SEBUAH KESEPAKATAN

SEBUAH KESEPAKATAN
BAB 1 PHK bag. 1


__ADS_3

Bekerja adalah suatu kewajiban bagi setiap manusia yang telah melalui fase remaja, demi untuk bisa memenuhi kebutuhan dan menyambung hidup ke depannya. Terkadang bekerja bukan hanya untuk memuaskan diri sendiri melainkan untuk orang orang terdekat yang selalu berada di dekat mereka. dan hal yang terpenting bekerja juga telah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi setiap orang untuk memposisikan diri ke arah yang lebih baik.


Begitupun juga dengan Anindira Putri Kusuma, yang dikenal dengan Dira wanita yang berumur 27 tahun dan dikenal sebagai workahollick. Dira tidak pernah mementingkan yang lain kecuali bekerja. Bekerja telah di jadikan nya suatu kebutuhan yang tidak bisa di ganggu gugat. Dira bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Jakarta. Untuk menjadi seorang karyawan di perusahaan itu Dira telah melalui banyak rintangan yang bisa di katakan sulit. Dengan demikian tidak ada hal lain yang dia pentingkan selain bekerja dengan sangat baik. Dalam bekerja Dira sangat telaten memiliki jiwa pekerja yang baik, integritas tinggi dan rela untuk lembur jika pekerjaan nya belum terselesaikan.


Seperti biasa pagi itu Dira memulai bekerja dengan sentuhan wangi kopi yang terletak di pojok meja kerjanya, Dira bisa dikatakan wanita yang tidak peduli dengan keadaan di sekitar nya, wajar saja dia tidak memliki sahabat dekat untuk berbagi cerita seperti teman-teman kerja nya yang lain. Setiap hari Dira hanya focus pada laptop yang berada di depan nya, untuk kebaikannya tidak di ragukan lagi, terkadang banyak teman kerja nya yang sulit untuk mencerna materi materi baru, di situlah kebaikan Dira timbul untuk mengajarkan dengan senang hati. Tapi ya begitu, Dira sangat tertutup untuk masalah pribadi bahkan tidak satu pun yang mengetahuinya.


Siang itu suasana sedikit terlihat aneh, gumam Dira tapi sesaat hanya berlalu seperti biasa Dira tidak memikirkan hal-hal yang tidak begitu penting. Sambil menunggu tiga puluh menit untuk jam istirahat, Dira menghabiskan waktunya untuk membuka file-file baru begitulah loyalitas Dira dalam bekerja. Ternyata benar siang itu memang ada yang aneh dengan perusahaan, sambil menikmati mie ayam buk desi yang telah menjadi favoritnya di kantin perusahaan. Dira mendengar celotehan tiga orang temannya yang sedang menikmati mie ayam buk Desi juga.

__ADS_1


Ehh lu tau gak . , , , seru Tini , , tau apa ??jawab Beni, dengar-dengar perusahaan akan memphk sekitar 30 orang karyawan. Semua tertegun termasuk Dira.


Sumpah lu, , , jawab Beni, lagian lu tau dari mana sih tin gossip gak jelas begitu, , , kebetulan tadi gue disuruh nganterin proposal ke meja rapat, dan kebetulan juga gue dengerin Pak Bayu sekretarisnya Pak Ari Faldiputra CEO kita lagi berbincang dengan dewan direksi.


Untuk pemecatan 30 karyawan, itu sih terserah, kalau lu gak percaya ama gue, , jawab Tini sarkas. Sembari menggulung mie ayam yang dinikmatinya dengan sumpit.


Satu jam telah berlalu Dira mencoba untuk tidak memikirkan hal lain selain bekerja dengan baik. Tiba-tiba terdengar sumber suara untuk seluruh karyawan memasuki ruang rapat. Jantung Dira berdebar begitu kencang, bukan hanya Dira seluruh karyawan juga memiliki perasaan yang sama karena sebagian dari mereka telah mengetahui simpang siur berita perusahaan. Mencoba untuk lebih tenang Dira memasuki ruang rapat dengan tangan yang sedikit bergetar. helaan nafas yang terdengar berat Dira memilih untuk duduk di kursi paling depan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Update setiap hari Rabu dan Sabtu,,


masing masing 2 bab.......


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2