
*Hay gyus. Mimin belum kasih visualnya ya, Mimin cariin yang pas ya.. semoga suka.🥰😊
Ranaya caslista umur 17 tahun anak dari pasangan Reno dan Sara.
Reyhan putra wiratama umur 18 tahun anak dari pasangan Wira dan Dewi.
" Assalamu'alaikum mi... " ucap Rara dengan membuka gagang pintu ternyata sepi pasti bibik didapur sedangkan maminya ada di dapur juga kali yaaa...
" Mi.. " teriak Rara kepada maminya.
" waalaikumsalam sayang. jangan teriak teriak gitu dong nak" ucap sara dengan membawa puding.
" hehe " Rara seraya nyengir dan mencium pipi sara.
" mi ada apa sih kok Rara suruh pulang cepet padahal tadi mau main " ucap Rara dengan duduk di bangku makan.
" nanti malam kita makan bersama keluarga Tante Dewi dan om Wira." ucap sara dengan memotong puding.
" emm.. kirain apa, kan masih nanti malam mi" ucap Rara membuat sara menatapnya.
" kamu dirumah nggak boleh keluar, kamu lupa bilang jam berapa tapi molor pulang nya " ucap sara dibalas cengiran Rara.
"iya iyaa mami ku sayang... Rara mau mandi bye " ucap Rara dan berjalan meninggalkan maminya.
Pukul menunjukkan 19.00 wib malam.
semua berkumpul ada Sara, Dewi, Reno,dan Wira. sedangkan Rey ada di belakang dekat kolam renang bersama Rara. mereka duduk berdua di bangku menghadap ke arah kolam.
" Gue ingin Lo batalin perjodohan ini. " ucap Rey tanpa menoleh ke arah Rara, sedangkan Rara hanya memandang lurus kedepan.
" Gue tau, Lo nggak mau perjodohan ini, gue pun juga nggak mau terjadi perjodohan ini terjadi, tapi kedua orang tua gue nggak bisa digugat apalagi mami gue " jelas Rara dengan menatap ponselnya digengaman nya.
" dan gue tau Lo nggak mau perjodohan ini karena Lo udah ada Bella kan?" tanya Rara tanpa menoleh ke arah Rey, tetap fokus dengan ponselnya.
__ADS_1
" nggak usah bawa bawa Bella di masalah ini" ucap Rey dengan tatapan datar menatap Rara.
" gue nggak bermaksud gitu kok Rey, gue tau Lo mencintai Bella, Lo ngga ada perasaan sama gue, gue juga sama. gue ada hati yang harus gue jaga sampai nanti gue bersatu sama dia " ujar Rara seketika Rey menoleh dan menatap Rara dengan intens.
" Lo punya pacar?" tanya Rey dengan tude point, namun tak direspon Rara. sedangkan Rara malah bangkit dari duduknya dan berkata.
" Perjodohan ini hanya untuk menyenangkan kedua orang tua kita, jadi nggak usah dianggap beban. masalah urusan Lo tetap urusan Lo bukan urusan gue juga sebaliknya urusan gue tetap urusan gue Lo nggak berhak ikut campur. oke " ujar Rara dan segera pergi namun ditahan rey sampai Rara menabrak dada bidang Rey mereka saling menatap intens
" Lo jadi selama ini punya pacar ?" tanya Rey dengan penasaran.
" lebih tepatnya calon suami gue nanti " ucap Rara Dengan enteng membuat dada Rey sesak entah kenapa dengan perasaan Rey yang mendengar langsung dari bibir cantik Rara jika ia mempunyai kekasih.
" bisa lepas " ucap Rara membuat Rey sadar dari lamunan nya.
" sorry " ucap Rey terbata bata.
" yok masuk. " ajak Rara dengan menggandeng tangan Rey sampai kedalam rumah.
" lha gitu dong sayang, sama calon suaminya yang akur kan enak kalau di liat " goda sara membuat Rara tersenyum kaku.
" gue tau Rey, Lo sayang banget sama Bella, jadi gue nggak akan campur tangan urusin kehidupan nantinya, karena ada hati yang harus gue jaga " gumam Rara dengan menatap lauk pauk didepan.
Mereka selesai makan, dan keluarga Wira pun segera pamit sedangkan Rara sudah di kamar bersiap siap menggunakan celana pendek jins seatas lutut dan atasan hodie oversize juga menutup kepala karena Rara keluar tanpa membawa helm.
