
Masih disekolah kini jam istirahat Rara membuka pesan dari mama nya Rey. yakni Dewi.
" **Ting... pesan masuk "
" Rara, Tante sama om pengen ngajakin kamu makan malam bareng ya, nanti di lestoran Xxx jam 07.00 ya sayang.. " ( Dewi ).
" in syaa Alloh tan, Rara usahakan kesana " ( Rara )
" nanti malam biar dijemput Rey kamu tenang saja. dan inget nggak usah sungkan ya nak " ( Dewi )
" iya Tante. " ( Rara** )
Rara berada di kantin bersama Amel, Alex tidak ikut karena ia dipanggil di kantor.
" Lo ada masalah Ra?" tanya Amel.
" nggak, emang kenapa?" tanya rara dengan balik.
" gue lihat kok kaya mikirin sesuatu gitu " ucap amel yang meminum jus melon.
" nggak kok Mel... gue udah kenyang yok baik" ajak Rara.
Rara dan Amel kembali ke kelas, diperjalanan berpapasan dengan Rey dkk
" Kak" seru Amel dengan menatap Andra yang tersenyum.
" udah makan Ra?" tanya Reza dibalas anggukan oleh Rara.
seketika melewati Rey, Rey sempat berbisik.
" jangan lupa nanti malam gue jemput" bisik Rey dan berlalu mengikuti Reza dan Andra.
" kak Rey ngapain tadi kok bisikin Lo Ra?" tanya Amel dengan penasaran.
" nggak tau gue " jawab Rara dan pergi berjalan mendahului.
Bell sekolah berbunyi semua murid pulang namun saat Rara berjalan menuju parkiran terdengar teriakan Dari seseorang yakni Bima. Bima sengaja menunggu Rara di balik gerbang, ia melihat Rara yang ditunggunya datang. segera mendekati nya.
" Rara " teriak Bima
" udah mau balik?" tanya Bima dengan semangat.
" iya, gue mau balik, kenapa Bim?' tanya Rara dengan menggunakan helm full face nya.
" bareng yok. gue pengen deh bareng Lo" ujar Bima namun dibelakang Rara terlihat Reza mendekat.
" Rara balik sama gue" ujar Reza dengan datar dan tatapan mata elangnya.
" Lo siapa nya Rara, selalu saja ikut campur " ucap Bima dengan kesal
" udah kalian nggak usah kaya bocah deh, bareng ya bareng aja. kan bawa motor sendiri kan" ucap Rara dengan ketus. membuat kedua laki laki tersebut saling melempar pandangan dan segera berlari menuju motor masing masing.
" yok ra gue siap" teriak Bima yang sudah siap.
Mereka bertiga menjalankan motor masing masing, Rara sengaja tidak langsung pulang karena ini masih pukul 3 sore ia menuju ke danau. diikuti oleh Reza dan Bima.
" Lo suka tempat ini Ra? tanya Bima yang sedari tadi celingukan.
" emm ya nggak juga sih, cuma udara disini seger banget tau " ujar rara turun dan berjalan ke dekat danau.
" wiss asyik... gue fotoin Ra?" tanya Bima. dan Reza yang sedari tadi diam hanya melihat gerak gerik Bima dan menikmati keindahan alam luar.
" kak Reza sini... " teriak Rara dengan melambaikan tangan nya.
__ADS_1
" kenapa Ra?" tanya.reza mendekat.
" foto yuk, ayok sini " ucap Rara dengan menarik tangan Reza.
*mereka berdua asyik foto bertiga dengan posisi Gonta ganti. dan tak berselang keadaan langsung hujan deras. kini mereka bertiga meneduh di pinggiran jalan lebih tepatnya di pos,
Reza dan Bima melihat baju Rara basah membuat mereka berinisial untuk memberikan jaketnya.
" ini Ra pake " seru mereka berdua bersamaan. membuat Rara bengong.
" nggak usah, kalian pake aja, gue bawa hodie kok di jok motor bentar ya " ucap Rara dengan berlari kecil membuka jok motor dan mengambil hodie.
