
)))
hari itu mama sierli kembali ke rumah sakit untuk menggantikan iza.
"sayanggg,, ini mama bawa bubur buat kamu, tadi mama masakin di kos kamu" sambil membuka kotak makanan yang berisi bubur itu
iza yang sudah beres-beres untuk pulang ke kos pun pamit,, "tan,, iza balik dulu ya, andai iza gak ke kampus hari ini pasti tante masih istirahat di kos, maaf ya tan gantiim tante cuman satu hari doang"
"ia gak apa kok, itu pun udah lumayan kok tante bisa rebahan di dan istirahat,"
iza yang mendekatiku sambil memberi semangat untuk ku "ser, semangat ya, semangat buat sembuh nya, jangan ngeluh-ngeluh,, fighthing,,, "
"ia",,,, sambil memakan bubur yang dibawa oleh mama nya
iza pun keluar ruangan dan meninggal sierli dan mamanya.
sambil bersandar di dinding rumah sakit, sebenarnya hati iza tak kuat melihat sierli yang begitu menyedihkan,, tak terasa air mata iza pun menetes,, "ya tuhan kenapa harus sierli,, kenapa harus sahabat gue",,, sambil menyeka air mata nya dengan kasar.
))
setelah sierli diberi obat dan dicek kembali apakah ada perkembangan ke arah membaik atau malah ke arah buruk, dokter pun memanggil ibunya sierli untuk membicarkan suatu hal yang mungkin sangat penting itu.
"apa dok???,,, ingin kuat tapi naluri seorang ibu tak bisa menahan air mata karena melihat anaknya yang semakin memburuk
"setelah kami melakukan pengecekan ternyata tak ada perubahan, malah sierli harus berhati-hati karena tiba suatu saat penggumpalan darah bisa terjadi di bagian otak, sehingga menyebabkan kebutaan, atau mungkin lebih fatal"
sepanjang perjalanan mama dari ruang dokter menuju ruang tempat sierli di rawat hanya air mata yang menetes kaki-kaki mama terasa sangat lemah,, tak tau kenapa mama tiba2 tak kuat menopang tubuhnya sampai-sampai mama merosot di lantai,,,
"ibu kenapa buk?,,, suara anak laki-laki itu menyadarkan ibu yang masik terisak
sontak mama sierli menatapnya yang masih tepat di berdiri di depannya. anak laki-laki itu kemudian membantu mamanya sierli bangkit
"terimak kasih nak" sambil menyeka air matanya,,
mama sierli kemudian meninggalkan anak laki-laki itu dan masuk ruangan sierli,,, saat hendak membuka pintu, mama langsung mengubah ekspresinya seperti tak pernah menangis sebelumnya,, "sayangggg,,,"
"ma, gimana hasilnya,, aku membaik kan ma," begitu semangat sierli menanyakan keadaannya,, saat itu hati mama semakin hancur,
"kayaknya kamu harus pulang aja deh ser,, kita berobat di rumah aja ya,,"
"kenapa ma?,,,"
"kata do-dokter kamu udah sehat dan mama berinisiatif supaya kita bisa ngumpul bareng, sekalian kamu berobat sekalian kamu bisa melihat ayah,, adik,,,mungkin dengan begitu kamu semkin sehat" senyum mama begitu getir tak terlihat itu adalah senyuman bahagia
"dan mama udah bilangin ke dokter kamu, katanya sih boleh, sekarang tinggal kamunya, gimana" sambil memegang tangan sierli
"aku sih ngikut mama aja, kayaknya di rumah lebih best" tiba-tiba sierli merasakan sakit di bagian belkang yang begitu sakit,,,
"maaaa,,, kepala sierli,,," sambil memgangi kepalanya dengan kuat,,,
mamanya tak berdaya jika melihat penyakit sierli kambuh,, penglihatan sierli tiba-tiba seperti samar-samar
"ma kok sierli gini ma,"
__ADS_1
mama sierli langsung memeluk sierli dan menangisss,,, "kita pulang ya ke rumah" pinta mama
))
segal sesuatu urusan administrasi rumah sakit sudah selesai, barang-barang pun sudah di kemas,,
iza langsung memeluk sierli yang Masih dengan tali infusnya itu,, "lo sehat-sehat ya ser" sambil menangis
"iakk,,, lebbay banget dehhb",,, sambil menepuk-nepuk pundaknya iza
"tan hati-hati ya,.kalo.udah sampai kasih tau iza ya, biar iza gak khawatir"
