
Dihari sekolah seperti biasanya, saat ini dikelas Amel merasa sedih karena Rara tak masuk sekolah ia sakit setelah hilang didalam hutan, namun setelah kejadian kemarin Rara terus menghindari reyhan, ia sadar cinta Reyhan telah besar kepada Bella, jadi berusaha untuk menutup semua harapan yang telah sia sia.
" Ra, ini kamu makan dulu ya, " ujar sara membawa nampan berisi bubur.
" nggak selera mi" jawab Rara dengan lemah.
" kamu harus tetep makan, biar cepet sembuh " ucap sara dengan mengelus kepala anaknya.
" sayang, gimana keadaan kamu?" tanya Reno yang baru datang dan ikut duduk disebelah sara.
" Rara dah mendingan kok pi, cuma Rara masih lemes aja " ucap Rara dengan tersenyum datar.
" yaudah buburnya dimakan setelah itu minum obat, anak gadis papi kuat jangan kaya gini oke. oh ya mi besok sore papa akan ke Korea kalau bisa mama ikut ya karena disana lumayan lama kalau papa sendirian nggak enak nggak ada yang urus papi " ujar Reno ke sara membuat sara bingung.
" tapi kenapa mendadak pi? bukannya sebelum nya pasti bilang dulu jauh jauh hari apa ada masalah perusahaan kita yang dikorea ?" tanya sara panjang lebar.
" iya perusahaan ada masalah, karyawan papi ada yang korupsi jadi papi harus selesaikan segera mungkin. dan memperbaiki semua disana mungkin 1 bukan ma " jelas Reno.
" tapi gimana dengan Rara?" tanya sara yang tidak tega menatap Rara.
" Rara nggak kenapa kenapa kok mi, kalian tenang aja " ujar Rara diangguki Reno.
" tapi kamu serius nak?" tanya sara dengan tidak yakin.
" iya mi " jawab Rara dengan tersenyum manis.
*Sore hari nya Rara masih baring di atas ranjang.
" non, ada temen non dibawah" ucap bibik yang baru saja masuk ke kamar.
" suruh masuk aja bik" pinta Rara diangguki bibik.
" Rara... " teriak Amel dibelakang udah ada Alex dan Reza.
" Lo gimana keadaan nya?" tanya Amel yang masih memeluk Rara.
" gue baik baik aja kok, udah mendingan" jawab Rara dan tersenyum.
" Ra, ini gue bawain Lo buah " ucap Alex seraya meletakkan buah dimeja.
" Ra, ini gue bawain bubur tadi gue beli, gue jamin higienis kok " ujar Reza dengan meletakkan bubur dan membukanya.
" ayo buka mulut " pinta Reza yang sudah duduk didepan Rara membuat Amel dan Alex cengoh menatap keuwuan mereka berdua.
" enak?" tanya Reza dan diangguki Rara.
" kalian berdua pacaran?" tanya Amel dengan penasaran.
__ADS_1
" otw " jawab Reza dengan datar dan terus menyuapi Rara, Rara pun menerima perlakuan dari Reza karena ia sangat nyaman melihat ketulusan yang diberikan kepadanya.
" iya udah Lex yuk cabut kita malah kaya obat nyamuk" ucap Amel dengan cemberut.
" nyet Lo cemburu? iya elah... katanya Lo udah punya gebetan ngapain cemburu?" ucap Alex dengan terkekeh.membuat Rara dan Reza tertawa melihat ekspresi Amel..
" Ra, Lo cepet sembuh ya. ini buku catatan besok dikumpulin tadi gue dah kelar sekalian biar Lo bisa catat juga. jangan lupa ngeb besok bawa buku gue " ujar Amel dengan mencium pipi Rara.
" gue pamit ya Ra, kak. " ucap Alex dan keluar
" mereka berdua kenapa?" tanya Reza dengan meletakan bekas bubur.
" gue juga nggak paham kak. makasih ya kak udah jenguk gue dan makasih juga buat kemarin udah bantuin gue." ujar Rara diangguki Reza.
" sayang " seru sara yang di ambang pintu.
" eh maaf ya ada temennya. " ucap sara dengan tersenyum.
" ini sayang kamu minum obat, wow ini bekas makan siapa?" tanya sara dengan terkejut.
" bekas rara mi, itu bubur dari kak Reza " ujar Rara dengan datar.
" maaf tan. biar nanti Reza bawa sekalian " ucap Reza dengan ramah
" jadi nama kamu Reza nak? " diangguki Reza.
" makasih nak Reza udah repot repot kesini, dan apakah kamu juga yang menyelamatkan anak gadis Tante?" tanya sara dengan menatap ke arah Reza dan rara.
" iya mi, ini kak Reza yang udah nolongin Rara pas jatuh di jurang " ucap Rara.
" terimakasih ya nak... sering main kesini tak apa, Rara adalah anak tunggal jika kamu ingin kesini mainlah. anggap seperti rumahmu sendiri, oh iya orang tua kamu masih ada?" tanya sara dengan penasaran.
