SEKOLAH BARU

SEKOLAH BARU
Eps 18 Murka nya Reno.


__ADS_3

Rara koma sudah ada seminggu, dan hari ini Reno juga sara baru bisa pulang. karena beberapa hari sebelum nya cuaca buruk maka pemberangkatan ditunda menunggu sampai hal nya cuaca dipastikan bisa beroperasi.


" Silakan tuan" ujar sopir membuka pintu mobil Reno dan sara mereka segera berjalan dengan cepat menuju kamar inap anak nya.


" Reza, bagaimana keadaan Rara? " tanya sara dengan matanya yang sudah berkaca kaca.


" Tante tenang dulu ya, Rara belum sadarkan diri Tante. tapi keadaan sudah ada perkembangan" ujar Reza dengan mengelus tangan sara. entah kenapa ada aliran khusus seakan sara nyaman berada disamping Reza.


" Reyhan, tolong jelaskan ke om apa yang terjadi?" tanya Wira dengan tatapan datar.


sedangkan Reyhan segera menjelaskan kejadian waktu lalu.


" Kurang ajar, siapa yang berani beraninya mengganggu keluarga Reno bara" teriak Reno dengan emosi membuat reyhan sontak menahan tangan Reno.


" om tenang ya. kita selesaikan masalah nya sama sama. papa bilang orang suruhannya sudah menemukan titik terang dalang dibalik semua ini om" jelas Rey dengan menahan Reno yang akan beranjak namun ia mendudukkan dirinya kembali.


" Reza akan bantu om, Reza sudah melacak orang orang yang udah buat Rara koma sampai dengan keluarga nya. " sahut Reza dengan tatapan dingin dan menusuk.


" apa mama bisa masuk?" tanya sara diangguki Reza dan Rey.


Reno dan sara masuk ruangan ICU terlihat di ranjang kecil ada anak gadisnya yang terpasang banyak kabel dan memakai oksigen juga ada perban yang menutup tangan juga kanan nya juga perut nya.


" sayang bangun nak, hiks hiks " seru sara dengan menangis sejadinya.


" Rara bangun sayang. kamu anak yang kuat kamu pahlawan nak , hatimu sangat mulia. lebih mementingkan orang lain meskipun nyawamu taruhan nya. " ujar Reno dengan mencium kening Rara.


" tes " air mata Reno menetes ke wajah Rara.


membuat tangan Rara bergerak dan perlahan membuka matanya.


" Pi Rara sadar " ucap sara dengan senang ia segera memeluk putrinya.


" allhamdulillah, papi yakin kamu anak ya g kuat sayang. " ucap Reno dengan mencium tangan Rara


dan Reno segera menekan tombol disamping ranjang guna memanggil dokter.


" maaf dok kenapa ya pasien kenapa buru buru?" tanya Reza dan diangguki rey. namun dokter nya saking terburu buru nya ia segera masuk ke ruang Rara tanpa menjawab pertanyaan nya.

__ADS_1


" ya Alloh sembuhkan lah Rara. kenapa hati hamba sakit ya Alloh " gumam Reza dalam hati.


" ya Alloh berikanlah kesembuhan untuk Rara, hamba janji akan melindungi nya dan menjaganya " gumam Reyhan dengan menunduk.


tak berapa lama Reno dan sara keluar bersama dokter.


" saya permisi dulu ya pak buk mari" ucap dokter dan berlalu.


" gimana om Tan keadaan Rara,?" tanya Rey dan Reza bersamaan.


" allhamdulillah Rara sudah siuman, tapi tadi Rara diberi obat jadi sekarang tidur. " ujar Reno dan mereka berdua lega.


" Reza, Rey. kalian kalau capek pulanglah, biar disini yang jaga Tante. " ucap sara dengan ramah.


" baik Tante. yaudah kami permisi Tan om" ucap Rey dan Reza.


Mereka berdua pamit karena besok mereka juga ada ulangan harian dan dirumah sakit dijaga oleh sara sedangkan Reno ia menelfon anak buah bernama putra.


" putra, tolong cari orang sudah buat putri saya seperti ini, dan apa motifnya. cari dalang nya dan semua anak buahnya bawa ke hadapan saya hidup atau mati. " ucap Reno dengan lantang.


