SEBUAH KESEPAKATAN

SEBUAH KESEPAKATAN
BAB 20 KESEPAKATAN bag. 4


__ADS_3

Lamunan Dira seketika menyeruak dari bunyi handphone di tangan kirinya , ,


Hallo, , ri , , , Dira kamu dimana saya udah mau jalan ke café , , ,


Ohhh oke ri saya langsung ke sana , , kamu dimana ??


Di warung martabak dekat dari café kok, ,

__ADS_1


Hujan dir, , , apa mau saya jemput ke sana ???gak usah ri deket kok , , ,


Tut, , tut, tut, , , telephone terputus, , , ,


Di sudut dekat café Dira tampak tengah berlari di rintik nya hujan , , Ari yang yang langsung melambaikan tangannya ketika melihat Dira yang bingung mencarinya , , maaf ri saya telat soalnya tadi hujannya lumayan gede juga , oke santuy aja ra , , , , jawaban Ari dengan senyuman manis yang terpaut di wajah Ari, membuat Dira bener bener bingung dengan pribadi laki-laki yang dulu pernah menjadi CEOnya.


Hmm ri saya mau menerima tawaran yang kamu ajukan kemaren, , terdiam seketika , , , Ari hanya terdiam dan memandang mata Dira , , , ra saya gak tau menata perasaan saat ini satu sisi saya bahagia dengan keputusan kamu ini sehingga saya tidak akan mengecewakan ayah , tapi apa kamu tidak terlalu berat dengan keputusan kamu yang secepat ini , apa keputusan ini telah di fikirkan secara sehat. Walaupun pernikahan ini sesuai kesepakatan yang akan kita lanjutkan ke depannya tapi saya tidak ingin nantinya diantara kita ada yang merasa di beratkan, fikirkan dulu ra ini bukan kesepakatan biasa tapi ini nantinya akan berimbas ke kita jika kita tidak bisa bermain peran dengan baik.

__ADS_1


Gak ri , , , saya sudah memikirkan ini dan saya menerima kesepakatan untuk dengan menikah dengan kamu , , hmm baiklah jika ini semua sudah keputusan kamu kita harus membicarakannya lebih dalam lagi. Baiklah sebaik nya kita bicarakan ini di rumah saya , , , Dira yang hanya terlihat pasrah , , , Rumah Ari terlihat seperti rumah idaman bagi Dira rumah satu tingkat yang tampak seperti rumah mini dihiasi wallpaper dinding biru langit di tambah corak kuning langsat yang di mix dengan warna coklat muda dan di kelilingi dengan tumbuhan hijau yang tumbuh di pekarangan rumah mini itu sehingga rumah itu seperti rumah pohon yang di kelilingi oksigen-oksigen segar membantu jalannya pernafasan dengan baik.


Ruang tamu mini yang langsung menuju dapur membuat Dira tampak tidak bisa berkata apa apa , begini nyata rumah CEO muda ini , , fikir Dira, , , Duduk dir, , , mau minum apa ??Hmm minum air putih aja, , , Ari yang yang langsung menuju dapur membuat tatapan mata Dira berjalan mengikuti langkah Ari , , membuka pintu kaca yang di hiasi dengan corak bunga sederhana yang terdapat peralatan makan di dalamnya , pria yang sangat rapi , , batin Dira menyeruak , , , , di minum ra sambil meletakkan air putih yang tertadah di gelas mungil berwarna merah jambu , , hmm iya makasih. rumah kamu rapi ya , tertata, oh ini bukan saya yang membersihkan setiap pagi ada bu tarsinah yang membersihkan rumah , menyiram bunga dan membuka tirai pintu, dia bekerja sampai pukul satu siang. ohh saya fikir kamu membersihkan sampai serapi ini , , ya kali boro-boro buat bersihin ini mikirin kerjaan kantor aja gak ada habis nya.


Dira mengangguk mengerti , , , gimana apa kita harus melajutkan kesepakatan kita yang tertunda tadi . ohh iya saya hampir lupa takut ke buru malam , , jawab Dira , , . keadaan hari itu bisa dikatakan keadaan yang sedikit menegangkan perasaan dari kedua belah insan tampak bimbang. baiklah ketika Ari membuka percakapan kesepakatan ini berlangsung selama 2 tahun kamu saya gaji sebulannya 15 juta, kamu cukup bekerja layaknya seorang istri lainnya saya berjanji tidak akan membuat kamu tidak nyaman dan saya akan pegang kata-kata kamu yang selalu membanggakan diri sebagai pekerja keras, sandiwara yang kita buat di hadapan ayah harus berjalan baik tanpa ada kecurigaan dan terakhir kamu boleh melakukan apa saja selagi tidak merugikan kedua belah pihak.


Apa dari pernyataan saya ada yang tidak berkenan??, , , ohh tidak saya setuju(Dira yang mencoba pasrah dengan keadaan ini).

__ADS_1


BERSAMBUNG,,,


__ADS_2