
hari-hari sierli tak lagi seperti dulu-dulu, ia hanya bisa rebahan berada dalam ruangan yang penuh dengan alat yang sudah dihafal betuul setiap bunyinya,, hari demi hari sierli yang dulunya bisa ke kampus, tertawa barenga sahabat-sahabatnya kini tak dapat dirasakan lagi,, bagaimana bisa sedangkan tingkat ke toilet ia mengandalkan bantuan mamanya,, kadang dia ingin menyerah dan menurutnya untuk mengahiri semuanya membuat dia tak akan menderita lagi,,
sierli yang pagi itu di titik dimana rasa lelah nya selama ini terlluapkan,, perawat yang datang untuk memberikan sarapan pagi untuk para pasien yang dirawat inap, dengan pelan membuka ruangan sierli dan meletakkan makan itu di meja yang berdampingan dengan ranjangnya.
"ini sarapannya ya ser" sapa.perawat itu, ya sebagian isi rumah sakit ini mungkin sudah mengenal ku. perawat tersebut kemudian meninggalkan ku. aku pun kembali sendirian di ruang itu, mama dan ayah pulang ke kos sebentar untuk mengambil baju dan mandi untuk memfresh kan tubub mereka yang mungkin sudah 3 hari tidak mandi semenjak aku dipindahkan ke ruangan khusus.
aku tak tahu setan apa yang merasuki ku, tiba-tiba air mata yang ku tahan-tahan selama ini mampu keluar, seketika aku membenci semuanya,, aku benci dengan diriku yang sakit, aku benci harus menyusahkan orangtua ku, aku benci diriku yang tak berdaya yang tingkat untuk keluar saja tidak bisa, aku benci segalanaya,, tak sengaja aku tolak nampan yang berisi sarapan pagi ku itu, dan "brukkkkk" seketika semuanya berantakan dilantai dengan suara yang hantaman yang keras itu.
mama yang tadi berjalan pelan di koridor rumah sakit itu seketika berlari karena khawatir adanya suara hantaman yang keras itu.
mama yang membuka pintu dengan cepat melihat sierli yang terduduk dan menangis sambil menatap kearah makanan yang sudah berserakan di lantai itu.
mamanya hanya bisa menutup mulutnya dan menetesakan air matanya tak sanggup melihat sierli yang mungkin siapa pun yang ada di posisinya mungkin akan berbuat seperti itu juga atau mungkin lebih.. mama pun mendekati sierli dengan pelan,
mama langsung menarik sierli ke dalam pelukannya,, sierli yang melepaskan pelukan mama nya dengan paksa,,,
mama sierli membulatkan matanya heran dengan sikap sierli itu "kamu kenapa nak?",,, sambil menghapus air mata.
"aku benci,, aku benci ma sama sierli sendiri, kenapa sierli bisa gini, aku benci ma, aku mau pulang, sierli gak kuat ma, sierli bosan, sierli mau MATI aja,,,,,se-serli,, gak mau buat mama repot,,,," sambil berteriak,
mama sierli kemudian memeluk sierli yang sudah mungkin agak frustasi itu sambil menepuk punggungnya,,, tanpa kata sebenarnya mama sierli tak tahu harus berbuat apa lagi untuk sierli yang menurut dokter kondisinya memang sempat menunjukkan ke arah membaik tetapi akhir-akhir ini dia semakin memburuk, mungkin karena stres dengan sakit yang dia derita.
"kamu akan baik-baik sayang,, mama disini sama kamu ya, mama ada" menepuk-nepuk punggung nya sierli dengan pelan untuk menenangkannya.
)))
hari itu entah kenapa hari mungkin sudah pada titik jenuh ku, aku tak tahu harus apa, hari-hari ku hanya dengan obat-obatan, suntikan, rebahan, masuk ruang ini, masuk ruang itu, cek ini cek itu, aku pun tak tahu, aku sudah sangat frustasi, kenapa belum membaik juga, kenapa belum sembuh,,, apa akan seperti ini selamanya?, aku pun tak tahu,
hanya malam yang bisa mengerti ku dan selalu menemani ku disaat tetesan air mata itu mulai turun, biar malam yang menjadi saksi bisu dikala sierli tak sanggup menahan segalanya.
pagi itu sierli kembali seperti biasa, tak semarah kemarin,
__ADS_1
mama yang menyuapi aku makan pagi sambil bercerita sesuatu yang lucu agar aku bisa tersenyum di awal pagi ini. aku hanya bisa tersenyum tipis ke mama tanda menghargai perjuangan mama yang inging membuatku melupakan sakitnya tubuh ku ini.
pagi itu mama memang ingin pulang ke kos dulu untuk beristirahat karena sudah lama tak kulihat mama tertidur dengan lelap, sekarang muka mama yang kusam pun sangat nampak seperti kurang tidur dengan hadirnya bagian hitam di area mata mama, sering di sebut sih mata panda efek begadang.
pulangnya mama ke kos digantikan dengan sahabat ku iza, iza yang kemudian merawat ku untuk hari ini.
iza pun duduk disamping ku dan menceritakan hal-hal yang terjadi selama aku tidak ke kampus. dengan aksennya yang kocak aku bisa dibuat tertawa lepas, dan perasaan ku sudah lama aku tak tertawa seperti ini seakan beban hidupku tak ada lagi dan seakan aku sudaj sembuh. tapi itu hanya perasaan ku saja.
iza pun mengeluarkan buku diary yang memang buku itu kukenal.
"ini. buku lo gue pinjem kemaren, hehehh" sambil senyum mencurigakan.
aku pun mengambilnya dan memeriksa lembar demi lembar buku itu, tapi tak ada yang aneh dengan buku itu, setelah ku baca, aku baru faham, "lo baca semuanya?" sambil membulatkan matanya...
"heheheh,, dikit doang mah gue bacanya, maafin gue yak, udah lancang ngebaca pribadi lo",,, sambil memasang ekpresi bersalah.
"mas- salah lo yang suka sama adrian,, lo beneran ser?"
aku tak bisa menjawab, ku rasa tanpa ku jawab pun iza tahu jawabannya, "lo kayaknya udah tau deh jawaban nya",,
"ya ampun ser,, lo gak kapok-kapok ya, udah disakitin sama adrian masih lo nyimpen dalem"
sierli pun menjelaskan segalanya tentang perasaanya terhadap adrian ke iza, iza yang hanya jadi pendengar yang baik.
tak disangka hari itu adrian ternyata mendengar pembicaraan antara sierli dan iza mengenai dirinya, saat itu dia memang ingin menjenguk sierli, tapi karena ada pembicaraan khusus tentangnya langkahnya terhenti tepat di depan pintu ruangan sierli dirawat. ia tak menyangka selama ini sierli benar-benar mencintai nya dan begitu banyak pengorbanan yang di berikan sierli terhadap dirinya, tapi sikapnya ke sieli hanya seperti bermain-main selama ini,, adrian begitu menyesali perbuatannya itu.. sungguh menyesal. tapi ini buan waktu yang tepat untuk menjumpai sierli.
adrian pun mengurungkan niatnya yang ingin menjenguk sierli.
__ADS_1
mungkin besok da bisa berjumpa dengan sierli dan mempertanyakan akan hal yang telah didengar nya itu......
))
agak kecewa sih karena yang baca gak banyak,, mungkin karena ceritanya monoton yak,,,
jadi syedih gue nyah,,,,, 😢😢😢😢
__ADS_1