
" Ra, yuk kantin " ajak Amel.
" boleh " jawab Rara dan berdiri, mereka berdua berjalan menuju kantin.
" Ra, Lo mau pesen apa? biar gue pesenin " ucap Amel yang akan memesan makanan.
" gue ikut aja " jawab Rara dan duduk di kursi didepan nya.
" oke, bentar ya " Amel berjalan ke arah ibu kantin untuk mengantri.
" Hay, boleh gabung ? " tanya Alex dengan mendekat ke arah Rara, namun Rara enggan menjawab.
" ini Ra, eh Lo ngapain kesini Lex?" tanya Amel yang baru saja datang membawa pesanan.
" ya mau makan lah ngab, trus mau ngapain?" ucap Alex dengan langsung duduk.
Rara,Amel,Alex adalah sahabat satu kelas 2 SMA IPA. Amel memang sering becanda dengan Alex, Alex tipikal percaya diri dan humoris.
" Woi ngeb gue nggak di pesenin sekalian ni" ucap Alex menatap Amel.
" ye elah siapa yang tau kalo Lo juga mau makan, Sono pesen sediri aja, gue keburu laper tau" gerutu Amel dengan segera memakan bakso yang dipesan, ia memang pesan dua mangkok bakso dan dua jus jeruk.
" iya deh bentar yeee gue pesen dulu" kata Alex dan berlalu memesan makanan
" Misi, gue mau duduk kalian berdua minggir " ucap Siska anggota OSIS alias kakak kelas membuat Amel menatap Rara yang asik makan bakso juga memainkan ponselnya.
" Budek Lo ya, Minggir Lo pada kita mau duduk sini " ucap Eni sahabat Siska.
" Lho Lho apa apaan Lo pada main ngusir aja, ini tempat duduk kita, Lo pada cari sana tempat duduk yang lain" ucap Alex dengan menaruh pesanan nya.
" Lo tau nggak siapa kita?" ucap ana sahabat Siska
" kita nggak kepengen tau " ucap Alex dengan langsung memakan bakso
Membuat Siska in the geng emosi seketika Siska langsung meraih es jeruk yang ada didepan dan mengguyur Amel dan Alex.
" Lo apa apaan sih, Lo emang kakak kelas tapi nggak gini juga cara Lo" seru Alex dan Amel dengan tersulut emosi.
"Lo bener bener ya, " ucap Siska yang akan menampar Amel namun tangan ditahan Rara.
__ADS_1
" Lo kalo mau tempat duduk ini nggk perlu serendah itu.stop berhenti gangguin sahabat gue atau Lo bakal urusan sama gue langsung" ucap Rara membuat Eni dan ana takut dengan tatapan Rara namun tidak dengan Siska.
" kurang ajar " ucap Siska dan ingin menampar Rara, namun dengan aksinya Rara menendang kaki Siska membuat jatuh tersungkur.
Disana banyak yang melihat aksi dari mereka dan ada ketua OSIS juga anggota lainnya.
Reyhan adalah ketua OSIS , ia melihat adegan perselisihan ini membuat panas kupingnya, dengan segera ia berdiri dan menghampiri mereka.
" Lo kurang ajar ya " ucap Siska yang ingin mendorong Rara namun dorongan gagal malah Siska yang terhuyung seketika ditangkap Andra selaku anggota OSIS lain.
" CUKUP " Bentak Reyhan membuat semua diam dan takut kecuali Rara, Rara hanya menatap depan acuh dengan semuanya.
" Siska ikut gue ke ruang OSIS, dan lo juga " ucap Reyhan dengan nada dingin tatapan datar dan berlalu.
" Ra, sorry ya Lo belain kita malah jadi gini" ucap Amel dan diangguki Alex.
" kalian berdua ganti baju, beli baju di koperasi nanti gue yang bayar. " ucap Rara dan berjalan mengikuti arah Reyhan
***
" Kalian berdua ada masalah apa? sampai bikin kacau di sekolah?" tanya Reyhan dengan menatap tajam ke arah Siska dan Rara.
" tapi kenapa Lo ngusir tempat adik kelas sis? padahal Lo tau kan disana masih banyak kursi kosong " ucap Andra dengan tatapan menyelidik.
