SEBUAH KESEPAKATAN

SEBUAH KESEPAKATAN
BAB 22 APAKAH INI PERNIKAHAN PERTAMA? bag. 2


__ADS_3

Flashback, , ,


Aku mempunyai seorang ibu tunggal semenjak aku duduk di kelas 1 SMP , ayah ku meninggal karena kecelakaan maut yang menimpanya saat dia bekerja sebagai satpam di salah satu perusahaan di Jakarta. Kejadian itu adalah sebuah mimpi buruk untuk saya dan ibu , semenjak kejadian itu ibu kelihatan sangat merasakan kehancuran yang begitu dalam. Seakan dia berfikir kalau ayah ada di tengah tengah kami, bermula dari dua bulan semenjak kepergian ayah ibu yang mulai berbicara sendiri , tertawa sendiri sampai dengan tetap melakukan aktifitas rutin ayah sebelum dan sepulang kerja.


Ibu yang tidak bisa menerima kenyataan perlahan sangat terpukul dengan kepergian ayah, seolah ibu tidak pernah sadar ada saya yang selanjutnya untuk di perjuangkan, keadaan yang semakin lama semakin memburuk sehingga ibu di bawa kerumah sakit jiwa untuk di tangani agar tidak terlalu parah, awalnya membaik, tetapi semua tidak berjalan lama, sampai semua habis terjual dan saya pun harus putus sekolah, demi ibu yang semakin tenggelam dengan kesedihannya. Saya yang pada waktu itu terbilang masih sangat begitu kecil tidak mengerti dengan keadaan yang tengah menimpa keluarga kita.


Sampai akhirnya penyakit ibu berubah lagi dengan kemurungan yang sampai sekarang tidak pernah berubah , ibu hanya diam dan memandang ke satu titik arah yang saya tidak tahu sama sekali apa yang ada dalam fikirannya. Kepergian ayah tidak bisa diiklas kan oleh ibu begitu saja, dan di mulai pada saat itu bagaimanapun caranya saya harus mampu untuk bertahan hidup, dan saya juga ingin bisa membuat ibu kembali ke keadaan semula.

__ADS_1


Saya tidak pernah berputus asa untuk mengobati beliau saya yakin dan percaya bahwa ibu bisa kembali menjadi sosok ibu yang dulu bagi saya. Bulir bening ikut berjatuhan di pipi kanan dan kiri Dira, kejadian yang telah di kubur begitu lama harus di bongkar kembali, Ari yang larut dalam cerita Dira yang spontan menenangkan Dira dan memeluk Dira seketika suasana yang membawa mereka tanpa sadar membuat Ari secara perlahan tahu sedikit demi sedikit dari karakter Dira selama ini.


Apa boleh saya bertemu ibu kamu ?? Dira hanya menatap mata Ari dengan lekat, ya bagaimanapun saya harus meminta restu kepada ibu kamu, ri saya ingin cerita tentang ibu saya cukup kamu yang tau, karena pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan saya tidak mau keluarga besar kamu mengetahui nya terlalu dalam, ini sebuah permohonan ri. Ari menngangguk paham tentang permintaan Dira.


Makasih ya ra , , , makasih untuk apa ?? tentang kamu yang mau sedikit bercerita mengenai masa lalu kamu. saya yang harus nya berterima kasih ri, , , untuk ?? untuk kamu yang mau menjadi pendengar buat saya. ”saling melemparkan senyum”.


Kalau begitu saya antar kamu pulang ya , untuk masalah pernikahan saya sudah mengatur semuanya, dan yang terpenting saya mau bertemu dengan ibu kamu, oke, , . iya insyaallah secepatnya akan saya kenalin ke ibu. Kalau gak hari ini kamu sibuk gak ?? hmm sambil melirik jam tangan nnya enggak sih aku masih punya waktu sekitar tiga jam, gmana kalau hari ini nya kita ketempat ibu, , oke baiklah.

__ADS_1


***


Setibanya di rumah sakit Dira membawa dan memperkenalkan Ari di hadapan ibunya yang terbilang masih dikatakan belum membaik, tatapan hampa dan kebingungan yang bergelumat di fikiran sang ibu membuat komunikasi apapun tidak bisa di cerna dengan baik oleh ibunya. Bu ini Dira , , lihat siapa ini yang di samping Dira , namanya Ari bu calon suami Dira baikkan bu orangnya, tidak bergeming sama sekali bagaimanapun keadaan ibu sudah sangat memprihatinkan. Rasa kasihan menyelimuti Ari yang membatin dalam hatinya bagaimana selama ini Dira tetap bertahan untuk semua ini.


Jika melihat ini semua Ari merasa orang yang paling kejam mengingat masalah pemberhentian karyawan di perusahaannya saat itu , walaupun itu semua bukan keinginannya melainkan keinginan ayahnya. Mungkin jika pemberhentian saat itu tidak berlangsung mungkin tidak akan serumit ini dan mungkin juga dia dan Dira tidak akan menikah dengan cara kesepakatan yang terbilang sangat konyol ini, tapi apalah semua telah terlanjur dan waktupun juga tidak akan bisa di ulang kembali.


Setelah pertemuan itu, Ari menjadi lebih pendiam rasa bersalah selalu datang melebur seketika di hatinya , apa semua ini karna saya ??? apa yang harus saya lakukan?? Bagaimana agar semua terlihat baik-baik saja, , semua pertanyaan pertanyaan datang secara bersamaan tanpa ada jawaban yang bisa membuat hati Ari lega, Ari hanya bisa berdoa agar semua ini berjalan sesuai rencana sampai akhirnya nanti.

__ADS_1


Pernikahan Ari dan Dira telah semakin dekat, persiapan demi persiapan telah terlaksana dengan sedemikian baik begitu pun juga dari dua insan yang berbeda, Dira yang semakin mempersiapkan diri akan menjadi seorang istri begitupun juga Ari. Ra , , setelah fitting baju nanti kamu bisa pulang sendirikan, , Soalnya saya masih ada urusan yang harus di selesaikan, , ohh oke nanti saya pulang pake busway aja. hmm kalau boleh tau urusan kamu tidak menyangkut pernikahan kitakan, enggak kok urusan di kantor yang harus di tangani secepatnya, oke baiklah , saya lega mendengarnya , jujur saya merasa gak enak jika kamu terlalu berlebihan memikirkan pernikahan ini sedangkan pernikahan ini bukan pernikahan permanent.


BERSAMBUNG,,


__ADS_2