
adrian yang tak dihiraukan kehadirannya langsung meningglkan kamar itu.
"ternyata sierli masih memendam marah kepadaku" terucap dari dalam hati adrian yang langsung menuju keluar ruangan,
sepulangnya andria dari ruangan itu, sierli dan iza pun kembali dari toilet.
"pelan-pelan ser, nantik darah lo naik lagi ke" sambil membetulkan bantal sierli dan selang infus yang masih terpasang itu.
"ser,, kok dokter belum ada pemberitahuan ya tentang hasil lab nya, gue kan khawatir"
"ya ampun iza, tenang aja, gue rasa ini palingan penyakit anak kos-kos an,, hahahahh,, sambil merebahkan badan nya kembali.
"semoga aja ya ser" sambil duduk di samping ranjang nya sierli.
sierli yang tiba-tiba pening dan merasakan penglihatannya kabur,,, sambil memegangi kepalanya yang seakan seperti ditusuk-tusuk oleh jarum,,
iza yang melihatt ekspresi sierli langsung khawatir,, ser,, ser,, lo kenapa,, pusing ya??,, gue panggil dokter ya,, sambil beranjak dari duduk nya,, tapi tangan sierli menghentikan pergerakan iza,, "gak usah za, gue cuman pening doang kok, palingan karena banyak gerak makana jadi begini", tangan kanan sierli yang masih memegangi kepalanya..
"lo oke kann ser,, lo jangan buat gue jantungan dong",,, sambil memberikan minyak untuk mengurangi pusingnya sierli.
"sini biar gue yang pijitin kepala lo deh, karena gue lagi baik ni",, sambil mengoles minyak tersebut dan mengurut kepala sierli pelan-pelan..
"kayaknya lo cocok deh jadi tukang urut za",, hahahahah,, sambil tertawa lepas..
"ihh,, doa in kek yang terbaik, ini malah lo doain gue jadi tukang pijit yang pakek kaca mata hitam,, memukul pundak sierli,,
"sorry,, maaff,, maaf iza, ia ah, gue do'a in lo semoga jadi mentri,, gimana baik kan do'a gue"
"aammiinnnn,, aammiinnn,," sambil menadah kan tangan memgaminkan perkataan sierli itu..
entah kenapa saat itu dia merasa sierli berbeda, lebih ceria dari sebelumnya padahal dia sedang sakit,, semoga ini pertanda baik.. "hemmm"
"ser, nanti jam 2 gue mau ke kampus jumpai dosen PA gue nih, soalnya udah suruh jumpai ni.. lo gak apa kan gue tinggal, nantik habis dari kampus gue mau singgah ke kos, lo mau nitip apA ser??,,, sambil membreskan barang-barang yang harus di bawa balik ke kos.
"gue nitip bawain baju tambahan ya, gue gak tau kapan bisa keluar dari dunia ini" murung
"oke selain itu apa lagi,, makanan??,, lo mau nitip makanan gak?,, agar sierli semangat,,
"itu aja deh,, tapi lo cepet kesini ya,, soalnya gue takut sendirian disini"
"oooo tayangg,, tayanggg,, cuup, cup,,, tenang, lo gak sendirian kok, gue udah WA si nisa biar ngawani lo disini, soalnya kebetulan dia udah balik dari kampus, so lo gak bakal di rundung kesunyian dahh,,
tok,, tokk,, assalamualaikum,,
sambil membuka pintu kamar sierli pelan,,
"nah tu anak nya udah sampek" kalo gitu gue balik dulu ya ser",, baik-baik lo.
"duluan ya nis,," jagain tu sierli jangan sierli yang jagain lo,, heheh, menuju pintu
))
"gimana ser, lo sakit apa?,, tanya nisa
"belum tau ni,, dokternya lama banget nagsih tau nya",,uaaaahhh,, menguap,, "gue ngantuk ni,, gue tidur dulu ya nis,, bye nisa,,
"ia,,," sambil memperhatikan dengan khusuk hp nya
tiba-tiba kepala sierli yang pening mulai kambuh lagi,,,
__ADS_1
"aaargghhh,,, sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya..
"ya ampun, lo knpa ser",,, sontak nisa yang begitu panik melihat sierli yang menggeliat kesakitan.
nisa yang keluar dari ruangannya sierli untuk mencari bantuan,, kebetulan ada perawat yang sedang lewat,,
"kak,, kak",, tolongin kawan saya kak,,.kayaknya sakit dia kambuh lagi," dengan wajah pucat anisa yang menarik-narik tangan perawat tetsebut.
