
Rara dan Rey masih stay di cafe letaknya di mall dikawasan ibu kota Jakarta.
" UHUK UHUK " Rara terkejut sampai ia tersedak minuman nya.
" pelan pelan minum nya, nggak akan ada yang ngambil" ujar Rey seraya memberikan tisu ke Rara.
" sorry sorry tadi Lo bilang apa diyogya Deket kota wisatawan?" kata Rara untuk mengurangi perkataan Rey.
" Hem. " jawab Rey dengan datar.
" apa jangan jangan dia Tama" gumam Rara dalam hati dan terus memperhatikan wajah Rey yang Cuek. sedang yang ditatap hanya bisa menatap Rara datar.
" Lo kenapa sih, biasa kali kalau lihat gue. nggak gitu juga gue akui emang gue ganteng" ucap Rey dengan menggoda Rara.
" Apa bener dia kak Tama selama ini yang gue cari?" gumam Rara tiba tiba mata memerah meneteskan air mata membuat Rey heran dan panik
" kenapa.lo nangis Ra, apa ada yang luk?" tanya Rey dengan menghapus air mata nya
" nggak kenapa kenapa , gue bisa lihat foto kecil Lo nggak?" tanya Rara dengan suara parau.
" bentar kayaknya didompet gue ada deh " ucap Rey dengan membuka dompetnya dan mengambil foto kecil. disana ada foto Rey dan gadis kecil nya tersebut yakni Rara namun Rey seperti nya tidak mengingat jelas gadis tersebut karena dia pernah kecelakaan dan amnesia.
" ini foto gue, dan disebelah itu adalah Bella " ucap Rey membuat Rara menahan rasa sakit. gimana nggak sakit ia berjuang menolak banyak cowok di luaran sana untuk menanti dan mencari kehadiran sahabat kecilnya yang pernah menolong nya saat ia diculik oleh preman.
" jadi benar Lo adalah kak Tama, selama ini yang gue cari cari adalah ketos nyebelin ini" gumam Rara dan segera ia mengembalikan foto tersebut.
" emmm.. ini udah sore Rey. gue cabut dulu ya, ada urusan " ujar Rara dan bangkit.
" gue anter, kan Lo kesini sama gue jadi balik nya sama gue juga " ujar Rey namun seketika mereka berdua terkejut pasalnya dari arah lain ada Bella dan Siska mereka berdua juga sedang shopping.
" Reyhan. baby kamu disini ternyata?" tanya Bella sedangkan Siska menatap tajam ke arah Rara.
" kamu kok bisa sama cewek rengsek ini Rey, apa dia godain kamu lagi Rey?" tanya Bella dengan melepas pelukannya.
" heh Lo ngapain disini sama pacar orang? Lo mau caper sama Rey ha" seru Bella dengan ngegas.
" dasar cewek murahan " umpat Siska dengan jelas.
" bella, Siska. kalian apa apaan sih jangan gitu kalian berdua..kita tadi nggak sengaja ketemu disini, udah lah jangan buat kacau ini tempat orang " ujar Rey dengan kesal pasal nya ia tidak suka dengan keributan.
" Gue permisi " ucap Rara dan berlalu.
" Ra, " panggil Rey namun ditahan Bella.
" mau ngapain sih kamu, mau nyamperin cewek rengsek itu udah lah Rey, disini aja kan ada aku" ucap Bella dengan manja
__ADS_1
*Terpaksa Rey menuruti keinginan Bella, karena Rey mengira sahabat kecilnya ialah Bella maka di itu semua permintaan nya ia turuti.
" sorry Ra, gara gara gue Lo pulang sendiri" gumam Rey dalam hati.
Ini Rara menuju jalan raya berjalan kaki dengan gontai dan pikiran yang terus mengganggu. dan saat ini dalam keadaan hujan ia sengaja karena memang sudah mencari kendaraan pas waktu hujan*
" Ini gimana apa gue harus move on tapi nggak semudah itu " ucap Rara sendiri.
" gue pikir Lo bakal nyariin gue dan nungguin gue sampai ketemu nggak segampang itu Rey, Lo malah asik sama bella yang jelas jelas bukan gue itu. " ucap Rara dengan kesal.
" loh itu bukannya Rara " ucap Reza, yups yang lewat adalah Reza dengan menggunakan mobil.
" Rara" panggil Reza dengan menurunkan kaca mobilnya seketika rara menoleh kearahnya.
" sini masuk" pinta Reza dan rara segera masuk.
" sorry kak mobil kakak jadi basah " ucap Rara dengan mengelap wajah nya.
" lo kenapa jalan kaki Ra? biasanya naik motor?" tanya Reza
" dan lihat baju Lo basah kan, yaudah biar gue anterin pulang " ucap Reza namun Rara segera menolak.
