SEBUAH KESEPAKATAN

SEBUAH KESEPAKATAN
BAB 26 APAKAH INI MASIH BISA DI KATAKAN BULAN MADU?? bag. 3


__ADS_3

Suasana makan pun tidak banyak yang di bicarakan diam, hening dan denting sendok yang mewakili suara hati dari mereka yang telah menyandang sebagai pasangan suami istri tersebut. Kegiatan makan pun tidak berlangsung lama setelah makan Dira dan Ari langsung memasuki kamar masing-masing , , a iya ra hari ini aku pergi ke tempat client ya , , kalau ada apa-apa telvon aja, , ohh baik ri kalau gitu hati-hati.


Dikamar Dira terdiam sejenak awal bulan madu mereka berjalan hanya sebatas ini, fikiran panjang Dira mulai menyeruak kemana mana bagaimana kalau Dira menghabiskan waktu 2 tahun dengan Ari, apakah bisa dia bertegur sapa walaupun tinggal di satu atap yang sama. Denting jam menunjukkan pukul 9 pagi tidak mungkin jika saya harus menghabiskan waktu seharian di kamar ini , Dira berencana pergi jalan jalan ke tempat tempat wisata di dekat hotel, sambil mengambil jaket dan tas sandang yang telah menjadi kebanggannya Dira pergi meninggalkan hotel dalam waktu singkat.


Dira yang terbiasa hidup sendiri tidak memiliki rasa takut sedikit pun Dira berjalan menyusuri jalan setapak yang sedikit lebih jauh dari hotel yang di tinggalinya, untuk berbahasapun Dira tidak sama sekali canggung seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih Dira bisa melakukan bahasa apa saja dengan google translate. Dira tepat berhenti di sebuah toko pajangan yang berada tepat di utara sungai HAN pedagang kaki lima sangat banyak berjualan di penjuru jalan. Dira melihat beberapa pajangan tua yang benar-benar terlihat klassik , Dira yang sangat menyukai barang-barang antic dan sering dia jadikan koleksi semasa dia berada di bangku kuliah dulu. Karna baginya barang-barang itu mampu membawa dia menembus lorong waktu pada zaman itu.


Annyeonghaseyo ajeossi, , , (halo paman), , ,


I geulim-eun eolmaibnikka???, , , (lukisan yang ini harganya berapa???, , , )

__ADS_1


Aaa, , igeon 5 man dalleoyeyo, , , ( aaa yang ini harganya 50 rb), , ,


Igeol wonhago igeol, , , (kalau begitu saya mau yang ini sama yang ini) sambil menunjuk kelukisan yang berbeda, , ,


All-***-eo, , , miseu dangsin-ui chwihyang-eunaju johseubnida, , , ( baiklah , , , nona selera mu sangat bagus) sambil membungkus pesanan Dira.


Setelah membeli lukisan itu Dira menyusuri indah sungai HAN yang banyak di kenal oleh manusia lainnya, sambil menikmati ice krim Dira duduk di sebuah kursi santai di pinggiran sungai banyak hal yang membuat Dira ingin tertawa, menangis bahkan ingin berteriak tentang kejadian lucu yang terjadi dalam kehidupan ini. Terkadang rasanya ingin dia menangis dengan kencang tapi dalam keadaan yang sama semua permasalahan berubah alur menjadi cerita yang sangat konyol. Tidak terasa Dira telah berjalan cukup lama jam pun sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi langit tidak memperlihatkan pertanda sedikitpun bahwa senja akan datang, Dira yang langsung bergegas menuju hotel tempat dia tinggal sementara waktu.


Ari yang sedari tadi telah pulang tidak mendapati Dira di hotel, apa mungkin dia masih berada di luar?? Apa bisa jadi dia tersesat?? , , ribuan pertanyaan datang secara bersamaan tapi Ari percaya bahwa Dira bukan perempuan yang sebodoh itu, , Ari pun tidak bermaksud untuk menghubungi Dira selagi masih sore. Selang waktu beberapa menit Dira datang dengan sebungkus kantong berwarna coklat tua , , Ari yang terlihat duduk di ruang santai hotel membuat Dira melangkah mendekati Ari. ri kamu sudah pulang ?? , , iya dari dua jam yang lalu, , ohh tadi aku habis jalan-jalan di daerah sini , , , iya aku tau kamu bawa apa ??? ini , , , lukisan aku beliin buat ayah satu buat aku satu, , ohh ya sudah kamu bersih-bersih dulu aku tunggu di sini habis itu kita makan malam, , baiklah.

__ADS_1


Bulan madu sudah berjalan 2 hari masih tersisa 3 hari , , semua terasa biasa tidak ada yang special dan tidak ada yang harus di spesialkan, perjalan ini hanya seperti perjalanan bisnis bagi mereka, hanya sebatas karyawan dan bos saja tidak kurang dan tidak lebih. Malam ini sama halnya dengan malam kemarin setelah makan malam Dira dan Ari kembali ke kamar masing-masing, setibanya di kamar kedua insan hanya larut dalam situasi yang mereka buat tapi belum mereka mengerti, dimana satu sisi saling bertanya apakah ini sebuah drama???, , , ntahlahh , , (mereka pula yang menjawab).


Hari berikutnya masih sama, bedanya Dira dan Ari menghabiskan waktu di luar berdua, di sepanjang perjalanan tak banyak yang mereka perbincangan begitu susah bagi mereka untuk saling membuka pembicaraan, terkadang Ari tersenyum melihat Dira yang sesekali berbahasa korea dengan terbata bata , tapi bagi Ari lumayan dari pada tidak sama sekali, Dira hadir seperti sosok baru baginya tapi belum tahu untuk di tempatkan di posisi sebelah mana. terkadang Ari sesekali menatap Dira dengan penuh Tanya siapa dia ?? bagaimana dia ?? dan harus di perlakukan dengan cara apa dia ??? itulah pertanyaan dari Ari untuk Dira yang sering membatin di hati Ari paling dalam.


Begitupun juga Dira dengan pertanyaan yang tidak jauh bedanya dengan Ari, , terkadang Dira hanya merasa takut dan sering menyalahkan diri sendiri apa karena dia, Ari berubah seketika menjadi sosok yang mudah untuk senyum walaupun di paksakan, terkadang ramah walau di sandingkan dengan keadaan, , sebenarnya bagaimana sifat asli dari laki-laki ini sejauh saya mengenal semasa bekerja di perusahaannya dia hanya terkenal sebagai CEO yang tidak memiliki ekspresi apapun apalagi untuk senyum.


Hari berlalu seperti biasa bulan madu telah di habiskan dengan suasana yang biasa pula, jangan Tanya apakah ada moment yang istimewa, , jawaban mereka pasti biasa saja. Di sepanjang perjalanan pulang ke Indonesia semua sama persis dengan keberangkatan mereka 5 hari yang lalu ke korea, saling diam adalah cara jitu bagi mereka untuk saling mengekspresikan keadaan semua terasa canggung, bagi Dira ingin rasanya dia bisa bercerita banyak layaknya sebagai seorang teman saja sudah cukup, tapi tidak dengan Ari, Ari yang hanya memilih diam tanpa tahu dia telah memperburuk suasana.


BERSAMBUNG,,,

__ADS_1


__ADS_2