"baik dek,, dimana ruangannya"
anisa langsung membawa perawat itu kw kamar tempat sierli di rawat,,
sierli yang masih memegangi kepalanya,, dan meggeliat kesakitan,,
suster tersebut langung memanggil teman nya sesana perawat agar memanggil dokter,, dokter pun akhirnya datang dan memberikan suntikan penenang untuk sierli..
sierli yang langsung lemas pun tertidur akibat obat yang di berikan dokter tadi,,
"anda keluarganya??,, tanya dokter itu
"bukan dok, saya temannya dok",,
"soalnya hasil lab sierli sudah keluar tapi harus di bicarakan dengan keluarga pasien, karena ada yang harus di tindak lanjuti".ungkap dokter itu dengan wajah yang sepertinya serius itu
"baik dok, tapi apa kami tidak boleh tau dok teman saya itu punya sakit apa dok??,, tanya nisa penasaran
"sebaiknya beritahu keluarga sieli agar langsung bisa ditindak lanjuti"
entah apa yang membuat doktet ini begitu merahasiakan penyakit sierli.
"baik dok, nanti saya kabari keluarga nya dok",
"ada apa sebenarnya"
))
krietttt,,, suara pintu kamar sierli
"ya ampun anak ini, bukanya jagain sierli malah tidur bareng",, sambil mendekat ke nisa yang tertidur dibawah. "nis, bangun" dengan suara pelan agar tidak membangunkan sierli.
"ehh,, ternyata elu za," sambil mengucek kedua matanya.
"oya dokter ada datang ke sini gak, ngasi tau sakit nya sierli",, tanya iza yang sedari di buat penasaran
"ada,, dai suruh buat kita nelpon ortunya,, atau keluarganya gitu"
sambik mengernyitkan keningnya iza yang tak mengerti apa yang di katakan nisa,,
"pokoknya kasih tau aja, kedua orangtua sierli kalo sierli lagi di rawat terus dokter mau ngomong gitu sama keluarganya,, lo telpon terus,, soalnya gue gak ada nomor mamanya sierli"
"oke lah, gue telpon dulu ya"
sambil keluar untuk menelpon mamnya sierli, iza pun keluar agar tak mengganggu sierli yabg sedang beristirahat..
Iza : assalamualaikum tan,,
mama sierli : ia, kenapa za??
iza: tante lagi dimana?
mama sierli : lagi di rumah ni tadi baru beres-beres rumah,, ada apa ya za??
iza pun langsung menceritakan dari A sampai dengan Z, ke mama nya sierli,,
__ADS_1
iza : jadi gitu tan, di bilang sama dokter nya
mama sierli : ia makasih ya udah ngasih tau tante,, in shaa allah mungkin nanti malam kami langsung ke situ ya,
iza : baik tan,, udah dulu ya tan,, assalamualaikum,,
mama sierli : jagain sierli ya, waalaikumsalam
sambil menutup telepon.
iza yang masuk lagi melihat ke arah sierli yang sudah terbangun itu,,
"lo udah bangun ser,, iza memang melihat keadaan sierli yang bukannya membaik tapi seperti semakin memburuk,,
"lo lapar gak, tadi gue beli kesukaan lo ni",, sambil membuka kotak yang berisi ayam geprek kesukaan sierli
"gue gak napsu makan za, nanti aja ya makan nya"
"tapi lo harus makan kali ser, habis makan baru minum obat.
"gue sakit apa sih za,?,, tanya sierli yang merasakan memang ada yang aneh dengan dirinya.
"belum keluar kata dokter hasil labnya. mungkin besok" jawaban iza untuk menenangkan sierli yang masih bingung dengan tubuhnya itu
"gue ngerasa makin hari makin lemes aja za, kayaknya gue gak mau di rawat inap lagi deg"
"gue percaya kok kalo lo cuman demam biasa" gue kelur sebentar dulu ya ser,, sambil membelakangi sierli tak terasa air mata iza pun menetes,, segera di hapusnya takut sierli mengetahui kalau diriny sedang bersedih.
,,
sorenya,
mama dan ayahnya sierli sudah ada di samping sierli,,
sierli yang tiba-tiba bangun melihat kedua orang yang begitu.dirindukannya itu,,
"mama,, sambil bangun dan memeluk mamanya
"sierli yang kuat ya nak" tiba-tiba kata itu terucap dari mulut mama nya yang sudah meneteskan air mata.
"ma-maksud mama apa?,, membulatkan matanya ingin tau jawaban dari mulut mama nya itu..
"sebenarnyaa......
##
maaf ya guys telat update soalnya author lagi sibuk sama yang namanya tugas kenegaraan demi masa depan,,
itu alasan pertamA,, dan alasan kedua jempol author lagi sakit jadi agak susah ngetik,,
mohon maaf sebelumnyaaahhh,,,
__ADS_1