Segitiga Cinta

Segitiga Cinta
haruskah dengan AIR MATA


__ADS_3

maaf adrian,, lo bilang apa barusan???



apaan?? gak ada akh,, ucap adrian,,,



oke,, gue gak jadi deh diantar sama kamu, soalnya gue mau mampir di toko buku ACC..



serius ni, kata adrian



ya udah ya adrian, gue jalan dulu, pergi meninggalkan adrian yang masih bengong di atas motor mewahnya itu,



sebenarnya sierli tak ingin mampir di toko itu, tapi karena sudah lewat akhirnya dia singgah sebentar,



penjaga toko itu bingung karena sudah lama sierli tak mengunjungi toko buku miliknya.



sie, sapa penjaga toko buku itu


sierli pun menoleh dan mendatangi penjaga toko buku itu yang sedang di meja kasir...



sie, lo kemana saja sih, kok gak keliatan, terahir kayaknya lo datang kesini tahun kemaren deh,, kayaknya... ungkap lisna



oeh, gue,, gue mah biasa berkelana mencari inspirasi buat fue tulis di buku gue,,



sie,, ada buku baru ni, lo pasti sukak deh



buku apaan na



ni, sambil memberikan buku yang dari tadi memang ada di genggamannya lisna,,



gue pimjem ya, besok gue balikin atau lusa,, gue balik dulu, bye


meninggalkan lisna yang memang belum selesai berbicara dengannya,,



sierli, lo mah emang gitu, seenak jidatnya aja,,



di perjalann pulang ke kos,, sierli tak tau kenapa dia merasa sangat sedih,,,


seperti baru di campakkan oleh pacar, akhirnya jakan kaki,, lucu kan, wong adrian gak siapa2 nya dia,,



sesampainya di kos, sierli tak memperdulikan iza yang sedari tadi menunggunya di teras ko, sierli langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu, mungkin untuk saat ini dia tidak ingin diganggu,,



iza dibuat heran oleh tingkah laku sierli yang tiba2 mengunci pintu kamar,,


bukannya da harusnya balik sama adrian, wah ada yang aneh ni sama mereka, jangan-jangan mereka berantem lagi,,



iza mencoba mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi,,


iza pun mengetok-ngetok pintu kamar sierli yang di kunci itu,,



sierli tak tahu, saat dia berbarin di kamarnya, tiba-tiba dadanya sesak seperti menahan ribuan kilo beban di dadanya,, dan matanya membendung air mata yang hendak di tumpahkan,, tapi sierli berusaha agar tak menangis,, sambil memukul-mukul dada nya agar sesaknya berkurang,, lo kuat ser, pasti lo kuatt,,

__ADS_1


sebenarnya sierli mendengar ketukan di pintu kamarnya tapi untuk saat ini ia tak mau bertemu dengan siapapun,, karena saat ini dia begitu terlihat menyedihkan..



ser, kalo lo gak mau buka ni pintu, okelah,, gue tau lo butuh waktu, buat siapin jawaban lo kenapa,,


jangan lupa makan,, jngan banyak nangis, nantik mata lo merah bengkak, udah kayak zombie,, istirahat aja ya,,


iza yang dari tadi berbicara dengan sierli dengan perantaraan pintu yang tertutup itu



akhirnya sierli tak bisa menahan tangis yang di bendung nya sedari tadi,, dah pecah deh bendungan itu,,, air matanya tak ingin rasanya berhenti,,, udah ser,, udah lo gak boleh nangis kayak gini,,, ucapan sierli menyemangati dirinya sendiri...



GUR BENCI LO ADRIAN,, GUE BENCIII LOOO,,, GUE BENCIIIII,,, huhuhuuhuhu,,, sambil menangis dan sesegukan sesekali karena terlalu lama dia menangis,,,



emang dimata lo gue kayak anjing penjilat ya,,, huhuhuhu,,, hikshiksss,,, tangisan sierli yang belum berhenti,,



ia tak tahu kenapa dia begitu sedih sampai-sampai dia tak bisa mengontrol emosi dan air matanya yang terus berjatuhan,,,



seharian sierli di kamar,, dan itu membuat iza khawatir,, dan iza kembali ke kamar sierli yang masih terkunci itu,,


iza tak lupa membawakan makan malam untuk sahabatnya itu,, dia tahu bahwa dari pagi sierli belum makan apapun, kenyal minun di cafe tadi siang.



