
Reyhan sengaja tidak bilang ke Rara kalau hari ini akan kerumahnya untuk mengajak nya belanja kebutuhan kemping. dan ia segera menuju ke rumah Rara.
sedangkan Rara yang masih acak acak an didalam kamar cuma menggunakan baju tidur celana pendek dan baju tidur pendek dan rambut lurus yang masih dikuncir Cepol dan Rara pun bermalas malasan dikamar nya. karena satu hari sebelum kemping semua siswa kelas sebelas dan anggota OSIS memang diliburkan untuk mempersiapkan semua nya dan istirahat agar badan fresh saat berangkat.
" Assalamu'alaikum" ucap Rey dan masuk menghampiri sara
" waalaikumsalam eh nak Rey, cari Rara ya?" ucap sara basa basi .
" iya tan, Rara nya ada? " tanya Rey dengan tersenyum ramah.
" ada dikamar nya nak, kalau mau samperin aja nggak papa. kamu naik, nanti ada kamar depannya ada stiker motor dia itu kamar nya " jelas sara dan Rey pun paham segera ia naik.
" Tok Tok " suara ketukan pintu. tak ada sahutan
" tok tok tok" suara ketukan semakin kencang namun masih tak dibuka. dan gagang pintu dibuka Rey pun akhirnya kebuka..memang Rara tidak pernah mengunci pintunya jika tidur.
Rey pun masuk ke dalam kamar Rara baru pertamakali nya Rey masuk ke kamar cewek, melihat kamar mewahnya Rara namun masih gelap karena lampunya masih dimatikan dan gorden jendela masih tertutup rapat. dengan segera Rey membuka gorden dan pintu balkon keluar terdapat kolam renang dan pemandangan yang asri. ia masuk kembali dan membuka selimut yang dipakai Rara ia masih tidur dengan nyenyak.
" Lo cantik Ra, tapi gue kenapa nggak bisa nerima perjodohan ini, gue sangat sayang sama Bella karena ia adalah teman masa kecil gue dan cinta pertama gue Ra. " gumam Rey dalam hati dengan mengusap kepala Rara. merasa tidurnya tidurnya terganggu ia segera membuka mata betapa terkejutnya melihat ada cowok dikamar nya selain papi nya.
" Aahhkkkk " teriak Rara membuat re terkejut dan segera membekap dengan tangan nya dan Rara pun berontak dan akhirnya mereka jatuh diatas ranjang king size.
" Dug dug dug " suara jantung mereka berdua
Kini Rara dan Rey jatuh dalam posisi Rara di bawah Rey diatas ranjang, membuat Reyhan terpesona karena melihat wajah cantik Rara dari dekat meskipun ia belum mandi namun tetaplah menjadi Rara yang cantik.
seketika Rey dengan wajah terus terus mendekat ke arah Rara.
"Minggir Lo isss" ucap Rara dengan berusaha melepaskan diri dari Rey, namun Rey tambah ingin menggoda Rara dengan segera ia rapatkan tubuhnya ke tubuh Rara. membuat Rara terkejut.
" Rey minggir nggak, minggir " teriak Rara namun tak digubris Rey.
" CUP" Rey yang mencium bibir Rara dengan lembut yang manis dan mengentalkan, Rara pun berontak namun lebih kuat tenaga Rey.
" frisk kiss gue" gumam Rara dalam hati membuat jengkel dan langsung menampar Rey.
" PLAK. " Suara tamparan yang sangat kencang membuat Rey menahan amarahnya.
" Lo gila ya, firsk kiss gue " teriak Rara dengan memegang bibirnya. sedangkan Rey hanya diam dan menatap Rara dari atas sampai bawah.
" sorry, gue kelepasan Lo buruan siap siap gue tunggu dibawah." ucap Rey dan Rara menolak.
" nggak. gue pengen dirumah Lo ngapain kesini?" tanya rara dengan penuh kekesalan.
" gue mau ngajak Lo belanja kebutuhan buat besok. " ujar Rey dan segera pergi.
" tapi gue...dasar main nyelonong aja " ucap Rara terputus dan segera ia ke kamar mandi dengan kesal.
Butuh waktu setengah jam Rara siap siap dan selesai semua ia segera turun menghampiri Rey dan mamanya diruang keluarga
__ADS_1
" Udah siap sayang?" tanya mamanya.
" udah mi, Rara pamit ya mi" ucap Rara dan disusul dengan Rey.
" Ra, Lo naik motor gue " motor gue.
" nggak, kita masing masing aja " jawab Rara dengan ketus membuat Rey menghela nafas kasar dan mendekat ke arah Rara.
" apa mau gue cium Lo lagi?" bisik Rey tepat ditelinga Rara membuat Rara mati kutu.
" gue harap Lo jangan seenak nya ya. gue nggak usah diancam" ucap Rara segera turu dan menghampiri motor Rey.
" wow.motor Lo lumagan cakep, ini Lo modif sendiri?" tanya Rara dengan melihat sisi motor Rey.
" iya, tapi ini modif an lama, tok naik" pinta Rey dan Rara segera naik mereka berlalu menuju mall.
perjalanan ke mall memakan waktu 20 menit karena Rey membawa motor dengan kecepatan diatas rata rata.
