
Pesan singkat yang membuat Dira sedikit bingung sekaligus penasaran yang amat besar berharap semua akan berjalan baik-baik saja. tak lama Dira bersiap siap untuk menemui Ari berhubung waktu juga semakin singkat membuat detak jantung berdetak beriringan. Tepat jam 5 pas ternyata Ari telah datang terlebih dahulu, sorotan mata Ari sedikit tajam seolah banyak pertanyaan dan jawaban yang bergulir seperti buliran hujan di kala senja,
Silahkan duduk anggukan Ari yang membuat Dira mengangguk pasrah, kenapa ??tanya Dira , ,
Ari yang hanya tertegun bingung dari mana awal pembicaraan ini akan di mulai, helaan nafas yang tiada henti berkejaran serta degukan jantung bak alunan biola yang mengalun lemah , begitupun juga rasa penasaran Dira yang terlihat jelas dengan sorot matanya.
Apa ada yang tidak beres , , sarkas Dira .
Di balas hanya dengan sebuah anggukan lemah , ,
Ayah ingin kita menikah secepatnya , , ,
__ADS_1
Dira hanya diam membatu dengan pernyataan Ari yang sangat sulit untuk di cerna, Saya gak bisa , , ketus Dira. Ari terdiam spontan dengan jawaban stak yang keluar dari mulut Dira, saya tidak mau membuat ayah kecewa apalagi sampai dia sedih, saya tidak bisa bayangkan jika kesepakatan kita sampai terdengar di telinganya saya bisa bayangkan betapa hancur hatinya dan betapa besar kecewanya kepada saya. Saya akui dari awal saya egois saya telah membawa kamu kepermainan konyol ini tapi tolong, tolong saya untuk kali ini.
Tapi ri, pernikahan bukan ajang permainan yang bisa dimainkan dengan sembarangan, dan saya juga tidak bisa menikah dengan orang yang tidak saya cintai ditambah lagi saya juga mempunyai impian seperi impian orang lain apalagi untuk menikah, saya faham dengan keadaan ini tapi maaf permainan kita cukup sampai di sini.
Seketika Dira berpamitan untuk pergi begitu saja ,
Oke saya akan bayar kamu sebulan 15 juta , , aku Ari, ,
Apa sebegitu mudah untuk kamu berbicara tanpa berfikir , ketus Dira
Jika kamu mau saya akan bayar kamu 15 juta perbulan, tidak lama cukup 2 tahun setelah itu saya akan cari cara untuk kita bisa terlepas dari permainan ini , , Dira hanya menatap tajam mata Ari seakan mamberi sebuah tancapan anak panah yang akan menancap tepat di bola matanya. tanpa berbicara sepatah kata Dira pergi begitu saja, di sepanjang langkah yang ntah kemana ucapan Ari selalu datang seakan menyeruak dipikiran Dira. Dira hanya berfikiran kalau Ari bukanlah laki-laki waras, dengan gampang nya dia berkata seolah merendahkan orang lain dengan begitu mudahnya. Dira hanya terdiam sekejap menghentikan langkanya berharap ini memang mimpi buruk yang ketika dia bangun keadaan membaik seperti semula.
__ADS_1
Dira kembali melanjutkan langkahnya berencana ingin ke tempat seseorang yang berharga dalam hidupnya. tepat berada di sebuah gedung hijau yang kira-kira tinggi mencapai 5 lantai, membuat Dira ingin bergegas menemui ibunya satu-satunya keluarga yang tersisa dalam hidupnya. tepat di depan pintu kamar Dira langsung memeluk sosok seseorang yang selalu dia rindukan bu pelukan hangat Dira membuat ibu hanya diam mematung seakan mengisyaratkan apa semua baik-baik saja. Tidak bu bulir bening membasahi pipi Dira semua tidak baik semua bener-bener konyol dan ini tidak adil bu pelukan Dira yang seketika mengerat dengan sendirinya .
Permisi, , ibu Dira dokter ingin berbicara dengan anda, , membuat Dira harus mengusap air mata yang telah membanjiri pipinya.
Baik sus, , , jawab Dira , , ,
Permisi dok , , apakah anda memanggil saya ???
Ooh iya ibu Dira apa kabar sudah lama tidak bertemu , , ,
Baik dok , , , ada apa dokter memanggil saya ibu saya dalam keadaan baikkan dok ??
__ADS_1
BERSAMBUNG,,,