serr, bukain dong,, gue bawa makan lo ni,, gue tau lo lapar kan,, bukain dong, gue gak bakal nyinyir deh lo kenapa,, gue bakalan diem aja deh, sumpeh deh,,, bukain dong,,


lo tau kan apa yang gue ucapkan, gue gak bakal langgar,, plis ya anak baik buakain dong pintunya ser,,,,



sierli ahirnya meluluh,, dan membukakan pintu tapi tak lebar di bukannya, hanya sekedar membukakan kuncinya agar iza bisa masuj ke dalam, setelah membukakan pintu, sierli langsung kembali menuju ranjangnya.



iza kemudian memberikan makanan yang di bungkus itu,


iza melihat bantak sierli yang sudah basah dengan air mata, karena terlihat dari mata sierlu yang membengkak dan memerah itu.



sierli belum mau bergerak, itu membuat iza geram,,


apa perlu gue suapin non,, ucap iza agak lucu agar sierli tak murung lagi,



tiba-tiba sierli merasakan sakit perut yang sangat-sangat sakit, sambik memegang perutnya kuat dan melipatkan badannya seperti bayi yang masih di dalam perut,,



lo kenapa ser,, ser,,


ser, jangan becanda deh,, lo kenapa, iza yang ketakutan melihat sierli kesakitan



sakit za, perut gue sakit banget,, lo bisa ngambil obat gue gak di laci lemari belajar gue,,



oke, oke, oke,,


uza langsung dengan sigap segera mencapai laci mencari obat yang di katakan sierli tadi.



yang ini za,, sambil menunjukkan bungkus obat berwarna silver itu,,



bukann,, bukan itu za, yang dalam botol bening,, cepetan, gue gak tahan lagi ni,,



iza kembali mencari obat2 tersebut dengan cepat


__ADS_1


aduhh,, sakittt,, huhuhu, sambil menangis sierli menahan sakitnya,,,,,



botol ini ser,, tapi kosong kok,,



sierli terlupa untuk membeli obat nya itu,, dan dia baru sadar sekarang,,



akhirnya sierli pingsan, karena tak bisa menahan rasa sakitnya itu.



iza yang panik,, langsung menepuk-nepuj pipi sierlu,,


ser,,ser,, bangun,, ser lo gk boleh kayk gini,, serr,,


tapi nihil sierli masih belun sadar kan diri.



iza pun memanggil teman-teman yang lain, yang memang satu kos juga dengan mereka.


iza,, tolong,,,, ra, nis, tolongggg,, sierli pingsan, sambil berteriak



tolonggg,,,



akhirnya ira dan anisa menuju kamar sierli,,


ira ;: kenaoa sierli,, kok bisa pingsan,,


iza : gue juga kagak tau, ayuk bantuin gue bawak dia ke rumah sakit,,


mereka pun segera membawa sierli ke rumah sakit,, saat di ruang gawat darurat, sierli langsung di periksa oleh dokter, dan sambil menunggu administrasi untuk memindahkan sierli yang harus dan memang dokter mengharuskan sierli dirawat inap di rumah sakit tersebut.



iza yang bertemu dengan dokter sangat penasaran denga obat yang di tunjukkan sierli sewaktu di kos, obat yang dalam botol plastik bening.



dokter kemudian menerangkan bahawa itu adalah obat penahan rasa sakit,, dan untuk sekarang dokter belum bisa mengeluarkan pendapat tentang penyakit yang di derita oleh sierli.



dokter : kita tunggu saja ya hasil labnya,,


iza : baik dok,,



iza yang harap-harap cemas memikirkan penyakit sierli yang sebenarnya,,


apa yang sebenarnya disembunyikan sierli darinya..



iza langsung menuju ruangan sierli dirawat, disitu ada juga nisa, dan ira yang sedang menunggui sierli terbangun,,



iza : ra, nis, kalian balik aja, biar malam ni gue yang ngejagain sierli,,


ira : oke lah za, kami pamit dulu ya, nantik kasi tau kami ya kalo sierli udah siuman.


iza : ia,,



iza yang menatap wajah sierli yang masih tertidur,,


apa sebenarnya yang terjadi ser,,,





__ADS_1



__ADS_2