
Jadi inilah sekarang, saat aku bisa melanjutkan ceritaku kembali.
Aku tahu kalian pasti menganggapku konyol saat atas apa yang ku lakukan, tapi aku memang tidak melakukannya demi diriku semata. Mungkin aku lebih suka menganggapnya sebagai penghargaan, ucapan terima kasih, karena Hannah lah yang membuat hidupku sepenuhnya berbeda sekarang. Dia menyempurnakanku pemahamanku tentang arti cinta sejati. Dan dia lah yang menjadikanku lelaki yang paling berbahagia di dunia ini. Meski aku harus mengawalinya dulu dengan cerita pahit.
Dan memang sungguh ironis bukan, saat seseorang yang kau cintai tiba-tiba menikah dengan orang yang bahkan tak pernah kau kenal? Terlebih kejutan yang ku maksud agar ia terkesan justru menjadi pengingat dari perpisahan kami. Dan tentu, aku juga tidak pernah berharap hadiah ulang tahun tersebut berubah menjadi hadiah pernikahannya bersama orang lain.
__ADS_1
Aku tahu aku masih tak sanggup menahan kekecewaanku pada masa-masa itu. Aku bahkan aku tidak bisa hadir ke pernikahannya. Rasanya sangat mustahil untuk bisa berhadapan banyak orang, ke tempat di mana semua teman-temanku berkumpul, yang mereka telah tahu segalanya. Selain itu akan terlihat terlalu menyedihkan unutkku, ku rasa aku juga takkan bisa keluar dari sana tanpa merasa semakin tertekan.
Sebagian diriku masih mempertanyakan mengapa ia pergi begitu saja dari hidupku. Yang aku takkan pernah tahu jawabannya. Ku rasa jawaban dari pertanyaan itu adalah rahasia yang akan terus dibawa Sarah hingga penghujung hidupnya. Namun aku selalu punya cara yang lebih cerdas untuk menyimpulkan semua ini. Bahwa setiap orang bebas memilih kepada siapa mereka akan mencintai bukan? Dan tak ada seorang pun yang bisa memaksakan perasaan mereka kepada orang lain. Pada akhirnya aku tahu jika aku harus melupakan perasaanku. Sementara menyadari jika sejak awal pun dia memang tidak pernah ditakdirkan untukku.
Aku mengatakan jika ia telah benar-benar tepat dengan pilihannya. Aku juga mengatakan bahwa waktu yang kami habiskan berdua masih berarti banyak untukku. Yang aku takkan pernah melupakannya hingga sampai kapan pun. Dan aku juga mengatakan bahwa aku sudah cukup beruntung karena pernah merasakan cintaku untuknya. Kemudian berharap agar ia bisamengenakan jam tangan tersebut dengan bangga. Meski dulu terasa menyakitkan, tapi waktu bukanlah kenyataan yang diam. Dan aku takkan menyesalinya lagi sekarang.
__ADS_1
Kemudian saat mata kami kembali bertemu malam itu, aku tahu aku harus segera melepas genggaman tanganku. Karena kisah kami yang telah sepenuhnya berbeda.
Jadi di sini, aku telah berada di ruangan kerjaku kembali. Di saat aku harus menyempurnakan kata demi kataku, melanjutkan apa yang telah ku mulai beberapa saat sebelumnya. Karena inilah yang menjadi bagian dari jiwaku sekarang.
Aku menghela nafasku sejenak, seraya melepas semua kenangan yang terjadi. Dan saat aku meletakkan penaku sekali lagi, semua terasa lebih indah saat aku memikirnya. Sebab seperti yang pernah ku katakan, aku telah berbahagia dengan kehidupanku yang sekarang.
__ADS_1