"ia, terima kasih ya untuk selama ini" sambil memeluk iza
iza sebenernya udah tahu jika keadaan sierli semakin memburuk dan ditambah keuangan orang tuanya sierli semakin memburuk pula,,
)))
sesampainya di rumah,
sierli di antar ke kamar untuk beristirahat,,
"kamu istirahay dulu ya sayang,, kalo butuh sesuatu panggil mama ya",,,
malam itu sierli terbangun dan mendengar perkataan antara mama dan ayahnya,,
"pa,, kita harus segera membawa sierli untuk berobat kembali,, mama gak mau dia semakin memburuk,,"
"ia ma,, ayah juga gak mau kehilangan putri kita, tapi uang papa yang di bank sudah menipis, mungkin tidak cukup untuk pengobatan sierli"
"bagaimana pun papa harus berusaha" tangisan mama pecah,, " mama gak mau perkataan dokter itu terjadi,,"
"perkataan apa,,?,,," tanya ayah
aku tak meliht mereka tapi aku bisa merasakan bagaimana terpukulnya mama dan ayah,,, dan aku bisa apa, hanya menyusahkan saja, toh sebentar lagi aku juga gak akan ada di dunia ini lagi jadi untuk apa aku berobat kalo gak ada arah menuju membaik,,,,
))
pagi itu sieli bangkit dari tidurnya, tiba-tiba dia tak bisa melihat apa pun, ya semua gelap,, apa mati lampu ya?,,, ma,,,, ma,, mama,,, sambil berteriak
mama yang mendengar langsung meninggalkan pekerjaan nya dari dapur,,, "kenapa sayang, mana disini"
"mama dimana" sambil mengggerak-gerakkan tangannya seperti meraba untuk mendapati posisi mamanya,, layaknya seperti.orang buta
mama sontak menutup mulutnya dan air matanya pun pecah dan mengalir dngan deras
langsung menghambur ke pelukan sierli "mama ini sayang kamubjangan takut ya"
"ma, gelappp,,, aku gak bisa lihat mama"
)))
sierli langsung dibawa ke rumah sakit,
"kenapa ma" ucap ayah dari kejauhan
"sierli,,, sierli gak bisa ngelihat dan sekarang dia lagi kritis" sambil menutupi wajah
__ADS_1
ayah tak tahu harus berbuat apa hanya terdiam dan duduk disamping mama sambil memeluk mama..
"kita harus apa sekarang pa"
di dalam dokter begitu cekatan untuk mempertahan kan kesehatan sierli dengan sekuat tenaga tapi alhasil hari itu menjadi hari menyedihkan bagi sierli,, penyakitnya yang begitu cepat bereaksi,,
pernah denger gak guy kenapa orang gila gak pernah sakit??
jawabannya karena orang gila gak pernah setres berbeda dengan orang yang waras seperti kita ini...
penyebab cepatnya pembekuan itu karena pengaruh dari sieli yang mendengar percakapan mama dan ayahnya,,, itu membuat sierli sekan tambah sakit,,.dan semakin terpuruk dan pagi itu sierli mengalami pembekuan di bagian saraf matanya yang bersangkutan langsung dengan penglihatan dan setelah di bawa kerumah sakit pembekuan semakin menjalar ke bagian otak,
dan sierli pun tak dapat di SELAMATKAN
langit seakan ikut turut bersedih atas kehilangan sierli dengan menurunkan air hujan yang begitu deras,,,,
saat dokter keluar dari ruangan operasi itu, mama langsung menghadang dokter
"do,, dokkk,, dokter gimana dokk,, gimana putri saya"
dikter hanya bisa menggeleng tak sanggup melihat sang ibu yang mendengar kehilangan putirnya untuk selamanya,,,
"dok,,, gimana putri saya dokkkk",,, mungkin isyarat itu tak bisa diartikan oleh mama nya sierli karena saat ini dia begitu berantakan
"putri ibu TIDAK bisa kami selamatkan,, pembekuan darah yang begitu cepat di bagian otak tidak bisa kami atasi buk, maaf buk, saya turut berduka ibuk" sambil meninggalkan ibu sierli yang tersungkur di lantai dengan isakan tangis yang memillukan,,,
bahkan sampai akhir saat terahir sierli tak bisa melihat mama nya,,, "sierliiiiii"
#bersambung ya guys,,,
mungkin besok adalah sepisode akhir,,, besok episode tentang adrian,,,
__ADS_1