SEKOLAH BARU

SEKOLAH BARU
Eps 8 Rasa sesak


__ADS_3

Berjalan dengan cepat Rara tidak sengaja menabrak seseorang yakni Reyhan yang keluar dari toilet cowok.


" Awwww. kalau jalan hati hati nggak lihat ada orang Segede gaban ini " ucap Rara yang jatuh dan Rey segera membantu nya.


" sorry gue nggak sengaja " ucap Rey dengan datar namun Rara merasa cuek dan segera pergi dan seketika tangan ditahan


" ada yang mau gue omongin ke Lo, ikut gue " ucap Reyhan dengan menarik paksa Rara.


" apaan sih Lo bisa nggak narik narik gini " ucap Rara dengan nada tinggi.


mereka berdua dibalkon sekolah yang tampak sepi dan dan hanya angin yang menerpa rambut Rara sampai menutup wajah cantik nya.


" Lo mau ngomong apa? gue buru buru " ucap Rara tanpa menoleh ke ara Rey yang duduk disampingnya.


" gue mau Lo tolak perjodohan kita" kata Rey dengan menoleh ke Rara.


" kenapa harus gue, kenapa bukan Lo aja. Lo tau sendiri kan pertemuan kita semalam itu yang keberatan cuma gue sedangkan Lo malah diem aja kaya orang bego" celoteh Rara membuat Rey mengarahkan Rara agar menatap dirinya


" gue nggak tega nolak nyokap bokap gue, gue punya pacar, gue nggak mau nyakitin dia " ucap Rey membuat Rara terkejut namun ia berusaha membunyikan dan menampilkan expresi datar.


" Emmm.. ya bagus lah kalau Lo punya pacar, jadi Lo aja yang ngomong sama nyokap bokap Lo, gue sih ogah juga ngejalani hubungan yang gak jelas sama cowok yang udah punya cewek lain. " ucap Rara dengan bangkit segera.


" gue hara Lo bisa ngomong sama mami papi Lo Ra " teriak Rey kepada Rara yang melenggang pergi.


Menuruni tangga sendirian Rara begitu berat.


" hati gue kenapa sesak gini ya. kaya gue kecewa, dan ternyata Rey punya kekasih tapi siapa ?" Gumam Rara berkelut dalam pikiran nya.


" Rara" teriak Alex dengan lari menghampiri Rara.


" Lo dari mana katanya mau ke kelas dulu" ucap Alex dengan mengatur nafasnya.


" gue dari atas, Amel mana?" tanya Rara yang mencari Amel namun tak bersama Alex


" Amel sama kak Andra dan kak Reza masih dikantin. gue cabut dulu abis gue di kacangin sama tuh Curut " ujar Alex.


" Ra kita ke kelas yuk, kenyang gue liat tuh Curut " ucap Alex diangguki Rara. mereka berdua jalan menuju kelasnya.


" woiii Lo berdua ngapa disini aja bukannya nemenin gue dikantin, Lo ngeb ngapain?" tunjuk Amel ke arah Alex.


" lha ngapain gue nungguin Lo yang asik ngobrol sama tuh OSIS " ucap Alex dengan menatap Amel dengan kesal.


" gue tuh cuma jawba pertanyaan kak reza aja ya nggak lebih, Karena kak Reza suka sama Rara " ucap Amel dengan reflek langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


" Apa " teriak Alex sedangkan Rara hanya menatap jengah dengan kelakuan mereka berdua.


" sorry Ra, gue nggak maksud tapi gue keceplosan. tapi bener kak Reza emang suka sama Lo Ra " jelas Amel dengan tersenyum.

__ADS_1


Tiba tiba salah satu siswa masuk dan memberikan info.


" Gyus... kita dipulangkan cepat karena guru akan pergi takziah ada kerabat guru yang meninggal.


" yaudah Ra,kita pulang yuk gue nebeng Lo ya jadi supir gue nggak gue suruh jemput" ucap Amel di angguki Rara dan mereka bertiga keluar kelas. nampak anggota OSIS semua lengkap diarea parkir. kini Rara telah menggunakan celana panjang dan hodie coklat dengan tudung kepala ya g dikenal membuat emage nya terlihat keren.


