SEKOLAH BARU

SEKOLAH BARU
Eps 6 Pertemuan keluarga besar


__ADS_3

Disore hari semua siswa semua pulang Rara pulang dengan seperti biasanya, tadi sempat berdebat karena Amel tidka mengizinkan Rara untuk naik motor dan malah menyuruh Alex untuk mengantarkan nya tapi Rara menolak karena nggak mau buat kedua orang tua nya salah paham terutama mami nya.


" assalamu'alaikum" teriak Rara dengan melangkah kedalam rumah.


" eh non Rara sudah pulang, cari mami ya non? mami non ada di kamarnya " ujar bibi diangguki Rara.


tiba dikamar sara, Rara mengintip maminya Yang sedang membaca majalah


" Sayang, ngapain?" tanya sara dengan melirik ke arah gadisnya.


" Mi, nggak bosen?" tanya Rara dengan menghampiri maminya.


" bosen, bosen kenapa sayang?" tanya sara dengan memegang kedua bahu Rara


" jalan jalan yuk mi, ke mall atau ke wisatawan gitu " ucap Rara membuat sara tersenyum.


" No, belum bisa sayang kalau nggak sama papi, mami nggak mau" ucap sara membuat Rara kesal dan bangkit.


" helehh, sok romantis " ucap Rara dengan pergi meninggalkan sara yang tertawa melihat tingkah lucu anak gadisnya yang sudah mulai besar.


Jam malam semua sudah dirumah termasuk Reno. kini mereka bertiga kumpul di ruang keluarga.


" sayang kamu dandan ya " ucap sara membuat Rara yang di samping Reno heran pasalnya kenapa tiba tiba mami nya menyuruhnya dandan.


" mami lupa mau ngasih tau kamu, malam ini kita akan makan besar, sahabat mami akan kesini jadi kamu ganti pakaian mu, jangan pakai pakaian minim sayang ." ujar sara membuat Reno geleng geleng.


" sahabat mami, kenapa dadakan? tadi sore mami nggak bilang apa apa ke Rara kan, kenapa sekarang baru bilang?" tanya Rara yang masih sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


" is, sini ponselnya kamu bandel ya dibilangin suruh ganti buruan nggak pake lama " ujar sara dengan cepat merebut ponsel Rara, dan akhirnya Rara segeralah menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian dan dandan sedikit.


" huhuhu. punya mami cerewet amat sih, gue pake baju mana? ini kali ya tapi udah kaya mau dinner aja ini kan nggak pernah gue pake hadiah ulang tahun dari mami nggak ah ini aja kan dirumah kecuali kalau diluar rumah.


Rara mengambil baju atasan berwarna putih lengan pendek dan bawahan rok jins pendek berwarna hitam dengan rambut di kuncir kuda riasan yang hampir tak nampak karena memang wajahnya yang memang sudah terlahir cantik dan manis.


selang beberapa menit tamu yang ditunggu akhirnya tiba iyaa itu adalah keluarga Wira dan Dewi juga Rey. Rey yang memakai kemeja kemeja warna biru garis garis yang kengan nya di lipat sesiku juga celana panjang hitam dan sepatu putih membuat aura tampan nya terpancar.


" assalamu'alaikum" seru Wira dan Dewi.


" waalaikumsalam, silakan tuan,nyonya " ucap bibi untuk mempersilakan masuk.


" Hay jeng, aku kangen Lo sama kamu " ucap sara dengan memeluk sahabatnya dan mempersilakan duduk.


" bro, gimana kabarnya?" tanya Wira dan dijawab Reno. mereka asik ngobrol sampai lupa memperkenalkan Rey di lingkungan tersebut.


" Hay tante, saya Reyhan " ucap Rey dengan mengulurkan tangan ke arah sara dan mencium nya.


" kamu gampang sekali Rey, pasti anak Tante suka sama kamu" ujar sara membuat Rey tersenyum datar.


