
Pagi harinya di keluarga Wira telah berkumpul dimeja makan dan melakukan aktivitas seperti biasa
" Pa, semalam kenapa mam telfon nggak aktif ? mama kepikiran terus sampai tidur di kamar Reyhan " ucap mama Dewi dengan mengambilkan makan untuk suaminya.
" maaf ya ma, tadi malam papa beneran syok, karena dijalan ada masalah" jelas Wira tak lama Reyhan turun dan ikut duduk
" Masalah, masalah apa pa? tapi papa nggak kenapa kenapa kan?" tanya Dewi dengan khawatir
" Allhamdulillah papa nggak kenapa kenapa ma, di jalan papa sempat kerampokan dan pegal nya 4 orang, papa rasa itu suruhan rekan bisnis papa yang kalah tender dengan papa, jadi mereka mau merebut berkas yang ada ditangan papa " jelas Wira dan membuat Dewi histeris
" papa, hiks bener kan firasat mama, tuh sedari semalam nggak enak " ucap Dewi langsung memeluk suaminya.
" papa kerampokan? apa nggak dilaporkan ke polisi saja pa?" saran rey dengan khawatir
" sudah, papa sudah laporkan ke polisi kasus ini, dan papa nggak akan biarin mereka nyelakai keluarga kita. yaudah ma sekarang mama tenang dan makan, papa ini ada meeting awal jadi papa harus segera berangkat " jelas Wira untuk menenangkan Dewi dan mereka bertiga sarapan dengan penuh hikmah
Di keluarga Reno, kini Rara disidang mama nya yang kesal akan tingkah anak gadisnya, membuat Reno menggeleng kepala melihat kedua Bidadarinya.
" Ra, mama butuh penjelasan dari kamu?" ujar sara dengan memulai pembicaraan
" iyaa maaf mi Pi, Rara itu nggak keluyuran, jadi gini ceritanya. Dan akhirnya Rara pun menceritakan kejadian semalam perkelahian nya dengan perampok suruhan tersebut, membuat sara terkejut mendengar penjelasan dari gadisnya.
" sayang, lain kali jangan seperti itu, kamu tau kan harta mami dan papi cuma kamu yang kita miliki. jangan kamu terlalu peduli sama orang lain tanpa berfikir jernih dengan keselamatan mu nak. " tutur sara dengan khawatir keadaan gadisnya. sedangkan Reno tampak bangga dengan gadisnya kecilnya itu. singkat cerita.
memang Rara adalah keturunan yang ahli silat, kakek alias orang tua dari reno lah mempunyai padepokan di desa dan Rara memang sudah terlatih sejak kecil di desa nya. demi keselamatan gadisnya Reno memutuskan gadisnya belajar silat sedari kecil ber umur 4 tahun. masih imut imut nya dan berbuah hasil tidak sia sia.
" sudahlah mi, Rara baik baik saja, itu dilengan kiri mu sudah diobati sayang?" tanya Reno dengan melihat lengan Rara yang berbalut perban.
" lengan kamu terluka sayang?, coba mami lihat " ucap sara dan membuka baju seragam Rara bagian lengan. dan benar saja ia terluka namun Rara sudah obati dan tertutup perban.
" udah mi, ini luka kecil aja, jadi nggak usah khawatir ya, yaudah Rara berangkat dulu " pamit Rara dengan segera mencium pipi kedua orang tua nya.
Perjalanan menuju sekolah menggunakan motor, dan tibalah diparkiran Rara segera turun dan melangkah menuju kelasnya.
disana sudah ada Amel dan Alex yang duduk dengan menatap Rara yang baru saja masuk.
" Ra Lo baik baik aja kan?" tanya Amel dengan menatap sahabatnya yang menahan sakit.
" iya ngeb kenapa? gue baik baik aja. " jawab Rara dengan menduduki diri di bangkunya.
" Lo semalam pulang nya gimana? trus kak Rey Lo antar apa gimana, soalnya kata kak Andra dia nggak bawa kendaraan" ucap Amel dengan panjang lebar.
" gue anter, iya kali gue tinggal anak orang itu " ucap Rara dengan tersenyum kecut.
" Lo berdua abis dari mana semalam?" tanya Alex yang sedari tadi penasaran.
" kita berdua semalam abis dari pasar malam, Lo sih gue telfon nggak diangkat yaudah gue duluan deh sama Rara " celoteh Amel ke Alex.
