif sedangkan Bianca memandang kami dengan tatapan menggoda. Kami


pun berdiri dan merapikan pakaian yang berantakan


akibat ulah kami.


"Wes sory bro, gue khilaf nih pakai kamar ini." Kata


Steven seraya merakul bahu sahabatnya itu. Secepat


kilat, cowok berkulit putih itu menepis tangan Steven. "Jangan gitu bro. Gue gak enak sama cewek gue,


nanti aja pas kita bedua."


"Najong loe."


"Kalau mau dilanjutin, gak apa-apa kok." Tawar


Bianca, ku jawab dengan gelengan kepala.


"Nggak Bii.. Kamu sih yang nggak tau tempat." "Sory yank, udah keburu nafsu." Jawab Steven


dengan nada polosnya, kami pun tertawa.

__ADS_1


__ADS_2