" nggak kak, gue nggak mau pulang gue mau jalan aja" ucap Rara dengan tampang sedih membuat Reza ikut sedih dan bingung.
" sebenarnya apa yang terjadi sama Rara kelihatan dia lagi banyak masalah" gumam Reza yang terus mengemudi kan mobilnya
" Ra kita mampir ke apartemen gue ya. takutnya Lo sakit " ucap Reza diangguki Rara
" masuk Ra" ajak Reza
mereka berdua di apartemen mewah.
" ini ada hodie gue oversize tapi, sama ini ada celana pendek bisa Lo pake Ra, tapi rada kegedean mungkin gak papa ya" ujar Reza dengan tersenyum.
" nggak papa kok kak, makasih ya" ucap Rara diangguki Reza.
Kini Rara mengganti pakaian nya sedangkan yang basah diambil Reza di letakkan di mesin cuci ia cuci sekalian, dan Rara nyaman menggunakan pakaian Reza meskipun kebesaran tapi lebih nyaman dan hangat.
"Ra ini gue buatin Lo susu, minum gih" ucap Reza dan duduk disamping Rara.
" thanks "
" Lo ada masalah apa?sampai hujan hujan " tanyanya ke Rara.
" ada sih masalah cuma nggak bisa Rara ceritain kak, maaf ya " jawab Rara dengan menatap Reza.
__ADS_1
" is ok nggak papa Ra, yang penting Lo tenang dulu oke. dan Lo jangan lupa kabari ortu Lo kalau Lo ada disini, takut nya nanti salah paham" tutur Reza.
Akhirnya Rara memberi kabar ke mama nya kalau ia sedang main di apartemen temen nya dan pulang telat. tapi kedua orang tua nya nggak tau kalau di apartemen cowok tau nya di teman cewek.
sedangkan Rey, pulang bersama Bella dan Siska naik mobil, motor Rey di bawa supir Bella. disini Siska pun juga kesal karena harus melihat pemandangan yang bikin hatinya kesal dan panas.
" Bell langsung pulang aja ya, aku mau siap siap buat besok" ujar Rey dengan fokus kedepan.
" iya udah nggak papa kok Rey, thanks ya belanjaan nya ini aku seneng banget " ucap Bella dengan tersenyum manja namun Siska yang dibelakang melengos males melihat pasangan sejoli yang membuat hatinya terbakar cemburu.
Kembali di apartemen Reza dan rara
mereka berdua asik menonton film horor karena kebetulan Rara dan Reza sama hobi nya nonton horor.
" kruyuk kruyuk" sial bikin malu aja ni perut " gumam Rara dan menoleh ke arah Reza, Reza pun tertawa.
" haha Lo laper Ra? yaudah tunggu sebentar" ucap Reza dan bangkit menuju dapur
" heemmmm wangi banget " ucap Rara dengan mengendus wangi yang dari dapur ia segera menyusul ke pantry .
" masak apa kak?" tanya Rara membuat Reza terkejut.
" astagfirullah Ra bikin gue kaget aja Lo, kenapa Lo udah laper banget ya bentar lagi " ujar Reza dengan terus mengiris daun bawang.
" gue bantuin ya" ucap Rara dengan mengambil alih pisau yang dipegang Reza.
" kak, tolong kuncir rambut Rara dong " pinta rara yang sedang mengiris bombai.
" bentar gue ambil karet dulu " ucap Reza dan tak lama kembali membawa ikat rambut.
*Reza mengikat rambut Rara terpampang leher jenjang yang putih terekspose membuat Reza susah menelan saliva sendiri.
" udah belum kak?" tanya Rara membuat Reza tersadar.
" udah udah, Lo lanjut potong gue masak cek nasinya dulu udah mateng belum . " ujar Reza dan menuju ke sebelah.
niat awal Reza memang ingin memasak nasi goreng karena di kulkas hanya ada bombai, daun bawang sama bumbu nasi goreng instan dan telur. kebetulan stok beras masih ada dari bibik rewang keluarga Reza*.
" udah kak, trus ini diapain?" tanya Rara dengan polosnya.
" sini biar gue aja yang masak,Lo duduk disana " tutur Reza diangguki Rara.
10 menit nasi goreng jadi lezat dan bergiziš¤ dimasak pakai cinta
" Hemmmm, sumpah gue takjub sama Kaka udah ganteng pinter masak aduh, Rara makan ya" ujar Rara diangguki Reza.
__ADS_1
Setelah makan Reza mengantar Rara pulang ke rumahnya menggunakan mobil. tapi masih menggunakan baju Reza namun dirumah nampak sepi ternyata sara dan Reno pun sudah tidur karena jam menunjukkan pukul 22.00. tinggal pak satpam saja yang masih berjaga