
drt,,, drt,,,,, (handphone bergetar)
iya halo?
hmm maaf Pak, saya bukan nya ngga mau balas email dari bapak hanya saja saya masih belum tertarik untuk itu, jadi sepertinya nya saya blm bisa kembali
iya sekali lagi saya mohon maaf ya pak, tut,, tut
********
melihat Citra dan David pergi membuat Senja berpikir untuk kembali menulis, sepertinya alur ceritanya menarik "Senja tersenyum tipis"
Dari dalam Senja melihat sosok , yang melewati tempat dimana dia sedang duduk dan menikmati cake nya, dengan lekat dia melihat dari dinding kaca tersebut, lalu berdiri dan segera membayar makanan nya, yang ternyata sudah di bayarkan oleh Citra, tanpa menunggu senja langsung berlari mencari sosok itu,
hei tunggu! ( sambil berlari terus terengah engah)
eh cowok sialan! tunggu! , ah shit! kemana perginya si brengsek itu! itu dia!!
hei cowok brengsek mau kemana?! (ucap Senja menarik tangan si lelaki tersebut?)
Sorry?!
Eh anda mau lari kemana Ha? saya harus ngasih pelajaran yang setimpal untuk lelaki brengsek seperti nda ?
Sorry nih, apa kita saling mengenal?
ngga usah banyak tanya dasar cowok sialan!
plakkk,,,, (seperti dejavu membuat mata lelaki itu membulat)
apa sekarang anda ingat? tanya Senja emosi
yah! wanita kepang di pantai!
hanya itu? "semakin emosi"
tentu tidak, namun saya sangat ingat tamparan ini, jawab lelaki tersebut sambil memegangi pipinya dan tersenyum sinis
bagus kalo anda ingat! " senja melangkah pergi"
lagi-lagi Senja di hentikan oleh tarikan tangan, jangan pernah mencoba kabur atas apa yang telah kamu lakukan! lihatlah orang-orang disekeliling sedang memperhatikan tingkah laku mu yang seperti anak-anak!
what?! (Senja berbalik)
__ADS_1
ikut aku! (lelaki tersebut menyeret tubuh Senja hingga masuk ke sebuah mobil)
wah sepertinya anda benar-benar sudah gila pak! sebaiknya anda pergi berobat jangan dibiarkan ! (ucap senja sinis)
sebelumnya saya memang hampir gila, namun ya setelah bertemu dengan anda membuat saya benar-benar gila! apa tadi cowok brengsek? cowok sialan? didepan orang umum? kamu tau saya siapa?
i don't care! sudah biarkan saya turun saya sudah puas menampar muka cowok brengsek kayak anda, kalo yang waktu itu di kanan, yang tadi di diri bukan? itu artinya saya angga impas atas apa yang telah ada lakukan kepada saya waktu itu. Terimakasih! ( senja turun dari mobil dan membanting pintu mobil dengan kencang)
Dasar perempuan sialan! dialah yang sialan! membuat mood ku benar-benar merasa buruk!
lalu, lelaki tersebut melajukan mobilnya dengan kencang.
*****************
Dasar cowok gila, brengsek, sialan, akhirnya aku puas, harusnya aku juga memberi pukulan pada bagian tubuhnya yang lain, biar dia rasakan akibat dari perbuatannya! apa dia bilang ngga kenal siapa? oh hallo!! apa semua orang harus mengenal dia siapa? hanya karena wajahnya yang sedikit lumayan itu , dia berlagak sombong! (Senja yang tiada henti memaki dan marah pada sosok tersebut)
sedangkan di tempat lain,
beberapa orang tampak sibuk di sebuah kantor, mempersiapkan laporan dan banyak hal untuk diserahkan kepada manager, tampak pria sedang gusar, mondar-mandir setelah mendapat panggilan telpon dari seseorang
flashback On
halo kemal? sebentar lagi saya sampai disana saya akan cek semua pekerjaan kalian! segera persiapkan semuanya, saya tidak ingin melihat secuil pun kesalahan! tut... tut.... lalu lelaki tersebut kembali melakukan mobilnya dengan cepat
ayo semua, lebih cepat lagi! dan jangan sampai ada sekecil pun kesalahan, jika kalian masih ingin lebih lama di perusahaan ini!
baik Pak (jawab karyawan serentak)
....
