
Di pertengahan jalan Dira mampir ke sebuah pasar seni yang telah menjadi tempat favoritnya disana banyak dia temukan karya seni yang menyimpan unsur-unsur budaya yang perlahan hilang dan sirna, suatu tempat yang dia sukai sejak dia masih duduk di bangku SMA kerap kali Dira datang untuk menonton pertunjukan wayang dan pameran seni lainnya yang di selenggarakan sebulan sekali. Sebenarnya kedatangan Dira ke pasar seni memiliki tujuan bukan hanya sekedar berkunjung, tapi Dira bermaksud membelikan kado untuk ayahnya Ari , menyelusuri sepanjang pasar seni Dira merasa ia masuk kedalam istana negeri dongeng , semua terasa indah pameran , lukisan dan banyak seni-seni lain yang menonjolkan keindahan tersendiri.
Sehingga Dira sendiri pun bingung harus memilih kado yang pas untuk hadiah di ulang tahun ayahnya Ari, tiba tiba tatapan Dira tertuju pada satu titik yang membuat dirinya sulit untuk melangkah pergi , , , sebuah lukisan burung camar yang menengger di sebuah ranting kayu yang berayun patah bak diterpa sentuhan angin seperti berhembus dari laut di lengkapi dengan warna langit yang mendung dengan sentuhan awan pertanda akan turunnya hujan, lukisan yang bermakna dalam itu berukuran tidak terlalu besar sepertinya ini pas untuk di jadikan sebuah kado ulang tahun ayah , , ’senyum Dira yang terbuka sangat indah.
***
Hari yang ditunggu-tunggu datang , , Dira yang berusaha untuk tampil secantik mungkin di hadapan orang-orang yang akan melihatnya nanti termasuk Ari, , dress sopan yang menyatu ketika di kenakan oleh nya untain pouring yang jatuh tepat di lutut nya menambah ke anggunan kekasih pura-pura Ari itu, ditambah dengan highheels yang berwarna merah muda dengan tinggi kurang lebih 7 cm membuat Dira terlihat seperti keturunan bangsawan di zaman belanda. Seperti biasa mereka bertemu tepat di depan kantor, Dira yang menunggu kurang lebih dari 20 menit telah terbiasa dengan kebiasaan Ari .
Titt titt, titt, , , suara mobil Ari yang menyemak kuping Dira, ,
Maaf telat , , , biasa , , macet, , , , , gak apa apa udah biasa , , , ketus Dira , , ,
Sembari memandang Dira yang terlihat berbeda Ari sampai lupa untuk membuka pintu mobil, , , omelan kecil Dira yang seperti biasa membuat Ari juga telah terbiasa , , Ini pintu nya di buka dong , , kalau begini saya masuk nya gimana , , , , aku Dira, , Oo iya lupa , , , sembari membuka pintu , , , saya udah nunggu lama bukannya di bukain pintu kaki saya sakit tau, melirik kearah punggung kakinya yang sedikit memerah, biasa Dira yang tidak terbiasa memakai sesuatu yang ribet di kehidupan sehari hari nya.
__ADS_1
Kamu cantikk, , , aku Ari, , , Dira yang tiba tiba tertegun dengan ucapan lelaki itu, , ,
Makasih , , , jutek Dira , , Dira berusaha untuk tidak terlena dengan kata manis nya Ari.
O iya kamu bawa apaan tu , melirik kearah kotak yang berada tepat di atas paha Dira, ,
Oo ini kado buat ayah, , , jawab Dira , ,
Kado apa??? Ari bertanya dengan penuh penasaran, ,
BERSAMBUNG,,,
Update setiap hari Rabu dan Sabtu masing-masing dua bab,,
__ADS_1
Jangan sampai ketinggalan,,
klik sukai , berikan vote dab rating,,
agar author lebih semangat dalam menulis,,,
SEBUAH KESEPAKATAN
(Bahkan mereka pun tidak akan sadar bahwa cinta datang dari pintu mana ??? yang mereka tahu, bahwa cinta tiba-tiba hadir dan terbuka dengan sendirinya ).
terima kasih
kepada pembaca yang telah menyempatkan waktu nya untuk membaca isi fikiran yang telah saya curahkan menjadi novel ini, semoga novel ini tidak mengecewakan anda dan semoga kita sama sama di berikan kesehatan untuk menyambut karya author yang lain nya , fighting untun kita semua,,
__ADS_1
**,,