Sefia

Sefia
pilihan


__ADS_3

Kun datang bersama polisi yang langsung meringkus Zen. Setelah dua tahun menjadi buronan di negara lain, Zen akhirnya menjadi tahanan di negara ini tepat dihadapan Soobin dan Sefia juga satu-satunya keluarga Soobin yang tersisa yaitu Seokjin yang baru saja tiba.


Seokjin mengenali Sefia karena berita penculikan Soobin dulu sempat booming di negara tempat orang tuanya tinggal sebelumnya bersama Soobin. Sampai akhirnya mereka datang ke negara ini dalam kondisi Soobin koma dan sadar namun Tidka dapat mengingat beberapa bagian memorinya termasuk Sefia.


“Sefia...”


Kini tubuh gadis itu kembali padanya. Pada dekapan Soobin. Kambali dia usap Surai kesayangannya dengan pelukan eratnya. Sefia hendak membalas pelukan Soobin namun matanya malah tertuju pada seorang gadis yang tengah menangis dan pria yang sedang menatap lemah mereka. Olivia dan Jaehyun. Mereka terluka disini.


Melihat kebahagiaan pasangan di depannya, Jaehyun perlahan melangkah mundur dan berjalan keluar dari rumah itu. Tubuhnya lemas hingga membuatnya berjalan gontai melewati Mingyu Enwoo, Kun dan Lucas yang menatapnya bingung. Ya,mereka bingung harus bagaimana sekarang. Kun terutama.


Dialah yang tahu dan membantu Sefia selama ini mencari kekasihnya yang hilang walaupun dia sendiri tidak tahu nama dan rupa pria itu. Dia selalu diam-diam menyelundupkan obat-obatan dari rumah sakit papanya seperti bius, obat penenang dan obat tidur untuk membantu Sefia. Yang tentu saja obat itu dia berikan saat Sefia sudah tidak terkontrol lagi emosinya setiap mengingat masa lalunya.


Jaehyun berjalan menuju mobil dan duduk di cup mobilnya. Menangis. Itulah yang dia lakukan sekarang. Semua yang dilakukannya seakan percuma. Ternyata hati Sefia sudah ada yang memiliki dan bahkan dia berkorban banyak hal untuk anak yang bernama Soobin itu.


Kenapa dia tidak pernah memikirkan ini sejak awal. Kenapa dia tidak pernah mencoba menanyakan apakah Sefia sudah memiliki kekasih atau orang yang ada di hatinya atau tidak. Dia malah langsung lancang untuk mencintainya. Wajahnya tertunduk memerah dengan air mata yang terus menetes. Sakit, tentu. Sefia adalah gadis pertama setelah mamanya yang ingin dia bahagiakan. Selama bertahun-tahun dia menutup hati untuk banyak wanita yang mendekat, dia malah jatuh hati pada wanita yang salah. Salah dari berbagai sudut. Hancur sudah semangatnya kali ini. Entah bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya jika sumber semangatnya ternyata milik orang lain.


“Yah... Kak Jaehyun menyebalkan!!!”


Jaehyun mengerutkan alisnya dan mengangkat wajahnya. Dilihatnya Sefia berjalan dengan alas kaki yang di tentengnya sambil mengangkat sedikit ekor gaunnya. Jaehyun langsung berdiri dari duduknya. Senang? Bingung? Apa yang gadis itu lakukan di sini? Bukannya seharusnya dia di dalam dengan Soobin?


“Kak Jae sudah ngeliat aku kesusahan, Cuma mau dilihatin doang?! Gak ada niat bantu Sama sekali?! Dan...enak aja langsung ninggalin aku disana! Aku Dateng sama kak Jae! Apa kak Jae mau ninggalin aku sendiri?! Enak saja...!! Sini bantu aku! High heels ku patah sebelah!”


rengekannya membuat Jaehyun kaget namun senang juga.


Segera dia mendekat ke arah Sefia dan mengambil alas kaki di tangannya. Namun dengan cepat Sefia merebutnya kembali lalu melemparnya ke sembarang arah.


“Itu udah rusak. Besok Anter aku beli yang baru!”


Jaehyun membulatkan mata kaget. Besok?. Apa artinya mereka harus bertemu lagi besok?


Sefia mengangkat wajahnya menatap Jaehyun yang masih terlihat kebingungan. Sefia merentangkan kedua tangannya ke arah Jaehyun.


“aku capek habis berantem. Gak niat gendong? Waktu itu aku ditawarin. Apa kak Jae ku berubah sekarang?”


Kak Jae ku? Apa dia mengeclaim dirinya sebagai miliknya?


“Hah...lupakan! Kalau gitu aku mau jadi pacar kak Mingyu aja!”


Sefia hendak berbalik namun dengan segera Jaehyun menariknya kedalam pelukannya.


Menangis? Pasti. Jaehyun jadi sensitif sejak perasaannya tumbuh untuk Sefia. Dia jadi mudah menangis jika mengenai gadis itu.


“jangan pergi...” lirihnya membuat Sefia tersenyum dan mengusap pelan rambutnya. Hangat dan menyenangkan. Itulah yang selalu Jaehyun rasakan dalam pelukan gadis itu.


