Senja Tanpa Jingga

Senja Tanpa Jingga
Bagian 15


__ADS_3

setelah di cafe,


melihat Dimas yang telah sampai lebih dulu darinya membuat Senja merasa tidak enak , namun Senja tetap melangkah untuk masuk dan menyapa Dimas yang sedang sibuk dengan mesin kopi,


kak maaf ya aku datangnya telat "ucap Senja sambil menatap Dimas yang sedang sibuk"


eh Senja kamu udah datang? ngga telat kok, gua juga baru sampai "jawab Dimas yang melihat ke arah Senja"


ya udah kalo gitu aku beresin bagian depan ya kak "ucap Senja sambil melangkah untuk mengambil peralatan bersih-bersih"


hmm "jawab Dimas singkat tanpa melihat Senja"


sambil membersihkan area yang kotor Senja kembali teringat akan tawaran Aga untuk menjadi asisten pribadinya,


apa aku harus menerimanya? kan lumayan gajinya, tapi kenapa aku harus terpengaruh oleh tawarannya? duh pusing "gumam Senja dalam hati"


Senja?! "terdengar suara Dimas yang menyadarkan Senja dari lamunannya"


ah iya? ada apa kak? "jawab Senja yang langsung menoleh ke arah yang memanggilnya"


kamu mikirin apaan? "tanya Dimas penasaran"


ah engga ada kok kak "jawab Senja sambil tersenyum malu karena kegiatan nya sedang diperhatikan oleh Dimas "


kamu udah sarapan? "tanya Dimas lagi"


belum kak, kenapa?" Senja yang menjawab sambil menggelengkan kepalanya pelan"


mau titip sarapan ngga? biar sekalian, gua mau beli sarapan diluar nih "Dimas yang bertanya sambil memakai jaket "


mau deh kak, aku mau sarapan yang sama kayak kakak beli, nih uangnya "Senja mengeluarkan uang dari saku celana nya"


udah ngga perlu, sarapan lu gua yang traktir today, tapi besok ngga ya "sahut Dimas sambil berlalu meninggalkan Senja sendiri di dalam cafe"


...................


jam makan siang pun tiba, Senja sibuk ke sana dan kemari mengantar pesanan yang berdatangan sejak tadi, dan beberapa kali Senja melihat jam tangan yang melingkar di tangan nya,


duh lama banget sih jam 3 , capek banget sih hari ini, tumben banget rame kayak gini "gumam Senja dalam hati sambil mengelap keringat yang bercucuran di jidat nya "


Senja?! udah mulai sepi nih, gih makan siang dulu "ucap Dimas yang membuat senja tersadar dari lamunan nya"

__ADS_1


eh iya kak, aku ngga makan deh, nanti aja sekian pulang, nanggung setengah jam kan pulang "balas Senja"


serius, nanti sakit lho nunda-nunda makan "tanya Dimas"


iya ngga sakit kok, cuma sehari doang "jawab Senja"


ya sudah kalo gitu, gua makan dulu ya,,


oke kak "jawab Senja sambil tersenyum"


..............


setelah pergantian shif, Senja langsung pulang dan tak lupa Senja mampir untuk membeli makanan, sejak sarapan tadi pagi yang dibelikan oleh Dimas , Senja belum sempat makan lagi.


duh akhirnya sampai juga "gumam Senja sambil menutup pintu mobil"


Senja berjalan masuk menuju villa, lalu membersihkan badan dan kemudian makan makanan yang telah dibelinya sebelum pulang


hmm, hari ini lumayan melelahkan tapi aku sangat senang, ternyata begini rasanya lelah bekerja seharian "gumam Senja sambil tersenyum"


Senja memang belum sempat menikmati dunia kerja, kejadian yang menimpanya tepat saat senja hendak lulus Universitas, sehingga dalam keadaan yang buruk Senja harus menyelesaikan kuliahnya, namun setelah itu Senja berjuang melawan trauma, dalam 4 tahun terakhir senja sudah berganti lebih dari 10 orang psikiater untuk menghadapinya , untuk itu Senja sama sekali belum pernah bekerja, meski begitu sangat mama sangat ingin Senja melanjutkan butik nya


...............


drt (getaran handphone)