" Mi,Pi Rara mau keluar bentar ya" pamit Rara.
" mau kemana ? ini udah jam 9 malam sayang. " tanya sara Yang sedang duduk di sebelah Reno.
" yaudah sana tapi jangan terlalu malam ya, sebentar aja keluar nya " ujar Reno dan diangguki Rara sedangkan sara hanya mengembuskan nafas kasar. mau apa lagi udah nggak bisa karena reno sayang dengan Rara, Rara selalu dimanja keinginan semua dituruti namun sejauh ini Rara tidak pernah meminta hal aneh" .
" siapp Pi, " ucap Rara dan segera berlalu.
Diperjalanan seperti biasa namun Rara sangatlah kacau, ia rindu dengan sosok laki laki yang menjadi cinta pertama, namun dengan cowok tersebut pindah ke kota akhirnya mereka berpisah.
" huh... akhirnya gue bisa keluar rumah juga, disini jauh lebih baik " ucap Rara sendiri dan duduk dibangku menatap pasangan sejoli seumuran dengan nya.
tidak sengaja rara melihat sosok Bima tak jauh dari Rara, Rara segera menghampiri nya namun baru jalan beberapa langkah terlihat Bella menghampiri Bima dengan langsung memeluknya.
__ADS_1
" loh, itu Bima sama Bella ngapain mereka disini, pelukan segala, bukan kah Bella pacarnya Rey. " gumam Rara dengan terus mengamati mereka berdua dari sebelah kanan.
" gue harus foto mereka biar Rey tau kalau pacarnya nggak sebaik yang dia kira " ucap Rara dengan segera mengeluarkan ponsel nya.
" cekrek. cekrek." foto berhasil.
" apa gue harus mendekat ke mereka ya, biar tau mereka lagi ngomongin apa disana " ucap Rara dengan sendiri dan bangkit dari tempatnya, ingin tahu dan mengendap endap. dengan segera Rara menyalakan perekam suara.
" Beb, kita udah lama nggak kencan " ucap Bella yang terus menempel Bima.
" iya sayang. makanya putusin tuh Rey " ujar Bima dengan mengelus rambut Bella.
" gue belum bisa Bim, karena gue masih butuh Reyhan, dia cerdas bisa buat gue juara kelas kan bikin bangga bokap gue, dan dia royal gue mau apa aja dia pasti nurutin. makanya itu kalau gue udah punya segalanya gue bakal ninggalin dia, gue juga nggak tahan sama dia kaya hubungan sama benda mati tau nggak " ujar Bella dengan lantang.
" brengsek " ucap Rara dengan pelan namun bisa didengar dengan pasangan tersebut, Rara dengan segera mundur dan berdiri. tidak sengaja Bima melihat adanya Rara.
" RARA " Seru Bima dengan menatap tajam ke arah Rara sedangkan Bella segera melepas tangan nya dari Bima dan berdiri.
" Lo disini juga Ra?" tanya Bima dengan tersenyum tanpa curiga, tidak dengan Bella yang menatap curiga ke arah Rara.
" kenapa?" tanya Rara dengan menatap Bella
" Lo disini nguping kan ?" tuduh Bella ke Rara.
" buat apa?" tanya Rara pura pura bodoh.
" iya kan, Lo ngaku aja gue tau Lo pasti nguping omongan gue dan Bima " teriak Bella membuat Bima segera menutup mulut Bella.
" hadeh, cewek berisik Lo. gue nggak nguping Lo berdua. gue baru aja Dateng. Lo takut bener kayaknya. oh iya Lo yang namanya Bella ya. anak baru sok banget sih, Bim gue cabut " ujar Rara dan pergi meninggalkan mereka. dan bella semakin dibuat kesal
" Lo apaan sih bell, itu Rara temen gue. jadi jangan bersikap kaya tadi, kaya bocah tau nggak" ucap Bima dengan nada tinggi .
" oh itu Yang namanya Rara, pantes songong belagu. lihat aja gue akan buat perhitungan buat Lo " gumam bella dengan menatap ke arah Rara yang pergi menjauh.
Rara tiba disamping motor nya
" huh untung gue nggak ketahuan, tenang Rara. cepat atau lambat si cewek matre itu bakal gue bongkar kejahatan di depan Rey langsung " ucap Rara dan segera pergi.
__ADS_1