
^^^Berbicara soal takdir, kadang memang lucu. sesuatu yang tak pernah kita harapkan, malah menjadi semakin terikat,^^^
.................
Hari ini Senja begitu bersemangat menyambut hari, dari pukul 6 pagi Senja sudah repot mempersiapkan diri, mulai dari mandi, memilih baju, dan sarapan. karena hari ini hati kedua Senja bekerja, dan dia dapat shift pagi yaitu masuk jam 7 pagi dan pulang jam 3 sore .
duh, aku terlambat nih kalo gini ceritanya, mana sih kunci mobilnya! "Senja mulai panik karena sudah jam 6:30 "
oh ini akhirnya! dari tadi perasaan aku nyari disini tapi ngga ada, sekarang kok ada? ah bodo amat, "Senja bergegas menuju mobil dan langsung menancap gas"
sesampainya di depan cafe, Senja melihat cafe tersebut belum buka, yang pada akhirnya membuat Senja menunggu sekitar 10 menit, tak lama seseorang pun sampai dan menghampiri Senja,
Senja apa kamu dari tadi? "tanya dimas, yang membuat Senja agak terkejut dengan kedatangan dimas, tanpa permisi "
hah? engga,, kok kak, saya baru saja sampai "jawab Senja sambil tersenyum"
oh baguslah kalo baru sampai, aku pikir kamu sudah lama menunggu, ini kuncinya "Dimas menyerahkan kunci cafe kepada Senja"
Senja mengambil dan langsung membuka cafe, mereka membersihkan seluruh area sebelum buka, Senja bertugas menyapu, mengelap meja dan juga mengepel, sedangkan Dimas, mempersiapkan bahan-bahan untuk di bar,
sambil menyapu, Senja bertanya kepada Dimas
"kak shift pagi hanya kita berdua ya? "
iya minggu ini, kita masuk pagi, kalo maya sama Ratih masuk jam 3
oh seperti itu, "Senja yang membulatkan mulutnya dan mengangguk"
apa dirimu sudah selesai menyelesaikan tugas mu Senja?
sudah selesai kak, semuanya sudah beres,,
baiklah tugas kita sekarang menunggu para customer berdatangan, biasanya daerah sini rame pada jam makan siang, karena daerah ini banyak perkantoran jadi orang-orang akan memilih kopi pada saat tengah hari,
.......................
Sibuk Senja mengantar kan menu, lalu mengantarkan pesanan kepada customer yang sudah berdatangan, memang tak seramai saat malam, namun itu lumayan menguras tenaga Senja, siang itu,,
Senja segeralah istirahat mumpung sekarang sepi belum terlalu ramai,
senja mengangguk, "apa aku boleh cari makanan diluar kak? "
iya nanti selesai makan kita gantian ya,
oke kak,,
.........
__ADS_1
Senja mencari makanan yang sesuai seleranya, setelah makan Senja pun kembali cafe, untuk menggantikan Dimas,
setelah Dimas pergi untuk makan , Senja menggantikan nya sendiri,
untung ga ada customer, kalo ada bisa gelagapan aku "gumam Senja"
saat sedang asik mendengarkan lagu yang mainkan, suara pintu terbuka, membuat Senja langsung menoleh karena dipikirnya mengapa Dimas begitu cepat,,,
ting, (bunyi suara pintu yang terbuka karena ada lonceng di atas pintu)
Senja menoleh kearah pintu dan melihat sosok yang tak asing lagi menurutnya,,
laki-laki sialan ini, ngapain kesini "gumam Senja dalam hati"
langkah laki-laki tersebut begitu cepat hingga dia duduk di meja yang berada di hadapan Senja ,,
Senja menyerahkan buku menu, Senja melayani Aga secara profesional tanpa memasukkan urusan pribadi, lagi pula Senja sudah menganggapnya sudah selesai karena Aga yang telah meminta maaf kepada nya,,
Apa sudah menemukan sesuatu untuk dipesan pak? " tanya Senja"
Aga hanya menggeleng,
Senja tetap setia menunggu pesanan Aga,
aku pesan hot cappucino satu, "Aga memecahkan keheningan dengan pesanan nya"
baiklah, saya akan membawakan pesanan anda, namun bisa anda menunggu sebentar, karena barista kami sedang berada diluar pak " jawab Senja menggunakan kata formal"
aku ga mau menunggu, kalo barista disini tidak ada, maka kamu yang buatkan pesanan ku, "Aga yang menjawab dengan muka datarnya sambil memainkan hp nya"
baiklah pak "jawab Senja singkat"
...