" he congek Lo tu pikun apa gimane, nomor gue kan ganti oon " ucap Alex dengan Nanda kesal membuat Amel tepuk jidat dan tertawa.
" udah Lo berdua malah ribut Sono gih ke lapangan sekalian " ucap Rara dan mereka berdua diam namun masih dengan tatapan yang kesal.
Saat ini mereka mengikuti pelajaran dengan damai dan tenang, karena fokus akan ulangan yang diadakan mendadak membuat mereka semua gelagapan kecuali Rara dan Amel mereka adalah cerdas dalam pelajaran apapun terutama Rara dengan peringkat satu paralel di sekolah lama nya.
__ADS_1
" Buk saya sudah selesai" ucap Rara dengan berdiri dan langsung menaruh lembar jawabannya ke depan.
" Buk, saya juga " seru Amel dengan langsung mengikuti Rara keluar
" Ra Lo cepet bet deh ah ngerjain nya, gue jadi ditinggal" celetuk Amel dengan mengerucut.
" kaya mau kemana aja Mel, ayok ke kantin gue laper " ajak Rara dengan menggandeng tangan Amel. dengan senang hati Amel pun mengangguk.
" Bu, pesan bakso dua mangkok es jeruk satu, es teh satu. " seru Amel dengan girang, pasalnya mereka senang karena selesai mengikuti ulangan dadakan dengan lancar.
" Ra lengan Lo kenapa ? kok diperban sih " ucap Amel dengan membuka kerah baju lengan Rara nampak lah dengan balutan perban dan luka yang masih basah
" ya Alloh ini kenapa tangan Lo Ra? sampai kaya gini" ucap Amel dengan histeris namun Rara biasa saja.
" udah nggak kenapa kenapa Mel, ini luka kecil, nggak sengaja tadi malam setelah gue nganter ketos gue dijalan berantem ketemu perampok " jelas Rara membuat Amel kaget pasalnya Rara cewek sendirian dihadang perampok.
" trus Lo bisa pulang gimana tu?" Amel dengan menutup lengan baju Rara kembali.
" iya gue lawan lah ngeb, mas Agus mau ikut perampok itu, yang bener aja udah ah gue mau makan " ujar Rara dengan langsung menyicipi bakso pesanannya.
"Lo dijalan harus hati hati, jangan malem malem kalau pulang " tutur Amel diangguki Rara. mereka berdua makan dengan lahap dengar bel istirahat tiba tiba berbunyi menandakan waktu istirahat dan semua siswa siswi berhamburan keluar menuju kantin.
" Woii, gile soalnya susah banget, gue Ampe susah mikir " ujar Alex yang tiba tiba datang membuat kedua nya kaget.
" eh tuyul, gue kaget gile Lo. " ucap Amel dengan ceplos membuat Alex terkekeh.
" emang Lo bisa mikir juga Lex ? " tanya Rara membuat Amel tertawa meledek.
" hahaha, rasain Lo" ejek Amel dengan menjulurkan lidahnya.
" udah, kita udah kenyang cuma mau ke kals males, Lo makan gih kita temenin disini " ucap Amel dengan mengeluarkan ponsel nya sedangkan Rara memilih diam sibuk dengan ponsel dan telinganya yang memakai earphone untuk mendengarkan musik.
" Hay Ra, Mel " sapa Andra dan Reza barengan.
" Hay kak" balas Amel dengan tersenyum.
" berduaan aja kalian?" tanya Andra dengan menduduki bokong nya ke bangku.
" nggak kak, kita bertiga, temen kita namanya Alex dia lagi pesen makan" ucap Amel dengan malu malu. pasalnya didepan mereka adalah cowok populer tapi Reyhan tak nampak karena dia harus menemui guru di kantor. selesai nanti ia akan menyusul sahabat nya.
" Loh kok ada kakak kelas" ucap Alex yang tiba dengan membawa semangkok bakso dan es teh.
" kita izin gabung sini boleh kan ?" tanya Reza ke Alex. dan segera dijawab Amel.
" boleh kok kak, silakan aja, Lex Lo duduk sini smaping gue." ucap Amel dengan melirik ke samping kiri.
" tap, " ucap Alex terpotong karena Amel segera menarik tangan Alex untuk duduk di sebelah kiri nya, Alex pun pasrah.
" za, Lo mau pesen apaan? biar gue yang antri" ucap Andra dengan menatap Reza.
