
"Senja, sebaiknya kamu mulai menyiapkan segala urusan di kota ini, kemungkinan 2 hari lagi kamu akan berangkat ke Bali!"
"Huhf, apa secepat itu ma?"
"Iya! harusnya sejak 4 tahun yang lalu!"
"Apaan sih ma ngapain dibahas segala, capek deh sama mama!"
"Sikap kamu yang ngga ada perubahan yang buat mama capek, bukan nya kamu yang malah capek!"
"Iya deh iya ma, terserah mama aja!"
"Bagus kalo gitu buruan prepare semuanya...."
********
Yah, nama ku Senja , umurku memasuki usia 26 tahun . mama menyuruh ku pindah kota karena beliau berharap dengan begitu aku bisa hidup tanpa trauma. padahal kalo boleh jujur aku udah melupakan kejadian kelam dimasa lalu, aku begini karena memang pilihan ku, meski terkadang masih sedikit teringat tentang kejadian hari itu,
Mama memberiku nama Senja Aulia, kata mama dengan memberi nama senja mama berharap hidupku akan indah, dipenuhi dengan indahnya warna jingga.
Tapi mama lupa satu hal, Senja memang indah namun hanya sesaat, ketika jingga mulai berubah menjadi gelap saat itulah indahnya tenggelam. dan yah satu lagi senja tak selamanya ada jingga.
Sama hal nya dengan diriku, namaku memang Senja, tapi ketahuilah aku Senja tanpa Jingga!
**********
Tepat pukul 13:51 aku sampai di bandar udara internasional ngurah rai, disini cukup padat banyak orang yang mondar-mandir , aku diam melihat ke sana dan kemari mencari seseorang.
"Mana ya, badan nya kecil putih rambut sebahu, tapi ngga ada orang yang memiliki ciri-ciri tersebut, apa mama salah memberikan ciri-ciri?"
"Kak Senja ya?"
"Eh iya, kamu Tania?" tapi kok engga seperti yang mama sebutkan ciri-ciri nya, kulitnya gelap rambutnya panjang pikir Senja
"Iya kak ini aku, kakak apa kabar? wahh kakak benar-benar cantik, sudah lama ngga ketemu kakak, sekarang kakak benar-benar luar biasa, kalo kata orang jaman sekarang sih kakak benar-benar udh glow up!"
"Hahahaaa Tania kamu masih saja tidak berubah, banyak bicara aku semakin gemes!!!!"
"Ih kak Senja ngapain Tania berubah, menjadi apa adanya akan lebih mengasikkan percayalah"
"Iya Tania, kakak percaya padamu"
"Ya udah yuk kak, sini kopernya aku aja yg bawa"
"Baik banget sihhh Tania,"
"Hehe, apa sih yang ngga buat kaka Senja yang cuantik,,"
__ADS_1
"Hhahahah" mereka berdua tertawa
***
Di dalam mobil,
"Kak, kenapa jadi memutuskan untuk pindah ke Bali? setau Tania kakak kan anti Bali?"
"Hmm, mau gimana dek, kamu tau kan gimana tante mu?"
"Ya! tentu Tania hapal gimana si tante Rini, lemah lembut, penyayang, ramah, oh aku jadi kangen sama tante deh"
"Eeh maksud kakak bukan yang itu, tapi tau kan gimana kalo tante mu kalo udh ngambil keputusan?"
"Yah, kalo udh bulet ga boleh di ganggu gugat!"
"Nice! makanya terpaksa kakak ikutin kemauan beliau, dan terdampar disini!"
"Hmm, tapi Tania percaya kok kak, tante ga mungkin ngelakuin itu tanpa sebab, pasti semua keputusan yang diambil untuk kebaikan kak senja! percaya deh kak ngga ada ibu yang mau menjerumuskan anak nya apa lagi membuat kak Senja terdampar , hehehe"
"Hm, Tania kamu ternyata sekarang udah dewasa ya, kakak bangga"
"Ya dong kan sekarang Tania udah mau 22 tahun kak! masa masih kayak anak kecil"
"Iya deh iya Tania memang udh dewasa bukan anak kecil lagi,"
Mendengar usia Tania yang berumur 22 tahun mengingatkan Senja pada tragedi itu , yah 4 tahun yang lalu tepat nya Senja mulai meredup kehidupan berubah, benar-benar berubah, mengubah sudut pandang nya akan kehidupan, dia menganggap dunia memang sangat jahat, kejam, dan pada akhirnya Senja memilih untuk menutup diri
"Eh iya, sorry dek"
"Ngelamunin apaan si kak?"