" sebentar ya jeng aku panggil anak ku dulu " ujar sara dengan bangkit dan menghampiri Rara yang tertidur di kamarnya.


" astagfirullah alladzim, Rara bangun, sayang kamu gimana sih malah molor udah dandan cantik kok bangun hey Rara.." teriak sara membuat Rara segera bangun.


" apa sih mi teriak teriak nggak jelas, Rara ngantuk" ucap Rara dengan mengucek ucek matanya.


" turun dibawah udah ada sahabat mami ayo turun " pinta sara dan langsung diikuti Rara dari belakang.

__ADS_1


Rara turun dengan mengekor dibelakang sara dengan rasa kantuk yang luar biasa mencoba membuka mata didepan sara, Dewi pun terkejut melihat kearah Rara dengan ekspresi susah diartikan dan ia segera berdiri dan memeluk Rara secara tiba tiba membuat sang empu terkejut mau nggak mau membuka mata lebar-lebar, sedangkan Reyhan menoleh ke arah mama nya yang menghampiri seseorang betapa terkejutnya orang itu adalah Rara begitupun Rara juga terkejut mengapa ada mama nya Rey dan Rey dirumah nya.


" Rara " seru Dewi dengan berhamburan memeluk Rara tiba tiba.


" Tante, Tante kok bisa disini?" tanya Rara dengan bingung.


" sini duduk sayang, jeng kamu udah kenal sama anak ku?" tanya sara diangguki Dewi


" Rara ini adalah gadis selama ini aku cari sar, anak kamu ini udah nolongin aku pas dibegal didepan Indomaret dekat pasar. " ucap Dewi membuat sara menatap Rara, pasalnya ia tak pernah bercerita ini malah tau dari sahabat nya sendiri.


" oh gitu, Rara memang gitu jeng, dia memang jago silat, dikampung dia yang ngatain anak anak silat, sejak umur 4 tahun dia belajar silat dengan kakeknya sampai Kakek nya meninggal dan akhirnya dia yang lanjutin perguruan nya dia dan mengajar selama sepulang sekolah, cuma Rara dan papi nya yang mewarisi silat kakeknya jadi dia memang pemberani.


sedangkan Rey Yang sedari tadi. hanya menatap Rara tanpa kedip ia pasalnya melihat dandanan Rara yang begitu cantik biasa nya ia melihat Rara dengan tomboy selalu memakai celana malam ini ia menggunakan rok dan kaos pendek itupun sudah terlihat mewah di tubuh Rara.


" ada apa ini kok tegang" seru Reno yang dari tadi di depan dengan wira ngobrol masalah bisnis.


" loh kamu disini juga nak?" tanya Wira dengan menatap Rara, membuat mereka yang ada disana menatap penasaran pasalnya Wira kenapa bisa kenal dengan Rara. Wira jarang ada dirumah dia terus diluar kota.


" papa kenal sama Rara? Rara ini anak Reno dan sara " ucap Dewi membuat Wira terkejut.


" ya Alloh dunia begitu sempit kah, anak mu ini lah yang aku ceritakan ke kamu ren, dia yang nolongin aku waktu malam malam di rampok " ujar Wira dengan mendekat ke arah Rara Yangs dari tadi duduk di sebelah Dewi.


" Rara, makasih ya udah mau nolongin om, kalau nggak ada Rara mungkin udah.." ucap Wira terpotong karena Rara segera mengangkat bicara.


" sudah om, yang lalu biarlah berlalu, itupun nggak sengaja kok, nggak usah kaya gitu. " ucap Rara dengan tersenyum membuat kedua orang nya bangga dengan sikap anaknya meskipun bar bar di depan mami Pai nya setidaknya bisa menghormati orang tua lainnya.


"yaudah makan, jangan tegang gini kita mau seneng seneng " ucap Reno mencairkan suasana agar tidak tegang.

__ADS_1


__ADS_2