" samain" ucap Reza sesekali melirik ke arah Rara yang sedari tadi sibuk game juga mendengarkan musik.
" Lo main game apa Ra kalo boleh tau?" tanya Reza namun dicuekin Rara, bukan dicuekin sih pasalnya Rara nggak dengar kalau Reza bertanya.
__ADS_1
" woi Curut, Lo Ditanyain kak Reza malah diem aja " ucap Amel dengan menyenggol tangan Rara membuat sang empu kesakitan. iya yang disenggol adalah tangan Rara yang sakit Yang sobek akan kejadian semalam.
" AMEL" bentak Rara membuat semua menoleh ke arah meja mereka.
" sakit, gila Lo Mel" ucap Rara dengan merintih kesakitan, Amel pun baru menyadari bahwa yang disenggol ialah luka Rara.
" aduh maaf Ra gue lupa kalau tangan Lo lagi sakit, maaf ya. maaf gue lupa Ra" ucap Amel dengan takut kalau Rara marah dan nggak mau temenan lagi.
" apa tanya Rara sakit? " tanya Alex, Andra dan Reza secara bersamaan.
" iyaa, kena bacok perampok, gue minta maaf ya Ra, gue bener nggak sengaja gue lupa. bodoh banget sih Mel . " ucap Amel dengan menyesali tindakan nya barusan.
" Lo hati hati, sakit tau, lihat ini perbannya lepas kan jadi berdarah lagi" ucap Rara dengan menahan sakit nya.
" ayo gue antar Lo ke UKS, ndra Lo disini aja biar gue anterin Rara ke UKS biar bisa diperban lagi" ucap Reza dengan berdiri dan menggandeng Rara, sedangkan Amel bersama Alex terus merasa bersalah akan tindakan nya
" Lo sih, gara gara kecerobohan Lo Rara jadi kesakitan kan " ucap Alex dengan pelan namun masih didengar Andra yang ada dihadapan mereka berdua.
"gue lupa ngeb, gue nggak sengaja, masa gue mau celakain sahabat gue, nggak lah" ucap Amel dengan kesal.
" udah kalian jangan ribut, nanti pasti luka nya baikkan makan Mel, Lo belum makan kan?" tanya Andra dengan tersenyum ke arah Amel
" gue udah makan kak, gue ke kelas dulu deh. bye " ucap Amel dengan pelan diangguki Andra dan Alex pun menggeleng kepala nya.
**Di UKS **
" sini biar gue bantu " ucap Reza melipat lengan baju rara agar bisa diobati .
" tahan ya. " ucap Reza dan diangguki Rara.
" cowok ini perlakuan nya lembut banget, baru kali ini gue nemuin cowok kaya gini, nggak cuek nggak nyebelin, dan ramah " gumam Rara dalam hati dengan menatap ke arah depan.
" udah selesai Lo bisa benerin bajunya " ucap Reza dan merapikan P3K.
Kembali dikantin kini Reyhan telah selesai rapat nya, dan segera menyusul ke kantin dan melewati ruang UKS nya tanpa sengaja mata Rey menangkap sosok Reza Yang sedang berdiri dan didepan nya terlihat ada seseorang yang sedang duduk di ranjang, Rey pun penasaran ia segera masuk tanpa mengetuk pintu.
" kriyeettt " suara pintu terbuka lebar.
" eh Rey, Lo udah selesai " tanya Reza dan menghadap ke belakang ke arah Reyhan.
" Lo ngapain za disini?" tanya Rey dengan datar.
" ini Rara, dia lagi terluka dan gue bantu obatin " ucap Reza dengan bergeser agar Reyhan bisa melihat Rara Yang sedang duduk Di ranjang.
" Ra Lo kenapa?" tanya rey dengan mendekat.
" nggak kenapa kenapa, cuma luka kecil aja ini udah mau membaik " ucap Rara dengan tersenyum samar.
" coba gue liat" ucap Reyhan dengan memaksa membuka lengan Rara.
" ini seperti luka sayatan senjata tajam, memangnya kamu darimana Ra." tanya Rey dengan panik
" ceritanya panjang, tapi yaudahlah gue nggak mau inget inget itu lagi" ucap Rara dan diangguki Rey dan Reza.
__ADS_1
mereka bertiga keluar dari ruang UKS, tidak sengaja ada mata Yang sedang melihat pemandangan tersebut dengan tatapan tak suka.