
Terimakasih Aga, "ucap Senja sebelum membuka pintu mobil"
hmm senang jika kamu menikmati nya "balas Aga"
Ya, setelah melihat pemandangan yang begitu indah mereka akhirnya pulang, Aga mengantar Senja ke villa nya, tak lupa Senja berterima kasih kepada Aga yang telah mengajaknya berwisata bahkan Aga bersedia mengantarnya pulang,
Aku masuk dulu "ucap Senja sembari menutup pintu mobil"
Aga melihat punggung Senja yang berjalan menuju villa hingga menghilang dari pandangannya,
............
Sesampainya Aga di rumah, Aga perlahan masuk kedalam rumah, jika biasanya sang mama yang menunggunya tidak kali ini, sang papa lah yang duduk di ruang tamu, untuk menanti kepulangan Aga,
Aga dari mana saja kamu? "tanya sang papa"
ah sial "monolog Aga dalam hati" eng- Aga dari rumah temen pa "sahut Aga"
Kemal maksudmu? "tanya penuh selidik"
Iya pa, kemal "jawab Aga dengan dingin"
Sejak kapan kamu bisa berbohong seperti ini? jelas-jelas papa ke kantor mu, dan hanya ada Kemal disana, dan kamu bilang rumah kemal? "seru papa dengan nada yang mulai tinggi"
Ah papa ngapain sih pakai acara kekantor segala "pikirnya" oh anu pa- "belum sempat Aga menyelesaikan ucapan nya sudah di potong dengan sang papa"
Papa engga mau dengar alasan apapun, ingat Aga kamu itu anak dari Tyo Dirgantara jangan bikin malu, apakah sekarang kamu mulai bermain dengan perempuan lagi? "bentak sang papa"
Pa please jangan mulai membahas hal yang udah engga pernah Aga lakuin lagi, Aga udah berubah, Aga ga pernah sekalipun mempermainkan wanita lagi, bahkan jika papa memang selalu mengawasi ku, papa pasti tau jika Citra berkhianat dari ku! Aku sudah berubah!! "jelas Aga dengan nada yang tinggi"
Papa Tyo hanya terdiam mendengar penjelasan dari Aga, memang benar semua yang Aga sampaikan, Aga memang telah berubah sejak 2 tahun lalu, bahkan Aga bersikap dingin kepada Citra, bukan karena Aga tak mencintainya, ada alasan mengapa Aga berperilaku demikian.
melihat sang papa terdiam terpaku mendengarkan ucapannya, Aga memutuskan untuk masuk kedalam kamar,
Aga membuka pintu kamar lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuknya yang berukuran king, Aga mengusap wajah nya kasar, lalu bangkit dan berjalan menuju balkon, seperti biasa Aga mulai mengisap rokok ditangannya yang dia keluarkan dari sakunya, perlahan Aga menghisap dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan perlahan juga, Aga larut dalam pikirannya, tanpa Aga sadari air mata mengalir dari mata indahnya, merasa pipinya basah karena air mata, Aga langsung mengusapnya kasar, memukul dadanya yang terasa begitu sesak,
Aga kembali masuk, membersihkan diri lalu berbaring , mengingat wajah Senja yang tersenyum kepadanya , Aga mengulas senyum diwajahnya dan perlahan tertidur.
..............
Pagi telah tiba, Senja terburu-buru pagi ini, karena yang sekarang jadi bos nya adalah Aga, dan pasti sudah menunggunya di kantor,
duh Senja, nyenyak banget sih tidurnya jadi telat kan "gumam Senja dalam hati"
__ADS_1
Senja bergegas keluar villa menghidupkan mobilnya, dan segera mengendarai mobilnya dengan secepat mungkin, berharap dirinya akan datang lebih dulu daripada Aga,
........
dikediaman Aga,
ma Aga berangkat dulu, "pamit Aga"
iya sayang hati-hati ya, kamu enggak pamit sama papa "balas sang mama sembari melihat sang papa yang sibuk dengan korannya"
hmm engga perlu, lihatlah papa sibuk, ya sudah Aga pergi "ucap Aga seraya berlalu"
memasuki mobil, Aga mengingat bahwa dia belum memberikan lukisan tersebut kepada Senja, Aga menoleh kebelakang melihat lukisan tersebut tepat berada dibelakang kursinya
sebaiknya nanti jam pulang aku akan memberikan nya padamu Senja "gumam Aga"
..........