" siap tuan. laksanakan" jawab putra sebagai tangan kanannya di Indonesia.


" mi, Pi maafin Rara ya" ucap Rara yang sudah berada dikamar nya.


" kenapa harus minta maaf sayang. " ucap Reno dengan memeluk putrinya.


" sayang lain kali kamu hati hati ya... kamu tau sendiri kan orang tua mu ini sibuk apa lagi papi, sekarang kalau ada apa apa nggak usah ikut campur oke" saran sara dengan mengacak acak rambut Rara.


" ist mami,,, jahat deh.. masa orang kesusahan didepan mata langsung Rara biarin. ya kan Pi" ucap Rara seketika membuat Reno tersenyum.


" boleh sayang kamu menolong orang lain, tapi kamu juga harus berhati hati apa lagi mereka membawa senjata tajam. ini luka untung nggak kena organ dalam kalau kena gimana?" ujar Reno membuat Rara berfikir gimana keadaan Bella waktu itu karena sudah tak sadarkan diri.


" permisi... ada teman non Rara tuan " ucap bibik dibalik pintu yang dibuka sedikit.


" siapa bik reza kah?" tanya sara membuat Rara mendelik menatap maminya.


" mami apaan sih, ada papi malah nanyain cowok lain" ketus Rara membuat sara gemas.

__ADS_1


" dasar kamu ya, jangan suudzon dulu deh, karena Reza udah mami anggap kaya anak mami, iya kan Pi" ucap sara dengan menoyor kepala Rara.


" iya nak, kamu jangan ketus ketus gitu deh. kalian berdua ini mami sama anak sama sama keras kepala " ucap Reno dan berdiri keluar diikuti oleh bibik.


Reno turun untuk menemui Amel dan Alex sedangkan sara keluar menuju kamarnya ia tak mau mengganggu Rara dan teman temannya.


" buset pantes Rara cantik, papinya aja cakep kaya gini " gumam Amel dalam hati dan Alex pun menyadari kalau Amel sedangkan membayangkan yang nggak nggak.


" ngeb sadar woi " bisik Alex membuat Amel sadar.


" siang om. " ucap Amel dan Alex yang berada dihadapan Reno.


" siang, kalian sahabat Rara?" tanya Reno dengan ramah.


" iya om, Rara nya gimana om keadaan nya?" tanya Amel diangguki Alex.


" Rara Allhamdulillah sesudah membaik tinggal masa pemulihan aja. bik.. tolong antarkan mereka ke atas " pinta Reno diangguki bibik.


" mati mbak mas" ucap bibik yang berjalan duluan.


tiba dikamar Rara. membuat Amel langsung berlari memeluk Rara.


" RARA. " Seru Amel dengan meneteskan air mata.


" gimana keadaan Lo Ra? maafin gue ya pas Lo kena musibah gue nggak ada disamping Lo hiks hiks hu hu hu " tangis Amel pecah.


" Mell...gue nggak kenapa kenapa kok, Lo jangan nangis gini deh. " ujar Rara sambil melepaskan pelukan.nya.


" beneran Lo udah baikan Ra?" tanya Alex yang dari tadi duduk melihat drama Amel.


" iya gue udah baikan, cuma gue boleh naik motor karena bekas jahitan gue ini masih sakit " ucap Rara dengan tersenyum getir.


" Ra gue bawain bubur ayam kesukaan Lo, ini Alex juga bawain Lo buah anggur biar cepet kering jahitan Lo" ucap Amel dengan mengeluarkan bubur ayam.


" ini makan " ucap Amel dengan menyuapi rara. akhirnya Rara makan habis lumayan banyak. karena ia senang bisa dijenguk oleh sahabat nya yang sekian lama tidak bertemu.


" Ra Lo kan udah beres makan minum obat, kita berdua cabut dulu ya. udah sore ini gue harus dirumah bantuin ibu gue masak. " ucap Amel diangguki Rara.

__ADS_1


" makasih ya Lo berdua besti gue Ter the best " ucap Rara mengacungkan kedua jempol nya.


akhirnya Amel dan Alex pulang dan kini Rara beristirahat agar badan nya fit kembali.


__ADS_2