Segitiga Cinta

Segitiga Cinta
apa ini


__ADS_3

seperti biasa, pagi itu sierli dan iza begitu padat kegiatannya, dari mulai jam 8 sampai jam 5, sore.


di semester ini sierli dan iza dipercaya dosen beserta 3 sahabat laki2 nya untuj menjadi asisten praktikum pada suatu mata kuliah.


dan di hari itu tepat hari terahir masuk praktikum. Dimana di hari itu mereka berdua mengawas final praktikum, seperti perkuliahan umumnya. dengan berbagai soal dari yang mudah sampai yang susah sekali.


di hari itu tepat juga pada waktu ada anak lain yang masuk lab tersebut, jadi ceritanya satu ruang LAB di pakai oleh 2 kelas. tapi untungnya ruangan LAB tersebut luas, jadi bisa di dikondisikan.



kmi pun mulai membagikan kertas soal di atas meja, sebelum menyuruh adek2 yang mengikuti MK tersebut masuk.


iza : ser,, suruh masuk aja adek-adek itu, udah selesai kok di sebar kertas nya


sierli : oke,,


menuju pintu ruangan LAB tersebut, dan membukakan pintu, kemudian menyuruh mahasiswa yang ingin mengikuti ujian masuk, tapi dengan kuota masing2, agar tak ada yang mencontek.



tib-tiba di depan sudah ada adrian, sierli sebenar nya menyadari keberadaan adrian yang langsung masuk kedalam ruangan LAB. tapi dia sengaja berpura-pura tidak tahu dan enggan untuk menegur,.


karena dia.tak ingin terlibat.lagi dengan adrian.


sierli pun memanggil nama-nama yang akan mengikuti ujian di kloter pertama.


mereka pun masuk dengan tertib.


iza : adek2, jangn di buka dulu soalnya, tunggu sampai semua udah masuk,


adek2 : udah kak


iza : ya udah, mulai kerjakan.


sierli : jangan ada yang kerja sama, kalo kedapatan nilai di bagi dua. mengertiii


adek2 : mengerti kak,


mereka pun sengap dalan mengerjakan soal ujian tersebut.


sebenarnya adrian dan kawan2 lain ada di meja bersebelahan dengan meja ujian adek2 tersebut. sierli pura-pura tak melihat.nya.



sesekali sierli .berkeliling mengawasi mereka agar tak ada yang menyontek atau pun curang.


sierli bingung ketika mendapati adrian sedang memperhatikan dirinya,


dalam hati sierli (bodo amat)


sierli : dekkk, matanya


adek yang ditegur tersenyum kemudian langsung menunduk membaca sola kembali.



seketika meja yang bersebelahan dengan mereka begitu ribut.


adek : kak, gk konsen yang disamping ribut


sierli langsung menghadap meja sebelah dan berkata


sierli : kawan-kawan tolong jangan ribut ya soal ada yang lagi ujian ni.


adrian : baik kak,, jawab adrian


sierli tak memberi respon apa2 ke adrian dia kemudian kembali ke meja yang sedang ujian.


adrian dan ali kemudian menghampiri aku yang sedang duduk sambil memegang kertas soal yang telah sebagian di kumpulkan.


adrian : cobak aku lihat ser, soalnya

__ADS_1


ali : ini, klian yang buat soal nya??


sierli : ia,terus menurut mu??


ali : mana tau bapak kan


sierli : ya enggaklah li


adrian membaca soal tersebut sambil berkata


adrian : susah ya kalian buat soalnya, mirip soal bapak yang mengasuh MK ini.


sierli hnya tersenyum kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju adik2 yang sedang ujian.



dan akhir nya ujian pun selesai sehingga iza dan sierli bisa mengikuti praktikum yang sedari tadi berjalan, yang disamping mereka ujian tersebut adalah kelas mereka, tapi berhubung mereka harus mengawas jadi bapak menijin kan nya.


sierli dan iza kemudian dudu sembari menglab peralatan LAB yang akan digunakan untuk mereka praktikum.


tak tahu menahu ternyata iza memperhatikan adrian yang lama sekali menatap sierli


iza : ser, lo sadar gak


sierli sambil santai memandangi peralatan yang di lap nya dengan tisu,


sierli : sadar apa za?


iza : ga jadi deng,,, heheheh


sierli kemudian menatap iza sambil mengerut kan dahinya.