sampai di parkiran Senja terburu-buru masuk kedalam gedung, berjalan namun cepat dan sedikit berlari,
Senja? "teriak seseorang dari arah parkiran "
Senja menoleh , ternyata yang memanggilnya adalah Aga, ah syukurlah Aga belum berada didalam pikirnya
Aga menaikan Alisnya sebelah "pak?" gumam Aga penuh tanya, Aga menghampiri Senja,
Apa maksudmu dengan memanggilku dengan sebutan pak?!
Lantas aku harus memanggilmu apa? kita sedang di kantor sekarang, sudah sepantasnya aku menggunakan bahasa formal bukan? lagipula lihatlah di sekeliling kita banyak karyawan mu! "jelas Senja secara berbisik kepada Aga"
Aga mengangguk paham yg dimaksud dengan Senja, "ehem" Aga berdehem lalu masuk keruangan
Senja pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan Aga, dan menyusul Aga dari belakang,
tok tok tok "Senja mengetuk pintu"
Masuk "ucap Aga yang mengetahui jika itu adalah Senja"
Selamat pagi pak "sapa Senja"
Iya pagi "sahut Aga tanpa menoleh ke arah Senja"
Senja menaruh bokongnya di kursi yang telah disiapkan dari kemarin, setelah duduk Senja bingung apa yang harus dia lakukan sekarang, akhirnya Senja mencoba memberanikan diri untuk menanyakannya kepada Aga,
__ADS_1
Ehem maaf Pak Aga jika mengganggu, boleh saya tahu apa tugas saya pagi ini? "tanya Senja"
Aga menoleh ke arah Senja, dia menatap Senja dengan lekat, "cantik" gumam Aga pelan hingga Senja tak dapat mendengar ucapan nya
Apa "tanya Senja yang tak dapat mendengar ucapan Aga"
ah tidak, aku hanya tidak terbiasa menggunakan bahasa formal dengan mu , jadi ribet "sanggah Aga"
hmm, jadi gimana? apa yang harus saya kerjakan? "tanya Senja lagi"
hmm sudah kubilang kerja mu hanya mengurus ku Senja "jawab Aga, sembari mengulas senyum di wajahnya"
yang benar saja "jawab Senja dengan memutar bola matanya"
Iya senja, jadi sebaiknya kamu buatkan aku segelas cappucino "ucap Aga dengan tersenyum"
hmm baiklah "balas Senja singkat"
sesampai nya di pantry, Senja langsung membuat satu gelas cappucino pesanan Aga, saat asik menunggu mesin kopi mengeluarkan sari dari kopi, seorang karyawan masuk
ehem "terdengar suara di sebelah Senja, seolah ingin membuat Senja sadar bahwa ada seseorang disebelahnya"
Senja hanya menoleh sekilas dan kembali menatap gelasnya,
merasa kesal dengan sikap Senja, wanita tersebut memiliki rencana licik, saat Senja membawa gelas yang telah berisi cappucino, dengan sengaja kakinya menghalangi jalan Senja, hingga langsung membuat gelas yang berada digenggaman Senja terjatuh,
hei kalo jalan lihat-lihat! "bentak wanita tersebut"
maaf mbak, bukan kah kaki mbak yang menghalangi jalan saya "sahut Senja"
anak baru berani juga ya! "ucapnya dengan mengulas senyum sinis"
bukannya minta maaf anda malah berkata seperti itu? "ucap Senja yang tak kalah sinis"
heh sialan, mulai lah belajar cara memperlakukan senior!! "ucap wanita tersebut sembari menjambak rambut Senja"
aw sakit! lepaskan "pinta Senja meringis"
tidak! sebelum kau meminta maaf kepada senior mu! "bentak nya lagi"
Tiara!!!!!!! lepaskan tangan kotor mu! "terdengar suara dari arah pintu dengan menggunakan nada tinggi"
............
__ADS_1