Sefia

Sefia
pacar


__ADS_3

Sefia berdecih kesal melihat buku yang berada di rak tinggi itu.


“Menyebalkan sekali! Kalau setinggi itu, siapa yang bisa mengambilnya?”


Sefia memikirkan cara dengan melihat semua rak dari atas ke bawah.


“Bodo amatlah! Kalau rusak tinggal ganti!”


Sefia memanjat rak tersebut dan meraih buku yang dia inginkan.


“Hehe...!! I got you!”


“Sefia?”


Sontak saja gadis itu menoleh ke bawah dan melihat orang yang tidak asing lagi baginya lalu tersenyum lebar membuat Soobin tertawa.


“Apa yang kamu lakukan disana? Ayo aku bantu turun...”


“Bagaimana caranya?”


Soobin mengulurkan tangannya dan meraih pinggang Sefia lalu menurunkannya ke lantai.


“Thanks to you!” ucapnya sambil menunjukkan buku di tangannya membuat Soobin tersenyum sambil menggeleng pelan.


“Kamu suka baca buku tentang biologi?” tanya Soobin setelah membaca sekilas judul buku itu.


“Biologi dan kimia lebih tepatnya. Aku Cuma ada di kelas yang salah...”


Soobin kembali tertawa.


“Kamu gak salah. Kamu juga jago matematika. Cocok dengan kelas kita...”


Gadis itu tersenyum dan melipat tangannya di depan dadanya.


“kamu gak takut bersaing sama aku?”


Soobin tersenyum dan menggeleng pelan.


“kita berteman. Mau kamu ataupun aku yang juara, aku tetap senang. Tapi aku ngerasa kamu pasti bisa ngalahin aku...”


“Aku tau itu! Aku gak pernah kalah!” jawab Sefia bangga.


“sayang...!!”


Soobin dan Sefia mendadak menoleh dan terlihat seorang wanita cantik berkacamata tersenyum menghampiri mereka.


“Kamu disini ternyata. Dan...kamu anak baru itu kan? Yang berhasil membasmi Mitha!”


“Oliv, jaga bicaramu. Itu gak baik...” ucap Soobin sambil merangkul kekasihnya itu membuat Sefia tersenyum.


“Kalian sangat serasi. Oh iya, namaku Sefia...”


“Namaku Olivia. Senang berkenalan denganmu, Sefia. Aku salah satu fansmu di sekolah ini...” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Sefia tertawa dengan gadis yang tingginya tidak lebih dari telinganya itu.


“Fans?”


“Hhmm...kamu gak tau? Anak-anak udah bikin group chat khusus isinya orang-orang yang mengidolakan mu...”


“apa kalian menggosipkan ku?”


“pujian tentangmu pastinya...”


Oliv dan Sefia tertawa pelan.


“Iya sudah,Sefia. Kita pergi dulu. Jangan robohkan perpustakaan ini...” ucap Soobin bercanda.


“Hhmmm...oh iya,Soobin?”


“iya?”


“Jaga Olivia baik-baik. Dia sangat manis dan menggemaskan...”

__ADS_1


Soobin tersenyum dan mengangguk pelan.


“tentu...”


“Bye Sefia. Sampai bertemu lagi!”


Sefia dan Olivia saling melambaikan tangan sampai mereka tidak melihat satu sama lain lagi. Sefia menghela nafas panjang dan menyender di rak besar disebelahnya.


“Semua buku sama saja. Gak ada yang tahu isinya selain penulisnya...”


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sefia menatap Sania yang masih fokus pada satu arah.


“Dia sudah punya pacar...”


“Aku tau...” cicit Sania pelan.


“Lalu, kenapa masih bertahan?”


“Aku gak tahu...”


“Apa gak sakit?”


“Sedikit...”


“bohong sekali...” Ucap Sefia berdecih membuat Sania menghela nafas panjang dan memalingkan wajahnya.


“apa salah aku berharap?”


“gak. Bahkan kalaupun janur kuning sudah melengkung, masih ada pengadilan agama. Tapi menerima kenyataan itu lebih baik...”


“Kamu pernah ngalamin?” kini fokus sorot mata Sania mengarah pada Sefia.


“Pernah. Dan itu sakit...”


“bagaimana bisa?”


“Aku lama kehilangannya. Dan ketika aku menemukannya, dia yang tidak menemukanku dan membuat jalan baru...”


Sania berfikir keras mencoba mengerti apa yang dikatakan saudarinya itu. Tapi akhirnya dia menyerah juga.


“kamu kayaknya salah kelas...” keluhnya dan menyembunyikan wajahnya dibalik meja membuat Sefia tertawa gemas.


Hp Sefia berdering membuat Sania mengangkat wajahnya lagi.


“Siapa?”


“kak Jae...”

__ADS_1


Sania mengangguk pelan saat Sefia mengangkat panggilannya.


“halo kak?”


“halo, Sefia. Kamu gak ada guru?”


“gak kak. Baru aja abis dikasi tugas aja sama guru piket. Kenapa kak?”


“Emm...bisa temani aku keluar nanti malam? Aku ada acara kantor dan...”


“Oke...jam berapa?”


“jam 6 aku jemput kamu...”


“acara resmi? Kalau iya, aku mau keluar nanti cari gaun dulu...”


Terdengar suara tawa dari seberang.


“Aku jemput kamu nanti. Kita beli gaunnya. Oke?”


“oke kak...”


“Baiklah. Aku tutup dulu. Selamat belajar Sefia...”


“Iya kak...”


Sefia memasukkan hpnya ke kolong meja dan melanjutkan bermain dengan tab nya.


“kencan?”


“sembarang!”


Sania terkekeh pelan.


“Kak Jaehyun suka sama kamu...”


“Tau dari mana?” tanya Sefia santai tanpa menoleh.


“Keliatan banget kali dari cara dia nantap kamu, Sef...”


“Oh iya? Kalau begitu, cari pria yang akan menatap kamu kayak kak Jaehyun natap aku...”


Sania tahu Sefia tidak serius menanggapi ucapannya. Jelas dia terlihat tidak tertarik dengan pembahasan tentang Jaehyun.


“Kamu gak suka sama kak Jaehyun?”


“Suka. Dia baik, perhatian, penyayang,kan?”


Sania memutar bola matanya kesal. Dia tahu kemana arah pembicaraan adiknya itu.


“Iihhh....suka dalam hal yang beda,Sef. Yang pakai perasaan...” ucapnya mulai geregetan.


“hhhmmm... Kalau gak pake perasaan, aku gak akan tau dia baik atau gak...”


“Hah...lupain aja. Kamu emang gak berperasaan!” keluh Sania kesal sementara Sefia tertawa puas bisa membuat saudaranya kesal. Yah, bagaimanapun mereka tetap saudara normal. Ada saatnya mereka suka saling mengganggu satu sama lain,kan?


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2