Pak, tuan Aga sudah didepan!
ya sudah segera bawa semua ke meja saya, saya akan menyambut beliau!
baik Pak,
kemal? apa semua nya sudah kamu siapakan? sesuai dengan permintaan saya?
iya Pak semua sudah saya siapkan di meja saya, hanya tinggal menyerahkan nya saja,
ya sudah segera temui saya di ruangan saya!
baik Pak, saya akan segera kesana...
__ADS_1
.......
melihat semua laporan tidak mengalami masalah, membuat Aga mengurungkan diri untuk melampiaskan kekesalan nya hari ini , padahal dalam pikiran nya dia akan memakai karyawan-karyawan yang melakukan sekecil apapun kesalahan yang mereka perbuat, dalam hati agar berbisik( shit kenapa tadi aku mengingatkan kemal untuk tidak ada secuil apapun kesalahan, harunya aku tiba-tiba datang saja)
semua berjalan bagus bahkan menunjukan kenaikan yang signifikan, pertahankan kinerja karyawan kemal!
iya Pak, sudah menjadi tanggung jawab saya membuat perusahaan ini semakin maju, dan saya akan mempertahankan nya!
hei ayolah kemal! hanya kita berdua! apa harus se formal itu!
hmm siapa duluan yang membuat semua nya terdengar kamu dan dingin! (sindir kemal yang tak lain adalah sahabat Aga)
oh untuk itu, maaf! aku hanya kesal pada seseorang!
benarkah? bukankah dirimu manusia tanpa emosi? (tanya kemal heran)
hei kemal, mana ada manusia tanpa emosi, aku punya! hanya saya terlalu malas untuk menunjukan nya! (ucap Aga marah)
iya iya, wahai manusia! apa yang terjadi? kenapa sampai marah? (kemal benar-benar heran karena Aga tak pernah menunjukan emosi yang dia rasakan apalagi saat marah, Aga akan lebih memilih mengabaikan, lalu menyerahkan nya pada kemal)
ntahlah, aku malas membahasnya, hanya membuang semua energi yang aku miliki, sebaiknya kita ke pantai sore ini !
baiklah jika itu mau mu, maka kita lakukan (ucap kemal semangat) Oh ya ga, tadi pagi aku ngeliat Citra, apa dia di Bali?
hm,, (jawab Aga singkat)
apa kamu kesal karena Citra?
ngga.... udah gausah banyak tanya, daripada makin emosi ! belum pernahkan melihat emosiku?
belum,,,,
sama, aku juga belum pernah (jawab Aga tertawa)
ye sialan! ya sudah aku balik keruangan ku, banyak hal yang harus aku selesaikan sebelum kita pergi nanti sore!
ini yang aku sukai darimu kemal! tampan, bertanggung jawab, pekerja keras, you are my best friend for ever!
ah ela, gayaan make acara muji! naikin gaji kek woi! (ucap kemal sambil menutup pintu)
........
Aga kembali melamun, banyak hal berkecamuk dalam pikiran nya, namun seperti yang kemal katakan, Aga tak pernah menunjukan emosi nya, saat dia mencium Senja dia dibawah pengaruh alkohol, namun dia ingat apa yang telah dia lakukan kepada Senja memang tidak bermoral, sebenarnya dia menyesal, namun semua sudah terjadi, dia sudah menjadi lelaki brengsek dimata gadis itu, Aga tidak memperdulikannya mungkin jika bertemu dengan senja sekali lagi, dia akan mencoba meminta maaf dengan cara yang benar, dengan tulus. Dan dengan Citra, tak ada yang tau bagaimana perasaan Aga saat ini, Aga terlalu rapi menyimpan segala sesuatu dalam benaknya, hanya dia yang tau apa yang sedang dia rasakan.
__ADS_1