
Senja yang masih pulas dengan tidur nya karena semalaman memikirkan pekerjaan apa yang dia lakukan, sedangkan di bali tujuan awalnya hanya liburan dan menikmati hidup, namun karena kondisi kesehatan mamanya , Senja mencoba untuk mandiri di sana,
drt drt drt (getaran handphone)
Senja meraih hp nya lalu menempelkan nya dikuping dengan mata yang masih terpejam Senja mendengarkan,,
kak Senja? hallo????
hmm "jawab singkat Senja"
kakak masih tidur ya? udah siang lho kak!
iya masih merem ini, kenapa dek?
malah nanya kenapa lagi, kakak bilang apa ke tante Rini?
bilang apa memang nya? Senja yang mulai membuka mata nya perlahan
sejak kapan kak Senja bekerja di galery seni Ha?
oh my god! mama nelpon kamu dek? "tanya Senja yang mulai panik"
yes! tante Rini nelpon mama Tania pagi-pagi nanyain soal kak Senja apa benar bekerja di galery seni!
terus tante Arin jawab apa dek? "Senja bertanya dengan panik"
hmm mama nanya dulu ke Tania benar apa ngga, jadi Tania jawab aja iya "jawab Tania santai"
huh syukurlah "sahut Senja lega"
kenapa kakak berbohong sama tante Rini? apa ini karena soal yang Tania sampaikan ke kakak?
hmm iya dek, kakak pengen mandiri lagi pula sepertinya akan mengasikkan jika kakak liburan sambil bekerja
baiklah kalo memang begitu pilihan kakak, tapi apa kakak sudah punya rencana bekerja dimana? kenapa harus bilang galery seni sama tante Rini sih kak?
belum sih dek, belum ada rencana, tapi hari ini kakak akan coba cari di internet, yah mau bagaimana lagi hanya itu yang terlintas dipikiran kakak saat itu,
baiklah kak, jika butuh sesuatu langsung hubungi Tania ya kaka, see u
iya dek, thank you baby, mwah :*
ish, gitu kalo udah dibantuin, dah kak
bye bye, tut... tut
Senja meletakan hp nya di meja lalu berdiri dan melihat jam yang sudah menunjukkan jam 12 siang, sontak membuat Senja kalang kabut
__ADS_1
shit udah tengah hari aja, perasaan baru tidur, sebaiknya aku buru-buru mandi dan bersiap, eh tapi belum makan, apa nih yang harus aku lakukan terlebih dahulu, oh god!!!!!
............................
setelah bersiap Senja langsung menyalakan mobil dan bergegas mencari makanan untuk mengganjal perut nya yang lapar,,
akhirnya kenyang juga " gumam Senja sambil memegang perutnya" duh aku harus kemana nih selanjutnya, bingung ! mau ngelamar kerja dengan formal tapi kan aku ngga bawa berkas-berkas, apa aku harus jadi tukang cuci piring disini? ngga-ngga "Senja geleng-geleng mendengar pertanyaan dirinya sendiri" terus aku harus ngapain dong, harusnya aku pergi ke bar menikmati udara bali, ,, duh udah ah bingung aku sama diri sendiri (gumam Senja)
Senja mengambil hp nya lalu memainkan nya melihat medsos yang sudah lama tidak dia buka, Tiba-tiba senja teringat dengan bu Ayu, ya dia menyimpan nomor wanita paruh baya itu, tanpa menunggu Senja langsung menelpon nomor itu,
halo Assalamu'alaikum, apa ini bu Ayu? "tanya Senja ragu"
ya Waalaikumsalam, ini saya, ada yang bisa saya bantu "jawab orang sebrang sana"
maaf Bu jika saya mengganggu, ini saya Senja
Senja yang tempo hari?
iya bu, benar
ya ampun Senja kenapa baru hubungi ibu sekarang sih? ibu udah nungguin kamu nelpon lama banget tau (rengek wanita yang ada di telpon)
maaf Bu, saya pikir akan menggangu ibu jika langsung menelpon ibu waktu itu,
tentu tidak, ibu kangen nih ketemu yuk! "ajak bu Ayu"
ngga usah nak, kita ketemuan di cafe aja, nanti ibu chat alamatnya,
baiklah bu, kalo begitu saya matikan ya telpon nya Assalamu'alaikum,,
Waalaikumsalam nak,
tut,,, tut
..........
