
"sebenarnya kamu gak kenapa-napa ko"
aku melihat reaksi mama dengan senyum hambar nya itu, senyuman itu cukup membuktikan kalo aku memang tidak sedang baik-baik saja,
"berapa lama lagi ma??",, sambil menggenggam erat tangan mama dan menitikkan air mata ku
mama membulatkan matanya,, "apa berapa lama lagi",,
sambil tersenyum" ma, aku sudah cukup dewasa untuk mengerti ma, sierli bukan anak kecil yang baru masuk TK ma"
mama langsung memeluk ku dengan erat seakan tak ingin aku meninggalannya,, mengusap punggung ku berusaha menenangkan ku.
ayah yang sedari tadi duduk di sora hanya.terdiam dengan wajah memerah seperti ingin marah, aku tak tahu dan tak pernah melihat ekspresi ayah seperti ITu sebelum nya, sepertinya dia begitu kecewa dengan kenyataan nya.
mama yang tak tahan lagi melihat ku menangis ahirnya mengangkat suaranya, dan ayah yang melihat mama ingin menjelaskan tentang penyakit ku tak kuasa untuk mendengarnya kembali memutuskan keluar dari ruangan itu.
"sindrom Sindrom antifosfolipid"
aku menelan ludah ku dan mengernyitkan keningku,,
"kamu bisa sehat kok sayang" mama yang menahan air matanya sedari tadi akhirnya tertumpah kan juga, "jangan tinggalin mama sayang" bisik mama
"Sindrom antifosfolipid itu gangguan autoimun yang menyebabkan darah jadi mudah membeku dan menggumpal. Kondisi ini biasanya disebut darah kental" jelas mama lagi,
"jadi kapan saja darah kamu bisa mengental dan itu sangat membahayakan kamu sayang",,
bak seperti petir menggelegar disiang bolong, aku tak tahu harus berkata apa lagi, aku pun hanya bisa terdiam kaku,
###
__ADS_1
itu sekilas saja ya guys, berhubung author lagi syibuk betzzzzz,,,
dan di bawah ini keterangan tentang penyakitnya sierli untuk tambahan ya guys
APS,,,,,,,,
Sindrom antifosfolipid atau antiphospolipid syndrome (APS), atau yang disebut juga sindrom Hughes, adalah gangguan autoimun yang menyebabkan darah jadi mudah membeku dan menggumpal. Kondisi ini biasanya disebut darah kental.
Dalam kondisi normal, antibodi berperan dalam melawan infeksi. Namun, pada sindrom antifosfolipid, antibodi justru bertindak keliru dengan menyerang senyawa lemak yang disebut fosfolipid yang berperan dalam proses pembekuan darah.
Gejala Sindrom Antifosfolipid
Pada sindrom antifosfolipid, sistem imun menghasilkan antibodi yang menjadikan darah lebih kental atau lebih mudah membeku dibanding kondisi normal, sehingga dapat berisiko menimbulkan gumpalan darah di pembuluh darah arteri maupun vena. Gumpalan darah yang terbentuk ini dapat mengakibatkan penderita APS mengalami:
Deep vein thrombosis.
Emboli paru.
Keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya, seperti kelahiran prematur, serta preeklamsia dan eklamsia.
Serangan jantung dan stroke, terutama yang berulang dan terjadi pada usia yang lebih muda, yaitu di bawah usia 55 tahun untuk laki-laki, dan di bawah usia 65 tahun untuk perempuan.
Ruam dan luka pada kulit.
Penyumbatan pembuluh darah di mata, hati, atau ginjal.
penderita APS seringkali merasakan gejala dan tanda, seperti:
Kesemutan pada lengan dan tungkai.
Lemas dan kelelahan.
Sakit kepala berulang.
Gangguan penglihatan (penglihatan ganda).
Gangguan ingatan.
Gangguan bicara.
Gangguan gerak dan keseimbangan.
Mudah memar akibat jumlah sel trombosit yang rendah.
Faktor Risiko Sindrom Antifosfolipid
Antibodi keliru yang terbentuk pada penderita sindrom antifosfolipid (APS) cenderung lebih sering terbentuk pada penderita dengan kondisi sebagai berikut:
Wanita.
__ADS_1
Memiliki penyakit autoimun lainnya, seperti lupus atau sindrom Sjogren.
Mengonsumsi obat antikonvulsan phenytoin atau antibiotik amoxicillin.
Memiliki keluarga dengan riwayat APS.
Menderita APS membuat penderita rentan mengalami masalah-masalah kesehatan yang telah disebutkan, terlebih pada keadaan-keadaan, seperti:
Sedang hamil.
Kolesterol tinggi.
Tiduran dan duduk untuk jangka waktu yang lama, seperti sehabis operasi dan penerbangan jarak jauh.
Melakukan operasi, terutama daerah tungkai, seperti operasi penggantian lutut atau panggul.
Merokok.
Menjalani terapi sulih estrogen atau konsumsi pil KB.
Diagnosis Sindrom Antifosfolipid
Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita sindrom antifosfolipid (APS) jika penderita mengalami penggumpalan darah yang menimbulkan masalah-masalah kesehatan di atas.
Untuk membuktikan diagnosis APS, dokter akan melakukan pemeriksaan antibodi dalam darah (antibodi antifosfolipid) yang meningkat. Antibodi tersebut terdiri dari:
Anticardiolipin antibodies (ACA).
Lupus anticoagulant (LA).
Anti Beta-2 glycoprotein1 antibodies (anti B2GP1).
Pemeriksaan akan diulang kembali berselang 12 minggu dari pemeriksaan sebelumnya, untuk membuktikan antibodi konsisten meningkat.
Selain antibodi, hasil pemeriksaan darah lain yang ditemukan pada penderita APS adalah:
Penurunan jumlah trombosit dalam darah.
Tanda-tanda anemia hemolitik.
Pemanjangan waktu pembekuan activated partial thromboplastin time (aPTT).
Hasil positif pada pemeriksaan sifilis.
Pemeriksaan pencitraan seperti MRI otak untuk melihat stroke, maupun USG Doppler tungkai untuk melihat adanya deep vein thrombosis diperlukan untuk menemukan masalah yang diakibatkan oleh penggumpalan darah dalam tubuh.
Pengobatan Sindrom Antifosfolipid
Tujuan pengobatan sindrom antifosfolipid adalah untuk mencegah penggumpalan darah yang dapat mengakibatkan masalah seperti deep vein thrombosis, emboli paru, atau masalah lainnya. Mengurangi faktor risiko seperti mengganti pilihan kontrasepsi selain pil KB dan berhenti merokok, merupakan penanganan untuk mencegah timbulnya penggumpalan darah. Saat ini aspirin dosis rendah atau clopidogrel (bila alergi terhadap aspirin) banyak digunakan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah.
__ADS_1