" Lo mau nyari apaan dulu Ra?" tanya Rey tepat disamping Rara
" gue mau beli tenda " ucap Rara membuat Rey menoleh.
" Lo nggak perlu bawa tenda disana udah disediakan sama pihak sekolah. " jawab Rey
" yaudah gue mau beli cemilan aja deh " ucap Rara dan Rey menggandeng tangan Rara membuat Rara menatap Bingung ke arahnya.
" beli nya dobel semua ya, buat gue juga " ujar Rey diangguki Rara.
mereka berdua asik belanja dan sedangkan Rey menerima chat dari bella.
*** **Ting**
Baby. kamu dimana ? aku kangen ( Bella.)
Sorry bell, gue lagi lagi ada acara keluarga ( Rey )
nanti selesai kapan? yuk jalan bareng shopping ( Bella )
iyaa, nanti yaa kalau dah kelar aku kabarin ( Rey )
siap baby... thanks ya see you ( Bella*** )
namun tak dibalas Rey dan ia segera masukan ponselnya ke dalam saku.
" siapa?" tanya Rara dengan tiba tiba membuat Rey menatap heran.
" Bella. " jawab Rey dengan datar
" mau ngajak shopping?" ucap Rara seketika Rey menoleh.
__ADS_1
" kalau iya kenapa? Lo mau juga" tanya Rey dengan tersenyum mengejek.
" gue punya uang sendiri, sorry anti ngemis " jawab Rara dan pergi mendahului Rey, sedangkan Rey menatap Rara dengan gemas.
" ini belanjaan banyak banget, bisa nggak bawanya " tanya Rara bingung dengan belanjaan nya.
" tenang biar supir mami yang ngambil. mbak nitip ini nanti ada bapak bapak kesini atas nama Rey suruh bawa aja ya. makasih" ujar Rey dan keluar bersama Rara.
" kita mau kemana lagi?tanya Rey
" gue laper Rey " ucap Rara dengan mengelus perut nya sendiri.
" kita makan cafe ramen sana aja " unjuk Rey dan ia segera menggandeng Rara. mereka jalan beriringan di samping semua menatap dengan kagum pasangan yang cocok romantis.
"ceweknya cakep bener, andai itu pacar gue " ucap cowok yang melihat Rara lewat dihadapan nya .
" mbak" seru Rey.
" selamat datang, mau pesan apa kak?" tanya waiters.
" emm..saya pesan ramen daging satu, sama es Boba coklat satu. Lo apa Rey?" ucap Rara.
" samain aja mba tapi minumnya saya latte " ucap Rey dan waiters pun menulis pesanan dan permisi.
" Rey, gue mau nanya sesuatu ke Lo tapi Lo jangan tersinggung ya" ucap Rara dengan
" Hem " jawab Rey dengan serius menatap rara.
" Lo kenapa bisa suka sama Bella? trus Lo Idha berapa lama sama dia? juga Lo kenapa bisa merebut dia dari Bima ?" tanya Rara dengan panjang lebar membuat Rey mengangkat sebelah alisnya.. pasalnya kenapa Rara menanyakan ini sampai segitunya.
" gue jelasin ke Lo ya. gue nggak merebut Bella dari Bima, karena Bella adalah gadis kecil yang selama ini gue cari. dia Bella cinta pertama gue didesa, sahabat kecil gue. temen main temen apapun itu di desa dan kita ketemu di lapangan basket. kita udah hampir 6 bulan. gue sayang sama dia gue nggak mau buat dia sakit hati Ra " jelas Rey membuat Rara semakin bingung, pasalnya ia juga menunggu seseorang yang menjadi cinta pertama nya sampai sekarang ia belum mendapatkan kabar.
" Didesa, Lo dulu tinggal didesa ?" tanya Rara diangguki Rey.
" dulu gue tinggal didesa, dan gue harus ikut nyokap bokap ke Jakarta karena kerjaan papa. gue harus pisah sama dia, dan dihari pertama gue dijakarta gue naik motor yang baru dibeliin bokap gue tapi ditengah jalan hujan deras gue kecelakaan akhirnya gue amnesia dalam waktu kurang lebih 1 tahun. gue hanya ingat nyokap bokap dan yang lain nya nggak. dan gue jadi bersikap kaya gini karena gue merasa nggak ada gunanya sampai cinta pertama gue yang gue sayangi malah nggak gue kenali" ujar Rey dengan tatapan kosong.
" permisi ini pesanan nya" ucap waiters dan diangguki mereka berdua .
" yaudah kita makan aja dulu, nanti disambung lagi" ucap Rara dan mereka berdua makan.
" em Rey, kita duduk sini dulu ya, soalnya gue masih banyak yang mau gue tanya ke Lo" ujar Rara diangguki Rey.
" Lo kok bisa tau kalau Bella adalah teman atau cinta pertama Lo?" tanya Rara membuat Rey seketika menatap nya dengan nanar
" karena dia juga dari desa yang gue tempati dulu, kemungkinan ia adalah cinta pertama gue Karen tumbuh besar jadi gue rada nggak bis ngenalin kecil dan besarnya " ujar Rey membuat Rara mengangguk
" desa Lo mana?" tanya Rara dengan datar
" Yogyakarta dekat wisatawan " ucap Rey membuat Rara terkejut.
__ADS_1