
30 menit telah berlalu Dira yang telah menunggu kurang lebih satu jam dari waktu perjanjian mereka, kekesalan dari wajah Dira telah terlihat jelas, , , Dira , , sumber suara yang datang dari arah selatan kalau seandainya jarum jam berada pada posisi diangka 9, Dira yang langsung menoleh sedikit terpana melihat Ari yang sedikit lebih berbeda dengan baju kemeja maroon yang dia kenakan terlihat sedikit santai dengan gaya biasa dia di kantor.
Maaf , , , jalanan macet parah, , , , sembari duduk tepat di depan Dira, , ,
Oke , , santai aja , , lagian saya juga belum ngabisin minum ampe tiga gelas kok, , , ketus Dira, ,
Seketika Ari tersenyum dari jawaban jutek Dira, kamu udah pesen ???tanya Ari, , , , belum, , , Ya udah kamu mau pesen apa ????udah lapar kan , , , tatapan Ari yang begitu lekat, , Apa aja lah , , lagian saya gak pemilih soal makanan, , apapun saya makan selagi masih makanan manusia , , , oke saya pesen salad ya ???Dira terpana mendegar pesenan Ari, ,
Apa salad , , , gertak Dira!!! Yang isinya Cuma daun doang , , wajah yang mulai berubah, , , Ya tadi katanya mau makanan apa aja??? iya emang, , , tapi kan saya bilang asal makanan manusia , , , kalau salad mah itu mah makanan kambing , , ketus Dira yang semakin kesal , , Yaudah saya mau makan yang pasti pasti aja , , , , nasi goreng dehhh, , , , Nah gitu dong yang jelas , , , sarkas Ari , , , , , ,
Setelah menyelesaikan makan malam antara mereka , Ari yang langsung to the point bertanya tentang keputusan Dira yang telah dia fikirkan selama lima hari, Dira yang juga tampak terlihat sedikit gagap sekaligus ragu dengan jawabannya , , karena sebenarnya tidak ada alasan yang tepat untuk Dira menolak datang ke pesta ulang tahun ayahnya Ari yang begitu sangat menyanginya , toh Dira hanya berfikir cuma sekedar datang, mengucapkan selamat, makan malam, dan pamit untuk pulang tidak ada yang memberat kan untuk sandiwara ini.
Jadi gimana ????, , , tanya Ari, , ,
__ADS_1
Eeehhh , , , hmmm jantung Dira berdesir halus, , , oke saya akan datang bersama mu di pesta
ulang tahun ayah, , , bak angin yang bertiup dari surga Ari merasa senang dengan keputusan yang Dira pilih, tapi rasa senang itu hanya berlalu seketika. Makan malam pun tidak berlangsung lama , tiba tiba Dira meminta untuk pamit , , ,
Ya udah , , kalau begitu saya pamit ya , , , tegas Dira, , ,
Oo ya udah saya anter mau kemana??? Tawar Ari, , ,
Ehhhh, , , gak usah lagian habis ini saya masih ada urusan lain, , , ,
Iya , , , Dira pun menggangguk pelan , , , ya udah kalau begitu saya pamit dulu , , , daaaaa “lambain tangan Dira ‘Ari pun menatap punggung Dira sampai Dira benar-benar hilang bak di telan bumi.
BERSAMBUNG,,,
__ADS_1
Update setiap hari Rabu dan Sabtu masing-masing dua bab,,
Jangan sampai ketinggalan,,
klik sukai , berikan vote dab rating,,
agar author lebih semangat dalam menulis,,,
SEBUAH KESEPAKATAN
(Bahkan mereka pun tidak akan sadar bahwa cinta datang dari pintu mana ??? yang mereka tahu, bahwa cinta tiba-tiba hadir dan terbuka dengan sendirinya ).
terima kasih
__ADS_1
kepada pembaca yang telah menyempatkan waktu nya untuk membaca isi fikiran yang telah saya curahkan menjadi novel ini, semoga novel ini tidak mengecewakan anda dan semoga kita sama sama di berikan kesehatan untuk menyambut karya author yang lain nya , fighting untun kita semua,,
**,,