" iyaa gue pengen duduk disitu, kan emang itu tempat duduk favorit gue ndra, mereka aja yang nggak mau ngalah " ucap Siska nggak mau kalah sedangkan Rara hanya diam saja dengan memainkan ponselnya.
" kamu," tunjuk Reyhan ke arah Rara dengan segera Rara menatap malas kearah Reyhan
" kalau ada yang bicara perhatikan, bukan malah main handphone " ucap Reyhan dengan nada bentak.
" gue harus bilang apa? sedangkan gue disini nggak salah, asal kalian tau mereka datang dengan tujuan mau ngusir sahabat gue, dan mengguyur sahabat gue, dan sekarang dia bilang jika yang salah gue, dengan alesan Karena gue nendang dia. trus yang mulai dulu siapa? kalau kebijakan nya kaya gini Lo sebagai kakak kelas so pasti menang karena Lo senior dan apa apa junior lah yang salah gitu kan keinginan Lo" ucap Rara dengan panjang lebar menatap Siska berganti Reyhan.
" Siska Lo harus minta maaf dengan mereka, gue nggak mau dianggap senior yang menindas junior". ucap Reyhan penuh penekanan dan menatap Rara.
" tap tapi... " ucap Siska menggantung
" udahlah sis, Lo minta maaf aja apa susahnya sih" ucap Reza dengan jengah menghadapi situasi seperti ini.
" gue minta maaf " ucap Siska dengan menjulurkan tangan ke arah Rara, namun Rara enggan menjawab dan juga tidak membalas uluran tangan siska dengan percaya diri nya ia segera keluar dari ruang OSIS, membuat yang lain hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
" gila tuh cewek jutek amat, dia kayaknya siswa baru deh soalnya belum pernah liat dia sebelumnya" ucap Andra
" dia memang anak baru cuma dia kurang ajar " ucap Siska yang ingin beranjak dari duduknya.
***
" Ra, nggak kena hukum kan?" tanya Amel
" iya Ra, gimana tadi apa ketos marahin Lo atau gimana?" tanya Alex dengan penasaran.
" gue nggak kenapa kenapa, Lo berdua tenang aja semua udah clear " ucap Rara dengan mengeluarkan buku novelnya
" Lex Lo dipanggil di kantor sama Bu indah " ucap salah satu siswa
" oke, gue ke kantor dulu " ucap Alex dan diangguki Amel.
" Alex kamu kan ketua kelas, jam pelajaran saya sampai nanti pulang saya kasih tugas ya kerjakan buku paket halaman 40-60 itu dikumpulkan saya ada keperluan jadi nanti di kumpulin dimeja saya, paham " ucap guru indah
" siap bu" jawab Alex dan berlalu menuju kelas
" gyus, dapet tugas Bu indah kerjakan soal halaman 40-60 ya, nanti selesai dikumpulkan
" Bu indah kemana ?" tanya Amel
" nggak tau katanya ada keperluan, semua guru briefing sih jadi semua kosong cuma kita aja yang dikasih tugas " jawab Alex dengan membuka buku paket.
" Ra, Lo berdua aja sama gue bukunya Lo kan belum punya buku nya kan" ucap Amel diangguki Rara.
Setelah mengerjakan dalam waktu 30 menit semua selesai kecuali Rara, ia selesai butuh waktu 15 menit dan dia lanjut membaca buku novel terbarunya seraya menunggu yang lainnya.
" Mel, gue harus ke perpus deh buat ambil ni buku paket biar gue punya sendiri bukunya" ucap Rara
" gue anter Lo ke perpus nanti sendiri takut nya nyasar hihi" ucap Amel dengan terkekeh
" enak aja Lo, gue nyasar Lo nangisin gue gitu ?" ucap Rara dengan tersenyum
" Lo cantik Ra" ucap Amel dengan lantang membuat Alex menoleh
" Rara emang cantik cuma dia tuh jutek dingin dan gak gampang senyum " sahut Alex membuat sang empu geleng geleng
__ADS_1
" yaudah yuk ke perpus " ajak Amel dan mereka berdua berdiri sedangkan Alex ke kantor mengumpulkan buku yang semua sudah di kumpulkan terlebih dahulu.