
itu
"Ya loe temannya Steven." Jawabku sambil
tersenyum
"Dan dia yang membuat gue move on." Sahut Bianca
seraya merengkuh tubuh cowok itu
Jadi apa yang kalian rencana kan? Tanyaku "Kita buat suprise buat keparat itu." Jawab Raka
dengan evil smirknya.
Disini lah aku berada sekarang. Diparty yang
diadakan Raka dipenthouse miliknya.
Katanya acara kelulusan SMA, tapi yang ku lihat seperti Bikini party yang jadi trending topic saat ini.
Musik dj berdentum keras diarea ini, ditengah kolam
ada wanita yang asyik meliukan tubuhnya dengan erotis.
Cewek-cowok membaur menjadi satu. Banyak diantara mereka yang saling ******* satu sama lain. Ku datangi mini bar dan memesan segelas minuman
beralkohol. Ku teguk cepat dan seketika panas menyambar ditenggorokanku.
"Wih udah minum aja loe, party aja belum mulai."
"Eh loe Bii. Mana cowok loe?" Kutatap tubuh gadis itu, tubuhya terbalut bikini two piece berwarna hijau menyala dengan tali yang melintang dileher putihnya.
"Kaya datangin tamu yang kita tunggu."
"Maksud loe.."
"Ya. Dia sudah datang."
Kami berjalan beriringan menuju sofa yang diletakan
pinggir kolam renang dan duduk disana. "Hai beb. Ternyata kamu disini sama Niken. Niken,
loe enjoy nggak sama party gue?
"Enjoy aja. Loh Raka, mana dia?
"Ka, dicariin juga sekalinya asyik disini." Kata
seseorang dibelakang kami. Kami pun menoleh
kearah sumber suara itu. Terlihat wajah cowok yang ku nanti tegang, matanya
terbelalak kaget.
"Niken? Bianca?" Kataya pelan.
Steven Pov
"Niken? Bianca?" Ujar ku
__ADS_1
Kenapa Niken bisa disini? Dan dia terlihat akrab dengan Bianca.
"Hei bro, sori gue kelupaan sama loe. Sini duduk bro."
Ujar Raka padaku. Ku tatap mata Niken yang dari tadi menunduk.
"Yank, kayanya ada yang perlu bicara nih." Kata Bianca pada Raka
"Sepertinya yank. Bro, kita tinggal dulu ya. Klo loe butuh kamar, naik aja keatas kalau mau lebih private.
Tapi jangan make out disitu, nanti gue sial." Sambung cowok oriental itu dan kedua sejoli itu pun pergi
"Nik, kita harus bicara."
"Bicara sudah."
"Jangan disini." Segera ku tarik tanganya dan ku arahkan tubuhnya menuju kamar yang dimaksud Raka. Ku ambil tempat disofa dibalkon dan menepuk tempat yang kosong disampingku.
"Nik, aku sebe.." kataku dipotong oleh gadis cantik disampingku
"Sst, aku tau kok Stev. Aku yang egois, terlalu bodoh
untuk salah paham. Aku salah karena nggak mau
dengarin penjelasan kamu dulu." Langsung ku dekap tubuhnya, ku hirup aroma
tubuhnya dalam-dalam. Ku jauhkan tubuhku dan menatap manik matanya
"Kamu nggak bodoh Niken, aku yang bodoh nggak mikir apa yang akan terjadi selanjutnya."
"Sudah nggak usah dibahas Stev." Jadi kita bisa balikan?
Ku dekap lagi tubuhnya lebih erat, lalu ku bisikan sesuatu.
"Aku kangen kamu yank, apalagi kamu pakai bikini seperti ini." Niken Pov
"Aku kangen kamu yank, apalagi kamu pakai bikini
seperti ini." Bisik Stev ditelingaku, terasa sekali
hembusan nafasnya ditelingaku. Wajahku memanas
tanpa ku sadari. Ku sadari benar,
bikini yang ku pakai saat ini seperti yang biasa ku pakai namun ukurannya lebih kecil, mungkin karena
gara-gara emosi,pola makanku bertambah. Dan belahan dadaku sangat rendah hingga separuh
payudaraku terlihat dan tercetak jelas bentuknya.
Kenapa blushing sih? "Kamu blushing yank, sangat manis." Kata Stev
seraya mengecup keningku, turun ke mata, pipi dan
bibirku. Awalnya hanya kecupan namun berubah
menjadi *******.
Bibirnya terus ******* bibirku, lalu menggigit bibir
__ADS_1
bawahku. "Ahh.." desah kesakitan dibibirku. Tanpa buang
waktu, ia memasukan lidahnya dirongga mulutku dan
memainkan lidahku.
Aku pun tergoda membalasnya, meletakan tanganku
dilehernya. Tangannya menekan leherku agar
ciuman itu semakin dalam. tangan yang satunya mengelus-elus punggung polosku.
Ciumannya pun turun keleher dan diberi kissmark.
"Ahh. Jangan digigit stev." Ujarku menahan *******
"Haha maafkan aku." Steven segera mendudukan
tubuhku dipangkuannya. Terasa gundukan ķeras dibawahku, rasa usilku muncul dan ku tekan serta ku
goyang pinggulku kearah juniornya itu.
"Bad aunty, sudah tau mulai tegang jangan dimainin."
"Haha sory keponakan nakalku."
Kami pun melajutkan pertautan kami yang tertunda.
Tapi.. CEKLEK..*pintu dibuka*
"Wes ada yang lagi asyik nih. Baru mau dipakai juga
kamarnya. Kalau mau lanjut, silahkan." Kata
seseorang dari arah pintu kamar. Reflex kami pun menoleh, terlihat Raka sedang memeluk pinggang
Bianca dengan posesif sedangkan Bianca memandang kami dengan tatapan menggoda. Kami
pun berdiri dan merapikan pakaian yang berantakan
akibat ulah kami.
"Wes sory bro, gue khilaf nih pakai kamar ini." Kata
Steven seraya merakul bahu sahabatnya itu. Secepat
kilat, cowok berkulit putih itu menepis tangan Steven. "Jangan gitu bro. Gue gak enak sama cewek gue,
nanti aja pas kita bedua."
"Najong loe."
"Kalau mau dilanjutin, gak apa-apa kok." Tawar
Bianca, ku jawab dengan gelengan kepala.
"Nggak Bii.. Kamu sih yang nggak tau tempat." "Sory yank, udah keburu nafsu." Jawab Steven
dengan nada polosnya, kami pun tertawa.
__ADS_1