" hujan nya deres banget ini gimana cara pulang Lo Ra, kalau gue sih bisa aja nerobos ini hujan" ucap Bima dengan sedikit berteriak karena memang hujannya sangatlah deras.
" Lo balik aja dulu Bim, Soalnya rumah Lo kan lebih jauh dari pada gue" ujar Rara dengan lantang.
" nggak gitu Ra, takutnya Lo nanti sakit " ucap Bima.
" Lo pulang Sono, biar Rara sama gue " ujar Reza membuat Bima menatap tajam namun Reza tampak acuh.
Dengan tidak sengaja ia melihat mobil terparkir tak jauh dari tempat mereka bertiga terlihat lah Bella yang berdiri disamping kanan yang sedikit lagi jurang*.
" loh itu bukannya mobil Rey Ra?" tanya Reza dengan menunjuk ke arah mobil.
" gue kurang tau kak, " ucap Rara dengan melihat ke arah yang ditunjuk.
" iya itu kan Bella, ngapain dia disana ?" tanya Bima dan segera menaiki motor nya menuju Bella diikuti Rara dan Reza dari belakang.
" Bell. Lo ngapain disini?" tanya Bima dengan sedikit berteriak karena keadaan hujan yang sangatlah lebat.
" hiks hiks... Bim, tolongin Rey Bim tolongin Rey" Isak tangis Bella dengan menunjuk ke arah kiri disana ada Rey yang melawan orang orang berbadan kekar berbaju hitam.
" Rey, dimana Rey?" tanya Reza dengan khawatir ia menatap yang ditunjuk Bella.
" mereka siapa?" tanya Bima yang sedang menenangkan Bella. sedangkan Rara berjalan mengikuti Reza namun ia tak berlari seperti Reza takut jalannya licin.
" mereka mengancam Rey tadi kayaknya urusan bisnis orang tua Rey Bim, bantuin dia Bim" ujar Bella dengan melepaskan pelukannya.
" loh Rara mana?" tanya Bima yang tidak melihat adanya Rara. ia segera menyusul Rara ke arah kiri.
" woiiii, berani nya keroyokan " teriak Reza dengan amarah yang sudah tak bisa dibendung. disana Rey masih bisa melawan cuma wajahnya sedikit memar apalagi keadaan hujan dan licin.
" siapa kamu? kita nggak ada urusan sama kamu" ujar bodyguard tersebut.
" Reza Lo kenapa bisa disini?" tanya Rey dengan Reza yang sudah berada didekatnya.
" biar gue yang ngadepin Rey " ucap Reza dengan berani
" dug dug bug buag bag bag akkrrr " teriak Reza yang hampir saja terkena pukulan karena ia terjatuh.
namun Rara tiba ditempat
" Sialan, siapa kamu?"tanya bodyguard.
" lawan itu yang sebanding, satu lawan satu, jangan keroyokan kaya gini" tutur Rara membuat bodyguard marah dan langsung menyerang Rara.
Terjadilah perkelahian antara mereka. Rara melawan tiga orang sekaligus. Reza melawan dua orang, Rey melawan satu orang, dan Bima menyusul melawan satu orang yang awalnya berkelahi dengan Reza.
" Kurang ajar, kamu siapa cewek jago sekali silat mu" seru salah satu orang tersebut yang sudah berada dibawah tikaman Rara.
" gue siapa bukan urusan Lo pada, Lo pada suruhan siapa? tanya Rara dengan menikam salah satu bodyguard tersebut. sedangkan yang lain masih berkelahi.
" itu bukan urusan kamu bocah tengik, cuihh, " teriak orang tersebut membuat Rara memutar mata Malas.ia tidak sengaja menoleh ke arah bella yang dibelakang sudah ada salah satu orang yang membawa Senjata tajam sedangkan Bella tidak mengetahui nya.