" Hay Ra, langsung pulang?" tanya Reza dengan tersenyum menghampiri Rara dan Amel.


" iya kak, ada urusan dirumah jadi gue cabut dulu ya " jawab Rara dan menggunakan helm


" Ra gue ada perlu sama Lo" ucap Reza dengan menahan tangan Rara. seketika membuat Rey menyerngit sebelah alisnya dengan menatap tak suka. dari kejauhan ada Reyhan dan Andra juga sisa CS menatap tak suka ke arah Rara kecuali Rey dan Andra mereka bingung dengan Reza kenapa menahan Rara yang hendak pulang


" Rey, Lo mau kemana? tanya siska karena Rey segera masuk ke dalam mobil diikuti Andra sedangkan Siska dengan kesal menatap mobilnya Rey yang segera pergi keluar parkiran.


" mau ngomongin apa kak? soalnya gue mau nganterin Amel juga " ucap Rara dengan tersenyum kaku


" gue ikut Lo berdua kebetulan gue bawa motor juga, jadi Lo berdua gue diikuti ya dari belakang " ujar Reza diangguki Rara sedangkan Amel sedari tadi hanya diam tidak berani ikut campur lebih jauh masalah Rara takut buat sahabat nya marah.


Mereka bertiga naik motor ada Rara dan Amel, Alex juga Reza. Ditengah jalan nggak sengaja melihat mobil Reyhan yang terparkir di pinggir jalan setelah di cari tidak ada pemiliknya.


" ini kan mobil Rey, kemana tuh anak" ucap Reza dengan panik.


" bentar bentar itu kan ada motor banyak banget lagi kaya Motor anak club' deh itu " ujar Alex dengan menunjuk ke arah Motor yang sedang diparkir tak jauh dari mobil Reyhan.


" gue inget, itu motor anak bakti Nusa. " ucap Reza dengan tambah panik pasalnya ia tidak menemukan Rey dan Andra yang dilihat pulang bareng.


" mereka tuh grup basket dan mereka kalah dulu sebelum Lo masuk sekolah sini mereka tanding dengan sekolah kita tapi mereka dan nggak terima dan cewek yang sekarang jadi pacarnya Rey itu adalah mantan pacarnya ketua basket anak bakti Nusa. membuat Rara terkejut.


" kita cari Rey " ucap Rara dengan pandangan ke depan.


" Lo berdua mending pulang, biar gue sama Alex yang cari.


" gue ikut kak, nanti gimana kalau kak Andra kenapa kenapa gue ikut pokoknya " ucap Amel dengan histeris membuat yang lain menatap penuh tanda tanya.


" Ra mending Lo pulang" ucap Reza namun tidak dijawab rara malah turun dari motor nya.


dan tidak sengaja mendengar suara keributan dan pukulan dari dalam kebetulan disamping kiri jalan adalah hutan yang tidak begitu lebat hanya pohon jati kebanyakan.


"Bugh, bugh bugh awww bugh"


" brengsek Lo pada mainnya keroyokan, kalo berani lawan satu persatu. pecundang ck " teriak Andra yang sudah memar dipukul oleh lawan sedangkan Rey juga ia tidak kalah parahnya dari Andra.


" BERHENTI" teriak Reza yang tiba ditempat.


" wowww.. ini teman nya juga kan, kalau nggak salah Reza. ya nggak ?" tanya ketua geng. sedangkan yang lainnya hanya diam cuma Reza yang jawab.


" nggak usah banyak bacot Lo, berani keroyokan Lo pada merasa menang gitu ?" ucap Reza dengan lantang. sedangkan Rara yang sedari tadi diam menatap Rey dan andra yang terluka parah beralih menatap ketua geng. dan membuat Rara geram dengan tingkah lawan, Rara segera maju mendahului Reza menatap ketua geng.

__ADS_1


" waduh bim, ada cewek cantik ini, jauh lebih cantik dari Bella bim. " ucap salah satu lawan namun tak dihiraukan, justru rara dengan langkah nya ia melangkah ke arah ketua geng.


" lo anak baru? gue belum pernah lihat lo sebelum nya " ucap Bima si ketua geng.


