
Ari hanya terdiam mendengar penuturan Dira yang sedikit menyakitkan di hati Ari, fitting baju pun terselesaikan hari itu, sesuai kesepakatan Ari dan Dira tidak pulang bersama, Ari yang berencana pergi ke rumah sakit ke tempat ibu Dira di rawat. Ari yang perlahan berjalan menyusuri lorong rumah sakit tempat ibu Dira di rawat, Ari berniat meminta doa restu secara pribadi ke ibu yang akan menjadi mertuanya nanti.
Bu, , ini Ari, , tujuan Ari ke sini Ari ingin meminta maaf sebelumnya, Ari ingin meminta doa restu secara pribadi dengan ibu, Ari janji Ari akan menjaga Dira sampai semua berakhir, Ari juga tidak akan menghalangi apapun yang menjadi keinginan Dira. Ibu Dira tidak bergeming sedikitpun keadaan ibu Dira tidak mengalami perubahan apapun, ibu Dira yang hanya diam mematung dengan tatapan yang penuh di selimuti masa lalu yang belum bisa diterimanya.
__ADS_1
Hari demi hari pun berlalu pertanda pernikahan pun semakin dekat, gemuruh disertai kepanikan telah terpancar di mata ke dua insan yang sebentar lagi menyandang status sebagai suami istri, persiapan pernikahan yang telah mencapai 95 persen, gedung yang telah tertata sangat rapi di hiasi bunga bunga hidup yang bermekaran sehingga terlihat bak taman Bunga yang di sihir seketika menjadi istana, karpet merah dan meja meja telah terpasang rapi di setiap sela sudut ruangan, Dira yang seketika mematung terhipnotis dengan keadaan gedung yang tadinya kosong berubah menjadi istana.
Jika saja seandainya semua ini bukan pernikahan di atas dasarkan karena kesepakatan mungkin saya adalah orang yang paling istimewa menjelang hari pernikahan, perjalanan di karpet merah dan duduk diatas mimbar yang di hiasi dengan bunga melati yang menaburkan kewangian pertanda kesucian dari bunga itu hadir di saat kedua mempelai berdiri duduk diatas singgasana, seketika senyum kebahagian diantara mereka akan terpancar jelas, tapi semua kembali kekeadaan semula itulah keinginan terindah di setiap manusia.
__ADS_1
***
Tidak terasa hari pun telah menjelang sore kelelahan telah terpancar dari mereka bukan dari Ari dan Dira saja, terlihat jelas dari semua kerabat yang ikut andil dalam pesta hari ini, begitupun juga ayah, walaupun terlihat lelah semua tertutupi dari kebahagian yang terpancar dari wajahnya, tanpa dia tahu drama apa yang telah di buat oleh Ari dan Dira. Tepat pukul lima sore acara telah dikatakan selesai ibu Dira pun telah kembali kerumah sakit untuk melanjutkan perawatannya, semua kerabat pun satu persatu telah mulai berpamitan begitupun juga ayah, sekarang yang tertinggal hanyalah serpihan kisah yang akan dijalani bagaimanapun caranya.
__ADS_1
Dira dan Ari pun pergi meninggalkan gedung yang telah menjadi saksi perubahan status diantara mereka, tepat di hari itupun Dira pindah ke rumah Ari yang telah menyandang status sebagai suami sahnya atau lebih tepatnya wali sah di negara, rumah Ari yang seakan menyambut hangat kedatangan sepasang suami istri. Istirahatlah , , besok kita bicarakan apa yang harus kita bicarakan untuk hari ini cukup sampai disini , kamar kamu di atas di atas di sebelah utara tangga , oke kamu juga , selamat malam, , percakapan malam itu cukup terhenti sampai di situ.
BERSAMBUNG,,,
__ADS_1