“Kak Jae yang mau pergi tadi,kan?”


Jaehyun langsung menggeleng menolak mengakuinya.


“Aku fikir kamu mau bersamanya lagi. Kamu sudah berjuang untuknya dan sekarang kalau sudah...”

__ADS_1


“sssttt...kita udah punya jalan hidup masing-masing. Kita memang gak ditakdirkan buat bareng lagi. Udah...cowok gak boleh nangis...”


Sefia melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Jaehyun yang masih setia melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu.


“Jadi...sekarang kamu...aku...”


“Apa? Pacaran? Emang kak Jae ada nembak aku?” tanya Sefia dengan wajah kesal.


“Oh iya,ya. Sefia, aku...kamu...aku... Ahhh...aku harus bilang apa?”


Sefia tertawa geli melihat tingkah lucu Jaehyun. Dia benar-benar nampak kebingungan dan linglung seperti anak hilang. Sefia menangkup wajahnya dan menyatukan kening mereka.


“Ikutin aku. Sefia...”


“Sefia...”


“apa kamu mau...”


“Apa kamu mau...”


“Menjadi...”


“menjadi...”


“Kekasihku?”


Sefia mengangguk tersenyum.


“Iya, aku mau...”


Senyum kebahagiaan langsung terlukis di wajah mereka berdua.


“Terimakasih...terimakasih sudah mau mempertimbangkan ku...” ucap Jaehyun sambil tangannya mengelus pelan punggung Sefia.


“Hhmmm... Sama-sama...”


Perlahan, jarak diantara wajah mereka mulai berkurang dan...


“wohoi....misi...misi...fisi...misihhhhh.....!!!”


Lucas langsung memisahkan wajah mereka dan Mingyu langsung mengambil alih Sefia dan menariknya menjauh.


“yah! Mingyu! Jauhkan tanganmu darinya!” ucap Jaehyun kesal melihat tangan Mingyu yang ada di pinggang Sefia. Oke. Jaehyun mode protektif aktif sekarang. Tapi,masa bodo. Dia dan Sefia sudah sah pacaran sekarang.


“mohon maaf sebelumnya. Tapi kalian masih belum sah buat cium-cium! Dan Sefia! Gege gak pernah ngajarin kamu pacaran cium-cium!” ucap Lucas kesal membuat Sefia dan yang lain tertawa.


“Dan berhubung kalian sudah sah pacaran, jadi mulai sekarang kalian berdua harus lebih diawasi. Sefia! Kamu harus sekolah sampai selesai dulu! Jangan mau dirayu oleh jaehyun!” sambung Lucas dengan posisi bersedikap dada.


Sania menggandeng tangan Sefia sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


“kamu emang lebih tahu banyak hal dari aku. Makasi udah ngajarin aku arti dari menerima dan mengikhlaskan...”


Sefia tersenyum dan memeluk Sania erat.


“Sekarang kita boleh pulang? Aku rasa gak mungkin Sefia balik ke acara tapi penampilannya udah macem abis ikut perang gerilya!” ucap Mingyu sambil merapikan rambut calon kakak iparnya itu.


“hhmmm...kita pulang saja. Aku juga udah pengen istirahat. Mau tidur paaannnjaaang...” lenguh Sefia sambil meregangkan ototnya.


Tentu saat ini dia sudah bisa bernafas lega setelah dua tahun terikat akan sumpahnya.


“Gak semudah itu, sayang... Kamu masih harus ke kantor polisi ngasih keterangan masalah ini...” ucap Kun membuat Sefia mendengus kesal. Mimpinya untuk segera bertemu ranjang dengan cepat pupus sudah.


Jaehyun tersenyum dan mendekat lalu memeluknya.


“Biar aku antar. Aku temani sampai selesai...” ucapnya tersenyum mengusap rambut Sefia.


“Itu memang tugasmu. Kamu pacarnya sekarang...” jawab Enwoo yang berjalan melewatinya menuju mobil.


“ gege ikut?” Tanya Sefia dan mendapat anggukan dari gegenya itu.


“Kami semua...kami semua ikut menemanimu...” ucap Sania tersenyum membuat Sefia senang.


Terlambat tapi tak apa. Dia baru sadar bahwa dia tidak sendiri. Ada Gege dan kakak barunya yang siap selalu menemaninya. Sepertinya selama ini hatinya terlalu tertutup oleh dendam dan tujuannya sampai-sampai mengabaikan bantuan dari orang lain.


“ayo kita masuk...”


Jaehyun dan Sefia segera masuk ke dalam mobil begitu juga yang lain meninggalkan rumah tersebut. Di ambang pintu, Soobin tersenyum sendu melihat kepergiannya sambil memegang jaket lusuh yang sering dipakai Sefia. ternyata itu miliknya, dan Sefia mengembalikannya.


“Terimakasih...sudah mau berjuang sendiri selama lebih dari dua tahun...”


.


.


.


.


.


.


.


.


.


the end

__ADS_1


__ADS_2