" jadi ini ketua geng nya ? " tanya Rara dengan menatap Bima, sedangkan Bima diam tidak bisa berkutik melihat Rara yang cantik dan mempesona.


" gue harap Lo segera sadar karena perbuatan Lo ini nggak cuma merugikan orang lain, tapi juga merugikan diri Lo sendiri. Lo rendah nggak ada harga dirinya kalau Lo masih kaya gini. " ucap Rara penuh dengan penekanan.


" untung lo cantik jadi gue nggak marah " jawab Bima yang ingin memegang wajah Rara namun dengan segera Rara membanting Bima dengan kasar.


" BRAKKK... AUWWW " Teriak Bima dengan kesakitan. sedangkan lainnya menatap heran dan kagum.


" Bim Lo nggak papa?" tanya temannya.


" sialan, Lo siapa beraninya " ucap teman nya dengan segera menyerang Rara dengan sigap Rara berkelahi sendiri melawan 8 anak geng, sedangkan Reza dan Alex juga Rey dan Andra masih cengoh menatap antraksi Rara.


" woi.. Lo pada bantuin Rara malah bengong aja ." teriak Amel ke arah sahabat nya dan sadarlah mereka dengan segera membantu Rara namun baru selangkah ingin membantu semua lawan sudah tergelatak di tanah terutama Bima yang jago dalam bela diri.


" Rara Lo nggak papa kan?" tanya Amel dengan khawatir memeriksa semua anggota badan Rara.


" Ra Lo hebat banget " seru Alex dengan kagum melihat Rara yang tidak seperti Rara.


" Ra Lo nggak ada yang luka kan? " tanya Reza dengan panik


" gue nggak papa kok kak. lagian gue udah biasa " ucap Rara membuat mereka disana kaget kecuali Reyhan yang hanya menatap dengan datar karena ia sudah tau sebelumnya.


" thanks ya Ra, kalo nggak ada Lo mungkin gue sama Rey udah KO " ucap Andra dia alas senyum Rara.


" Ra gue takjub banget sama Lo" ucap Amel seketika itu ditoyor Alex. membuat semua tertawa kecuali Rara dan Rey.


" oh iya, gue mau kasih saran kalau Lo nggak mau Nerima syukur kalo nggak yaudah, gue saranin Lo jangan berurusan sama mereka, karena mereka adalah geng besar anggota nya cukup banyak. tapi nggak sebanyak geng gue sih " ucap Rara dengan datar menatap Rey.


" bukan urusan Lo. gue terimakasih Lo udah mau bantuin gue, tapi kalau urusan gue sama mereka itu bukan urusan Lo dan Lo nggak usah ikut campur, gue cabut " ucap Rey membuat Rara mengepal erat kedua tangan dan menatap tajam ke arah Rey yang pergi.


" za, gue nebeng Lo ya, kayaknya Rey mood nya kurang enak deh " ucap Andra dan diangguki Reza. sebenarnya Reza ingin sekali bilang ke Rara kalau ia suka namun sepertinya waktunya kurang pas.


" maafin Rey ya Ra, kita cabut dulu. Lo hati hati ya, Lex Lo jaga Rara sama Amel. gue cabut " ucap Reza dengan menepuk pundak Alex


" tunggu. " teriak Bima dan berlari kecil dengan susah payah ke arah Rara Amel dan Alex.


" gue minta maaf, gue tadi nggak sengaja ribut sama Lo, gue Bima " ucap Bima dengan mengulurkan tangan ke arah Rara.


" gue Rara, gue tau tali jangan kaya gini, semisal Lo ada urusan sama Rey setidaknya Lo berdua selesaikan baik baik. jangan cuma karena cewek atau pertandingan jadi kaya gini, gue takjub dengan Lo yang mau ngakuin kesalahan nya. gue cabut " ucap Rara panjang lebar membuat Amel dan Alex saling menatap. pasalnya mereka belum pernah dengar Rara bicara panjang lebar baru kali ini, sedangkan Bima hanya tersenyum ke arah Rara ya g pergi meninggalkan mereka dan segera diikuti Alex dan Amel dibelakang.


." gue tertarik sama Lo Ra" ucap pelan Bima.


.

__ADS_1


__ADS_2