di bar Senja kebingungan sendiri, bagaimana cara membuat cappucino? yang hot lagi! itu kan ada late art nya "pikir Senja"
saat kebingungan melanda tak disangka dimas masuk kedalam cafe, karena dia khawatir jika berlama-lama di luar, senja akan kesusahan bila ada customer datang, dan benar saja saat dimas masuk Senja sedang sibuk mencari di internet bagaimana membuat cappucino,,
Senja are u okey?
kak dimas?! "Senja yang begitu bersyukur melihat kedatangan dimas" syukurlah kakak sudah datang, tuh orang yang didepan sana mesen hot cappucino kak, kalo kakak ga dateng, Senja ga tau deh harus gimana "wajah Senja yang tadi nya berbinar lalu menujukan wajah lesu"
ya sudah, kan aku udah disini "dengan sigap Dimas membuat pesanan Aga"
Senja segera membawa pesanan Aga menuju meja nya,,
silahkan pak, ini pesanan anda "ucap Senja sambil menaruhkan kopi pesanan Aga"
__ADS_1
terimakasih "jawab Aga singkat"
Senja kembali ke bar, dan mengobrol dengan Dimas, entah apa yang sedang mereka bicarakan namun Senja terlihat tertawa dengan riang, tampa mereka sadari sepasang mata memperhatikan tingkah mereka,,
Aga langsung menghabiskan segelas cappucino dengan sekali tegukan, lalu berdiri untuk segera membayar ke meja kasir
ja, Senja tuh orang mau bayar, "bisik Dimas pada Senja sambil menyenggol pundak Senja'
eh iya kak,,, " Senja berlari ke arah kasir"
apa anda sudah Selesai pak? "tanya Senja"
hm, berapa totalnya "jawab Aga"
totalnya 52ribu pak, "jawab senja sambil tersenyum"
Aga memberikan yang 100ribu ,
Senja mengambilnya dan langsung memasukan ke mesin kasir , dan memberikan kembalian nya
Aga menerima kembalian lalu langsung bertanya,,
Senja, jam berapa kamu pulang dari sini? "Aga yang bertanya masih dengan wajah datar nya"
ha? maksudnya apa? "jawab Senja heran"
apa kamu sedang berpura-pura tidak mengenalku? apa kamu amnesia? bukankah kita sudah berkenalan tempo hari? kenapa menggunakan bahasa formal dengan ku?
Senja yang gelabakan mendengar pertanyaan Aga langsung menjawabnya singkat " aku sedang bekerja"
seketika membuat Aga diam dengan jawaban Senja,, "seolah itu sindiran untuk Aga, jika sedang bekerja harus memisahkan urusan pribadi"
maka dari itu, aku bertanya padamu jam berapa kamu pulang dari sini? "Aga yang bertanya namun wajahnya tak datar lagi, lebih kepada wajah yang sedikit kesal"
mengapa kamu bertanya? apa urusan mu aku pulang jam berapa? "jawab Senja yang tak kalah emosi "
terdengar suara lirih dari sebelah Senja " jam 3 tuan, kami pulang jam 3" yang ternyata Dimas mendengarkan obrolan mereka merasa gerah, hanya karena perkara menanyakan jam pulang harus berdebat panjang lebar
baiklah kalo seperti itu, aku akan menjemput mu jam 3 ! "Aga langsung berlalu, meninggalkan Senja tampa mendengar persetujuan dari senja "
kak Dimas apaan sih!!!!!! "Senja yang memukul punggung Dimas karena kesal dengan Dimas yang menyambar bak petir "
ya habis kalian, berantem hanya perihal jam pulang, pusing Senja menonton kalian berdua,,, " jawab Dimas yang berlari menghindari pukulan dari Senja'
dasar laki-laki gila "memikirkan tindakan Aga yang sangat tidak dimengerti oleh Senja"
................................ ☃
__ADS_1