"Engga ada, cuma ngeliatin jalan kok"
"Hmm iyadeh, nih kita udah mau sampai"
"Oh iya, wah ini sih kebagusan buat kakak jadiin tempat tinggal"
Biasa aja kok ka, cuma ya gtu tempatnya memang asri, sejuk, dan mendamaikan"
"Hm kamu benar, dsini benar-benar damai dan indah ,,,"
"Hmm udah ngga anti Bali lagi dong kalo gini ?!"
"Kayaknya udah engga, dan sebenarnya memang udah lama ngga tapi ya males aja"
"Halah mulai deh ngeles teroossss!!!!"
__ADS_1
"Ih dasar bawel" Senja mencubit pipi Tania
"Yuk masuk dulu, sini Tania bawain kopernya, nah ini kamar kakak! suka ngga?"
"Bener ini kamar kakak?" Tanya senja yang seolah tak percaya
"Iya kak, ini kamarnya kakak" ucap Tania meyakinkan
"Bagus banget Tania, fix kalo gini mau stay di bali aja. ngga mau pulanggg!!!"
"Engga bisa kak, villa ini disewa tante cuma untuk 1 tahun,,,"
"Serius?"
"Iya kak, jadi kalo kakak mau stay disini selamanya , kakak harus beli villa ini"
Gumam Senja dalam hati " Kira-kira berapa harga villa ini ? aku harus memilikinya! ini harus jadi milik ku! "
"Hmm dek, kalo mau beli harus kemana? kamu tau yang punya villa siapa?"
"Ooh kalo masalah itu sih, Tania ngga tau kak, tapi kalo ngga salah denger ini villa punya group bukan perorangan, tapi ngga tau group apa ,,,"
"Hmm, ya udah deh ngga apa kalo gitu"
"Lagian, emang kakak mau beli villa ini? emang punya uang? inget kak, kan kakak sendiri yang bilang kalo kakak terdampar?! gimana ceritanya orang terdampar punya duit, hahahha"
"Ngejek aja terosss, denger ya dek kakak bakal beli villa ini dengan hasil keringat kakak sendiri. kakak janji deh sama diri sendiri"
"Iya deh percaya percaya, kasian kan kalo halu ngga di support!!!" sambil berlari keluar kamar
"Dasar Tania nyebelin, awas aja kamu ya! nanti akan kakak buktikan, dan saat itu terjadi yang namanya Tania ga boleh masuk!"
"Jahatttttttttttt, cantik sih tapi jahattttt. hahahaha"
Senja menutup pintu kamar lalu membereskan kopernya, hmm lelah juga ternyata, duh mana laper lagi. tidur aja deh nanti bangun baru nyari makanan " gumam Senja "
"Duh jam berapa ini? oh jam setengah lima, hmm aku harus tutup jendela, mandi, lalu pesan makan online aja deh,"
Berjalan kecil menuju jendela, lalu terdiam melihat pemandangan dari jendela, laut yang begitu indah, dan matahari yang mulai mem- benam kan diri nya, dan terlihat jelas warna jingga yang menyala.
Hati Senja sakit, sangat perih, air mata lolos dari kelopak matanya, membasahi pipi nya, pikirannya melambung!
"Ini yang tidak aku sukai dengan mu Bali, kau begitu indah, sangat indah! senja yang kau miliki benar-benar luar biasa! tidak seperti aku, ya jauh dengan diriku! Senja terduduk menangis lalu mengepal kan tangan memukul dadanya yang terasa begitu sesak!"
Bangkit dari tempat ia duduk, lalu menghapus kasar air mata di pipinya, dan berucap keras dimana suara itu memenuhi kamarnya
"Aku Senja! aku memang tanpa mu jingga,, tapi kau harus tau! aku juga akan berwarna dengan warna ku sendiri "
__ADS_1
**********
Duh deg deg kan ini wey, ini tulisan pertamaku! aku harap kalian yang membaca bisa menyukainya dan menikmati setiap ketikan jarikuš¤