ditempat lain,
ceklek, "Suara pintu"
Hai bosquh!!! "sapa kemal"
hmm "jawab Aga singkat tanpa menoleh"
bagaimana, apa kamu udah nemuin wanita itu? "tanya kemal penasaran"
ya "jawab aga yang masih singkat"
__ADS_1
ya apa nih? ya udah apa ya belum?
ya aku udah bertemu dengan nya "Aga menjawab namun kali ini dia menoleh kearah kemal"
benarkah? lalu gimana?
gimana apa nya?
ya apa yang kamu lakuin sama dia setelah ketemu? apa kamu sudah meminta maaf dengan tulus padanya?
hm, sudah
apa dia memaafkan mu? "wajah kemal yang menatap Aga lekat"
ya, dia sudah memaafkan ku " Aga masih melihat berkas yang ada dimeja nya"
terus, apa dirimu sudah tenang sekarang? apa dirimu masih akan kembali ke pantai setiap sore? "ucap kemal semakin penasaran, karena Aga memiliki wajah yang sangat datar, ekspresi yang dimiliki oleh Aga sangat tak terbaca "
ngga, aku sudah berhenti, setelah dia memaafkan ku, aku tidak ada urusan apapun lagi dengan nya,
hmm bagus lah jika seperti itu, aku tidak perlu lagi menemani mu kesana, tapi ga, aku penasaran bagaimana cara kamu minta maaf kepada wanita itu,
sudahlah jangan terlalu banyak tanya, kamu laki-laki jadi terlihat seperti wanita penggosip jika terlalu kepo "sindir Aga, yang mulai risih dengan pertanyaan sahabatnya itu"
hus kalo ngomong sembarangan, aku bukan nya mau menggosip atau kepo, hanya penasaran ga penasaran "kemal yang mengelak dan menekan kata akhirnya "
tapi ga, "kemal mulai bertanya"
tapi apa lagi sih kemal!!!!!! "Aga mulai memandang kesal kemal"
apa wanita itu cantik? siapa nama nya? apa dia bule? "seolah tak perduli dengan pandangan Aga, kemal terus melanjutkan pertanyaan nya"
Aga memutarkan badannya yang masih duduk di atas kursi tersebut lalu menatap kemal, tangan Aga yang dilipat di dada nya dan salah satu tangan lainnya menopang dagu seolah berpikir untuk menjawab pertanyaan kemal " dia cantik, namanya Senja, dan dia bukan bule " (jawab Aga)
apa kamu tertarik dengan nya ga? (kemal yang menatap Aga lekat)
heh gila! kau pikir aku apa Ha? langsung tertarik dengan perempuan! (pertanyaan kemal sontak membuat Aga meninggikan suara dan tak luput melempar kemal dengan pen di tangan nya)
hahhaha sorry bosquh!!! (jawab kemal sambil berlari dari ruangan Aga)
dasar sialan, dikiranya apa aku ini, langsung tertarik hanya beberapa kali bertemu, (gumam Aga dalam hati, karena Aga memang tak pernah percaya yang namanya cinta pada padangan pertama)
namun, pada kenyataan nya setelah mengetahui wanita itu bernama Senja , Aga selalu memikirkan Senja, selalu bertanya-tanya tentang Senja, Aga selalu memegang pipi nya yang seakan rasa tamparan pada wajah tampan nya masih sangat terasa, Aga berpikir setiap malam setelah hari itu, mengapa wanita itu berani menamparnya, bahkan bukan sekali, dan banyak pertanyaan lain yang bergumul di kepala Aga.
................................
untuk teman-teman yang membaca novel ini, jangan lupa like komen dan vote yaaa, sekecil apapun bentuk dukungan kalian, aku sangat berterimakasih 🤎✨
__ADS_1