__ADS_1
Rara buru buru melepaskan tikaman dengan menendang orang tersebut dan berlari sekencang kencang nya menghampiri Bella,
" AWAS BELL... " teriak Rara dengan berlari. membuat Bella terkejut begitu juga dengan lainnya.
" JLEBBB aahhh... "
" RARA " Teriak ketiga pria tersebut sedangkan Bella mematung melihat perut Rara berlumuran darah namun ia masih bisa menahan pisau nya yang sengaja ditarik kembali dan ingin menusuk Bella namun dicegah Rara dengan menggunakan satu tangan kanan.
Reza dan Rey segera berlari diikuti Bima.
" BUGH BUGH BUGH " pukulan keras dari Reza dengan membabi buta sedang kan Rey segera menghampiri Rara yang sudah pucat dan terjatuh dengan luka di bagian perut juga tangan.
" Ra, Lo bertahan ya " ucap Rey dengan khawatir dengan khawatir nya ia sampai lupa disana juga ada Bella.
" udah bro, bro udah... dia bisa mati " ucap Bima dengan menahan Reza
" lebih baik sekarang kita fokus ke Rara dulu, tahan emosi Lo " ujar Bima. Reza pun segera menyusul mendekati Rara.
" kak Reza... " suara Rara dengan lirih.
" iya Ra, gue disini" jawab Reza dengan meneteskan air matanya begitupun juga dengan Rey, sedangkan Bima dan bella diam disamping.
" jangan bilang ke mami papi ya... Rara kuat kok" ucap Rara sebelum tidak sadarkan diri.
" Rara, Ra bangun Ra " seru Reza dan rey.
" kita bawa ke rumah sakit sebelum keadaan nya parah " tutur Bima dan mereka semua ke rumah sakit membawa mobil Rey. sedang Bima membawa motor mengikuti dari belakang, sebelum nya Bima sudah menelfon anak buah nya untuk mengambil motor Rara dan Reza agar di antar dirumah sakit medika.
" SUSTER, SUSTER "teriak Reza dengan menggendong Rara.
Ruang UGD pun tertutup. mereka menunggu di bangku dan Reza pun terus gelisah akan keadaan Rara, begitu juga dengan Rey yang tampak frustasi sedangkan Bella ia masih ketakutan .
" kalau tadi Rara nggak menyelamatkan gue Pati saat ini gue yang terbaring disini" gumam bella dengan sendiri nya.
" bro gimana keadaan nya Rara?" tanya Bima yang baru datang. namun tak digubris oleh Reza dan rey.
Menunggu 1 jam kemudian. dokter baru seleksi dan keluar.
" keluarga ranaya caslista" panggil dokter.
" iya dok, gimana keadaan nya ?" tanya Reza dan Rey bersamaan.
" kalian siapa nya?" tanya dokter dengan menatap kedua orang tua nya.
" saya saudaranya dok " ucap mereka bersamaan.
" baiklah temui saya di ruangan ya " pinta dokternya dan berlalu.
" jadi gini pasien bernama ranaya caslista kehilangan banyak darah, dan dibagikan perut luka nya sangat dalam jadi ia akan mengalami koma " ujar dokter membuat syok mereka.
" berapa lama dok ?" tanya Rey
" itu belum pasti lihat perkembangan nya juga. karena ia juga koma dan bahaya nya di organ dalam nya. " ujar dokter dengan menjelaskan.
" dan siapa darah kalian yang cocoknya dengan pasien?" tanya dokter
" darah golongan apa dok?" tanya Reza dengan wajah semrawut.
" AB, pasien golongan AB. kebetulan disini stoknya habis jadi dari pihak keluarga barangkali ada yang sama " ujar dokter dengan menyayat resep obat
" saya dok, kebetulan darah saya AB " seru Reza dengan lantang. sedangkan Rey diam Karena ia gak bisa apa apa karena beda golongan darah.
" baiklah, ini resepnya. dan bagi yang transfusi darah ikut suster diluar ya. terimakasih " ucap dokter.
__ADS_1