
Malam itu Ari bermaksud untuk kembali ke rumah ayahnya bagaimanapun dia harus mencegah keinginan sang ayah untuk menikahi Dira, di perjalanan saat itu Ari hanya bingung alasan apa yang tepat untuk mengubah keputusan ayah nya yang begitu sangat mengejutkan , sedangkan dia sendiri mengetahui sifat sang ayah. Setibanya di rumah ayah, Ari langsung menemui sang ayah yang sedang duduk di sofa sembari memandang foto sang istri yang telah meninggalkannya lebih dulu.
ayah, , , panggil Ari!! Eh jagoan ayah kok balik lagi ??? Diranya mana??
Udah Ari anter pulang yah , , , jawab Ari. Ayah baru saja ngasih tau ibumu kalau sebentar lagi anak kesayangannya akan menikah, kalau seandainya saja ibu mu masih ada pasti dia sangat bahagia dengan ini, Ari hanya tertegun sejenak mendengar perkataan ayah, sedangkan yang ada dalam fikirannya bagaimana cara untuk mengurungkan niat ayah .
__ADS_1
Ayah , , , tapi keputusan ayah terlalu cepat ??sanggah Ari , ,
Cepat dari mana ?? kalian sama-sama menyukai ya wajar saja niat baik harus di segerakan, , Tapi kita belum memikirkan sampai sejauh itu yah , , nada Ari yang sedikit melemah, , Sekarang ayah tanya , , apa yang membuat kamu belum berfikiran untuk ke jenjang yang lebih serius, , , dengan nada yang sedikit menegang , , Pandangan mata ayah membuat Ari seketika layu seakan dia merasa manyakiti perasan ayah untuk pertama kali, tapi pada saat bersamaan Ari juga tidak punya pilihan untuk pemasalahan ini,
Tapi Dira belum siap untuk ke tahap yang lebih serius yah , , ,
__ADS_1
Mata Ari yang tampak berkaca-kaca membuat dirinya untuk sulit membatah perkataan sang ayah , , , Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan ???? raut muka ayah dengan penuh tanda Tanya , , , Tiba-tiba Ari memandang wajah ayah dengan sangat lekat , , , enggak kok yah, , Hanya saja Ari takut Dira akan syok nantinya dengan ini semua , , , Ayah hanya tersenyum dan memandang sebuah gambar kekasihnya yang tersenyum begitu indah di sebuah album, Ari jangan sampai mengecewakan ayah karena ayah percaya kamu tidak akan pernah mengecewakan ayah sedikitpun, o iya tadi rekan kerja ayah juga akan membantu untuk persiapan pesta pernikahan kamu, jadi kamu jangan terlalu focus pada pekerjaan fikirkan persiapan pernikahanmu, tegas ayah. Seperti nya Ari sudah tidak ada pilihan lagi apa yang diharapkan ayah sungguh membuat hatinya bergeming lembut , insyaallah yah, , kalau begitu Ari pamit pulang dulu sudah terlalu malam , sambil melirik jam tangan yang di ia pakai .
***
Dira yang seharian berfikir sedikit keras seakan dia meminta bahwa kejadian semalam sekedar hanya mimpi baginya, tapi sekejap dia sadar bahwa ini nyata, seakan dia berfikir telah masuk ke dalam jurang tanah yang telah dia gali sendiri , suara denting jam seakan menyeruak lamunan Dira, Sesadarnya bahwa keputusan dari Ari belum juga di ia terima, sembari memainkan handphonenya satu pesan berbunyi .
__ADS_1
Ari : saya tunggu jam 5 sore di taman deket kantor .
BERSAMBUNG,