" allhamdulillah masih Tante, cuma orang tua Reza jarang di rumah mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan nya masing masing Tan, jadi saya juga nggak pernah pulang kerumah." ujar Reza dengan sendu.
" memangnya orang tua kamu Dimana kerjanya? " tanya sara dengan mendekat ke arah Reza dan duduk didepan Rara samping Reza.
" orang tua bekerja di luar kota tan, saya sendiri tinggal di apartemen tan" jawab Reza dengan tersenyum
" yaudah gpp, kamu tinggal di apartemen setidaknya hati hati, atau nggak kamu tinggal disini saja nggak apa apa, tante malah seneng Rara juga bisa ada temennya. " celoteh sara membuat Rara melotot.
" mami, apaan sih. " ucap Rara sedangkan sara dan Reza tertawa
" hampir mirip dengan keponakan ku?" gumam sara dengan terus melirik ke arah Reza.
" makasih Tante " ucap Reza dengan tersenyum.
Hari esok waktunya berangkat sekolah seperti biasa, kini Rara dirumah sendirian karena Reno dan sara ke Korea. ia juga menitipkan Rara kepada Reza saat bertemu kemarin.
__ADS_1
" Non, bibik buatin bekel nasi goreng buat non " ujar bibik membuat Rara kepikiran sesuatu.
" bibik buatnya banyak atau dikit bik?" tanya Rara membuat bibik bingung.
" maksud Rara, bibik buat nasi goreng nya banyak atau dikit, kalau banyak Rara minta dibawain bekel dua kotak ya. " ujar Rara dan bibik tersenyum lebar.
" hehe iya non, bibik siapin satu lagi sebentar ya " ucap bibik kembali ke pantry tak lama kembali membawa dua kotak nasi goreng atasnya telur ceplok
" makasih bik, yaudah Rara berangkat ya " pamit Rara dan berlalu, ia pergi ke sekolah seperti biasa menggunakan motor nya.
sampai di parkiran ia langsung disuguhi pemandangan Bella dan Siska yang menatap sinis ke arah nya, namun Rara tetaplah Rara yang cuek dan bodo amat
" eh, Lo nggak punya sopan santun?" tanya Bella dengan ketus
" budek Lo diem aja " teriak Siska dengan kesal. disana masih sepi karena memang Rara lebih awal berangkat nya karena ada urusan.
" gue nggak ada waktu buat Lo pada. misi" ujar Rara dan melewati semua gerombolan tersebut namun kaki Rara dijegal oleh Bella. membuat Rara kehilangan keseimbangan hampir saja terhuyung jatuh namun dengan sigap ada tangan kekar yang menangkapnya
" Deg deg deg. "
" ah, kak Reza makasih ya kak x ucap Rara dengan Tenzin.
" kalian pada ngapain? mau buat masalah lagi ha, kenapa bell Lo bisa jegal kaki Rara? apa Lo punya dendam pribadi sama Rara?" ujar Reza dengan nada datar dan tatapan tajam membuat Siska dan Bella takut.
" nggak kaya yang Lo lihat za , gue nggak sengaja " ucap Bella dengan pura pura menangis karena ia melihat Rey yang lewat .
" kenapa za, Bella... kenapa kamu?" tanya Rey dengan mendekat ke arah Bella dan mengelus rambut nya.
" tadi kak Reza nuduh aku katanya aku jegal cewek ringsek itu" ucap Bella dengan manja dibuat buat membuat Reza muak dan ingin muntah
" Reza Lo kenapa sih, bisa nuduh Bella kaya gini" teriak Rey dengan marah, Reza ingin menjawab namun dihentikan Rara
" tapi Bella udah buat Rara jatuh Rey, " teriak Reza dengan emosi.
." kak... udah ya kita pergi aja " bisik Rara disampingnya membuat Reza menoleh dan mengangguk. mereka berdua pergi sedangkan Rey terus menenangkan Bella yang pinter akting. Siska melihat itupun juga pergi bersama lainnya ia males melihat pemandangan yang muak itu.
" Ra Lo kenapa nggak bilang kalau Bella beneran salah" ucap Reza dengan tenang
" gue nggak mau memperpanjang semua ini kak, biarkan Rey tau sendiri pacarnya gimana. " jawab Rara dengan datar.mereka berdua duduk di taman karena sekolah masih sepi.
" kak, udah sarapan?" tanya Rara dengan menoleh ke arah Reza. Reza pun menggeleng.
" kebetulan ini tadi gue bawa bekel dua, satu buat buat makan aja " ucap Rara seraya mengeluarkan kotak bekal.
" buat gue? thanks ya Ra " tanya Reza kembali diangguki Rara. Reza segera membuat kotak dan memakannya.
" lain kali nggak usah kaya gini Ra gue jadi nggak enak sama Lo" ujar Reza dengan canggung.
__ADS_1
" nggak kok kak, santai aja " jawab Rara dengan tersenyum dan beralih menatap parkiran terlihat Amel dan Andra yang berangkat bareng.membuat Rara tersenyum samar.