sierli : curiga gue sama lo,


iza : apa sihhh,,, gak ada lo


sierli kemudian kembali mengerjakan pekerjaan nya.



aku dan iza nimbrung bersama kawan-kawan yang sedang menganalisis data. kebetulan mereka duduk di lantai,



aku pun sambil memperhatikan beberapa kemudian menyalin cara2nya di buku, setelah selesai aku pun duduk bersender di dinding LAB.


sierli : za, perhatiin ya, nantik ajarin gue, gue males.


ya sierli malas karena mereka berkerumun seperti semut menemukan makanan.


iza : oke, tenang aja ser, beresss



sierli yang membaca buku sambil mencatat tiba-tiba adrian dari kejauhan memanggil ku tapi dengan nada pelan, aku tak tau knpa tiba2 mata ku tertuju padanya dan akhirnya


adrian : rambut


sierli : sambil memperhatikan kerudungnya, ya memang dia tak sadar kalau rambut nya keluar sedikit dari kerudung, sampai dia terkejut dan langsung memperbaiki ikat rambutnya, agar tidak2 keluar.



aku pun tersenyum dalam hati, ternyata dia perhatian juga sama aku, tapi akh bodo amat.



sepulangnya dari kampus,


aku dan iza singgah terlebih dulu singgah di warung untuk membeli beberapa makanan. dan lagi-lagi kami berjumpa dengan adrian. aku kembali tak menanggapinya


begitu juga dengan adrian yang pura-pura tak mengenal sierli.

__ADS_1


setelah selesai membeli beberapa makanan mereka pun langsung pulang ke kos


iza : duluan ya adrian, ali


adrian : ia


ali : ia zaa


sierli hanya diam tak memperlihatkan tanda-tanda untuk menyapa mereka.



sesampainya di kos,


iza : ser gimana persiapan untuk seminar


sierli : udah lengkap ni kayaknya


sierli sambil menghitung dan memeriksa barang2 untuk seminar.



di kampus mereka jika selesai PKL mahasiswa harus mengadakan seminar PKL,


pada hari H seminar, di jam 9 duluan iza yang seminar sedangkan aku menunggu giliran ku, aku seminar PKL pada jam 11.


dan tiba2 di seminar PKL nya iza adrian datang walau terlambat sedikit. aku takut jika dia akan hadir juga pada seminar ku. aku takut dia melihat ku gugup berbicara di depan, aku malu jika ada tingkah yang aneh ketika aku di depan, tapi aku ambil positif aja sih.



selesai seminar sierli, kemudian di.gantikan dengan seminar ku, tapi bukan di ruang iza seminar, aku mengambil di ruang yang berbeda karena ruangan iza tersebut sudah di booking oleh mahasiswa lainnya.


aku pun langsung menuju lantai tiga, untuk seminar.



sembari aku menyiapkan peralatan untuk seminar seperti laptop dan laporan PKL ku.


dan aku melihat adrian juga masuk ke ruangan seminar ku, aku mulai tak pede tapi tak apa anggap saja dia tak hadir, adrian duduk paling pojok di pinggir barisan ke dua dari depan.


setelah selesai seminar PKL ku, semua bertepuk tangan,


sembari aku membereskan laptop dan buku2 yang berserakan di meja seminar ku.


dari pintu andre datang dan memberi selamat ke gue.


andre : selamat ya ser udah seminar, maaf telat


sierli hanya tersenyum sambil mengangguk


kemudian andre meninggalkan sierli untuk menjumpai dosen yang memang juga dosen pembimbing ku.



aku dan para sahabat ku pun meninggalkan ruangan, karena aku bawa begitu banyak barang aku berada paling belakang mereka.


tiba-tiba ada yang menarik tas ku seketika aku pun hampir terjatuh, seketika aku memalingkang badan ku ke belakang untuk memastikan orang yang iseng.


yah tepat di blakang ku ada adrian. dengan senyum jahil dengan langah seribu meninggalkan aku yang lagi ingin mengambil ancang2 untuk marah.



sierli : ihh, tu adrian udah kayak jelangkung aja, gak jelas,


tapi gue bahagia karena andre dan adrian datang di seminar gue,,,



pendapat kalian ni ya sebenarnya adrian beneran suka gak sama sierli?


soalnya sierli bingung dengan tarik ulurnya adrian terhadapnya

__ADS_1




__ADS_2