
di kos nya adrian masih berkutat dengan diari yang di berikan oleh iza, jam menunjukkan pukul 12 malam, ia tak tahu mengapa semua yang ditulis dalam diari itu seperti pernah terjadi dan bukan hanya sekedar cerita-cerita biasa, dan disitulah ia baru menyadari bahwa semua yang dilakukan termasuk bermain-main dengan perasaan. ia melihat ternyata selama ini apa yang dia katakan bahwa dia juga menyukai adrian benar adanya. "ya ampun ser,,,"
tak terasa air mata adrian jatuh setetes. "jadi selama ini apa yang pernah lo bilang ke gue bener gue kira lo main-main, kayak gue juga"
"gue bingung kenapa jadi seperti ini, jadi dia putusin andre gara2 gue nembak dia, tapi habis gue nembak gue malah ngejauhin kamu,,, gue minta maaf ser, gue minta maaf, gue gak ada maksud" sambil menutup buku tersebut,
sekarang adrian ingin meminta maaf tapi tak tahu bagaimana caranya, ibarat kata pepatah "NASI SUDAH MENJADI BUBUR",,, disesali pun tak ada gunanya.
tiba2 hp adrian bergetar pertanda ada chat dari WA yang masuk. diraih nya hp yang diatas meja, dan chat itu dari iza,
iza : kalo lo udah siap baca buku itu, besok balikin ya
adrian : oke..
)))
keesokannya iza pun menemui adrian untuk meminta kembali buku diari nya sierli.
mereka memang janjian di taman. dan saat di taman iza heran ternyata ada andre juga di taman tersebut.
iza kemudian melirik ke arah adrian, pertanda isyarat. "ada apa sebenarnya, kok ada andre juga".
adrian kemudian bangkit dan menyerahkam buku itu. "gue udah ngasi tau ke andre isi buku ini, semuanya"
__ADS_1
ku lihat dibagian pinggir bibir adrian seperti kebiruan dan seperti orang baru selesai berantem. dan ku lihat lagi ke arah andre, dan keadaan andre yang seperti itu juga dengan kerah baju yang naik tak terlipat.
"kalian apa-apaan sih, udah tau salah, masih nyarik masalah" teriak iza kepada dua orang itu.
"gue salah,, gue minta maaf andre" ucap adrian sambil memeluk paksa andre.
"nah gitu dong, lagian dunia ini gak bisa dibalik ke masa lalu, yang bisa ke masa depan, tapi asa lalu bisa jadi pelajaran, bahwa perasaan gal boleh dibuat mainan, gak lucu" ucap iza sambil meninggalkan mereka berdua.
sambil berjalan menuju parkiran motor, (gue udah pecahin masalah lo ser, jadi gue harap lo tenang ya disana, gue sayang lo sahabat ku).
)))
malam itu iza ngechat adrian dan andre,
adrian : besok kayaknya gak bisa,
andre : gimana kalau kita brangkat nya malam senin ni, biar bisa tahlilan sekalian kan
iza : boleh juga
adrian : kalau malam senin gue bisa. okelah
andre : lo yang pesenin tiket busnya ya.
iza : sip, aman
ia memang rumah atau kota tempat tinggal sieli menempuh jarak sekitar 18 jam dari tempat kuliahnya.
__ADS_1
iza yang masuk ke dalam kamar sierli memperhatikan skelilingnya,,, sambil meraba gambar persahabatan mereka "gue rindu lo ser,,, gue rindu" sambil menyeka air matanya yang jatuh perlahan.
)))
sesampainya di rumah orangtuanya sierli, iza,
adrian dan andre pun memutuskan untuk menjenguk pusara terahir sierli. untuk mengirimkan beberapa doa agar selalu tenang disana dan di tempatkan ditempat yang terindah...
#end ya guy,,,,
sebelumnya maaf ya kalau ada kata-kata author yang salah selama ini,,, dan ucapan terimakasih untuk mangatoon yang sudah menyediakan satu tempat untuk bercoret ria,,, dan terima kasih untuk para pembaca novel ini, khusus yang selalu komen,,
bye,,,bye,,,byee,,,, love yu semuaaaaaaaa,,,
__ADS_1