Senja langsung berjalan melihat handphone yang ada di atas meja dan memeriksa siapa yang ngirim pesan padanya,


saat menghidupkan handphone ditangannya, Senja sedikit terkejut melihat nama yang ada di notif hp nya, Senja menaikan alis matanya sebelah, lalu membuka pesan yang masuk


Mybestfriend


Senja gimana? apa kamu sudah memikirkan tawaran ku?


seketika Senja ingat akan tawaran Aga kepadanya untuk bekerja sebagai assisten pribadinya, sontak saja Senja merasa risih dengan nama yang diberikan oleh Aga di hp nya,, tanpa pikir panjang Senja langsung membalas pesan singkat tersebut


Senja


aku menolaknya! aku lebih menyukai pekerjaanku yang sekarang tidak perduli seberapa besar gaji yang kamu tawarkan, karena itu sia-sia, dan kenapa kamu memberikan nama mu di kontak ku seperti ini? aku bukan teman mu!


tak butuh waktu lama, pesan yang dikirim oleh Senja langsung mendapatkan balasan,,

__ADS_1


Mybestfriend


Senja kamu harus terima tawaran yang sudah aku berikan karena jika tidak, aku akan menutup cafe tempat kamu bekerja, dan yah kamu adalah temanku, lalu dimana letak salahnya jika aku memberi namaku di kontak mu seperti itu!


jawaban yang diberikan oleh Aga membuat Senja naik pitam dan langsung saja jari jemarinya tak sabar ingin mengumpat Aga


Senja


dasar cowok ga waras, kamu benar-benar kehilangan akal, jangan berani untuk mengancam ku! kita bukanlah teman! aku menerima maaf dari mu bukan berarti aku ingin jadi teman mu paham!


Senja langsung mematikan handphone miliknya dan memilih untuk istirahat dan tidur tanpa memperdulikan apa yang akan di balas oleh Aga,


..............


ditempat lain,


Senja kamu benar-benar unik "gumam Aga"


Aga yang tidak bisa tidur menunggu jawaban dari Senja, namun tanpa Aga ketahui bahwa handphone milik Senja sudah mati,


kenapa blm dibalas sih! "gumam Aga kesal"


Aga yang dari sejak tadi berbaring namun tiba-tiba berdiri dan mondar mandir karena merasa tidak tenang sejak Senja tak membalas pesan darinya , Aga masih menaik turunkan layar ponselnya, membaca ulang chat mereka tadi, kemudian tanpa Aga sadar terukir senyum di wajahnya, namun saat membaca pesan terakhir Aga kembali tak tenang,


saat ini yang Aga pikirkan, Apa yang Senja kerjakan, kenapa tak membalas pesan darinya, apa Senja sibuk? atau dia tertidur? atau dia sedang jalan-jalan dengan teman yang satu tempat kerja dengannya? "enggak-enggak" ucap Aga sambil ngopi geleng-geleng kepala dan saat sibuk dengan isi kepalanya tanpa Aga sadari seseorang telah memperhatikan nya sejak tadi,


Aga, sayang, apa yang sedang kamu pikirkan nak? "suara lembut sangat mama membuat Aga tersadar dan menoleh"


mama? "jawab Aga yang terlihat sedikit malu"


sini sama mama, cerita kamu kenapa? kenapa sangat gelisah seperti ini? "ucap mama sambil menepuk paha nya, agar Aga berbaring di paha nya"


eng,, engga ada kok ma "jawab Aga yang menyembunyikan kegelian nya, lalu langsung berbaring di kursi panjang tersebut dan menaruh kepalanya di atas pangkuan sangat mama"


Aga cuma belum bisa tidur aja "sambung Aga lagi"


sejak kapan anak mama pandai berbohong? "jawab sangat mama sambil mengelus rambut anak nya"


tapi gapapa kalo kamu ga mau cerita sama mama, nanti kalo udh mau cerita kamu bisa cari mama , mama siap dengerin isi hati kamu, isi kepala mu, "sambung sang mama"


hmm iya mama, Aga akan cerita kalo ada sesuatu , ya sudah Aga coba untuk tidur lagi ya ma, besok mau ke kantor agak pagi soalnya "ucap Aga yang langsung berdiri, meninggalkan sang mama"

__ADS_1


anak itu, kapan dia berubah dan ingin sedikit terbuka, selalu saja diam tanpa emosi yang terbaca , jadi sulit sekali menebak isi hatinya "gumam mama"


.............................


__ADS_2