
Pagi telah datang, terdengar suara ayam dan kicauan burung. Senja perlahan membuka mata.
"Hm udah pagi aja, baiklah ini hari pertama mu Senja, apa yang akan kita lakukan hari ini?" gumam Senja
"Pertama, aku akan mandi, lalu keluar untuk mencari sarapan, dan yah tentunya aku melukis, memang apalagi yang bisa ku lakukan,,," sambung Senja
Drt,, drt,,
"Siapa yang menelpon pagi-pagi seperti ini" monolog Senja dalam hati
"Halo?"
"Oh iya, benarkah ?"
"Serius kamu dek?"
"Iya iya makasih banget ya! "
"Sayang banget sama Tania ,,,"
Senja terlihat begitu antusias saat berbicara dengan Tania melalui telpon, dan bergegas menuju keluar
"Mana yah? kata Tania ada di depan, oh itu dia. syukurlah aku jadi ga perlu repot mesan taksi online, mama baik banget sih, di lempar ke Bali dikasih hunian bagus fasilitas lengkap, ada mobil juga, ma I Love u so muchhh" ucap Senja yang begitu bahagia
************
"Tin tin,, nih orang ngapain sih berdiri di tengah jalan, woy mbak kalo mau mati jangan di mobil saya dong!!!" Ucap Senja yang Emosi
"Tin,,, tin,,,, ah sial" Senja turun menghampiri wanita tersebut
"Mbak kok berdiri ditengah jalan? nanti mbak bisa ketabrak kalo berdiri disini, ayo ikut saya" Ajak Senja
"Engga mau" jawab wanita itu dengan takut
"Kenapa mbak? nggak papa kok sini ikut saya" sambil menangis wanita tersebut mengikuti Senja.
"Mbak kenapa? ada masalah apa? mungkin ada yang bisa saya bantu" tanya Senja sembari menopang tubuh
Hu,, Hu,, huhhh,, wanita itu hanya menjawab Senja dengan tangisannya
"Mbak kenapa? yuk sini saya antar pulang aja ya?" tawar Senja
"Engga mau!" huh,,,,, huhh, huhh jawab wanita tersebut yang masih dengan menangis"
__ADS_1
"Duh bingung aku jadinya, apa aku tinggalin aja ya, Jangan-jangan nih orang sakit jiwa kali" Senja berbisik dalam hati
"Ya udah deh kalo gitu saya pamit dulu ya, lain kali hati-hati ya mbak jangan berdiri ditengah jalan lagi kayak tadi, nanti beneran ketabrak lho, mari mbak" ucap Senja memperingati wanita tersebut dan mulai melangkah pergi
"Semua orang jahat!" teriakan yang membuat orang di sekeliling melihat mereka
Deg!, hati Senja berdesir mendengar ucapan tersebut
"Kenapa semua orang jahat? mereka melakukan ku bukan seperti manusia, aku layaknya benda mati, semua menjauh dari ku, meninggalkanku, dan bahkan menganggap ku tidak ada!"
Senja berbalik, lalu memeluk perempuan itu, dia mencoba menenangkan "tenanglah, tidak semua seperti itu, tidak semua orang itu jahat percayalah masih ada segelintir orang yang baik, tenanglah"
"Aku ingin mati, aku ingin bertemu kekasihku, belahan jiwa ku, hanya dia yang memperlakukanku dengan layak hanya dia yang mencintaiku dengan tulus" ucap nya dengan isak tangis
"Gimana kalo mbak ikut saya, kita cari makanan, nanti kalo mbak ngga keberatan mbak bisa cerita ke saya, gimana?"
Anggukan kecil dari perempuan itu membuat Senja tersenyum sambil membopong tubuh wanita lemah itu.
*******
"Mbak mau pesan apa?" tanya Senja
"Mau ayam goreng, sama minum nya jus jeruk" jawabnya dengan menunjuk menu menggunakan jari telunjuknya
"Baik non" ucap pelayan
"Ada masalah apa dengan perempuan ini? mengapa dia menganggap semua orang jahat? mengapa dia begitu sedih, hmm semoga dia cepat pulih dari apa yang dia rasakan" gumam Senja dalam hati dengan menatap lekat wajah wanita tersebut
"Nona, bukan asli Bali ya?" tanya wanita itu
"Hah iya mbak, saya pendatang,," balas Senja
"Jangan panggil saya mbak, saya sudah tua" jawab sang wanita dengan tatapan kosong
"Ah masa sih? tapi mbak kelihatan muda dan cantik,," puji Senja kepada wanita tersebut
"Iya, saya udah hampir setengah abad umur saya tahun ini 50 tahun" balas nya lagi sembari menoleh kepada Senja seolah meyakinkan Senja
"Senja ternganga mendengar penjelasan dari perempuan itu" ini serius mbak? ehh engga ini serius bu?
"Iya, perkenalkan nama saya Ayu. maaf saya menangis seperti tadi dan berteriak" ucapnya penuh sesal
"Iya ngga apa kok bu, ibu pasti punya alasan tersendiri, dan yah terkadang kita memang harus meluapkan semua yang kita rasakan"
__ADS_1
"Oh iya nama mu siapa?" tanya Bu Ayu penasaran
"Saya Senja bu, baru kemarin sampai di bali, saya datang ke kota ini berniat liburan" jelas Senja
"Iya Bali memang indah untuk liburan atau pelepas penat dari kota besar" balas Bu Ayu yang mulai memberi senyum
"Iya bu, Bali memang pilihan yang tepat, kalo boleh tau kenapa ibu berdiri dijalan seperti tadi?" tanya Senja yang kali ini penasaran
"Hmm rasanya ibu ingin mati, ibu lelah nak dengan semua yang ibu alami, semua yang ibu miliki hanya membuat ibu terluka, sangat sakit bila mengingat kejadian demi kejadian" jelas Bu Ayu
"Apa ibu tidak memikirkan orang disekitar ibu? bila mereka kehilangan ibu?" Senja mencoba mengingatkan Bu Ayu
"Orang-orang tidak akan perduli nak, karena dari awal ibu memang tidak pernah dianggap ada" lirih Bu Ayu dengan wajah sendu
"bagaiman dengan anak, atau dengan suami ibu? mereka pasti akan merasa kehilangan bila ibu nekat seperti tadi" kini Senja menatap wajah Bu Ayu dengan lekat
"Ibu memang punya anak, namun dia tak pernah peduli, tak pernah menganggap ibu sebagai ibu nya, dan suami? dia telah pergi meninggalkan ibu dengan wanita lain, keluarga dari pihak dia ataupun dari keluarga ibu menyalahkan ibu atas apa yang terjadi, semua menyudutkan ibu. maka dari itu ibu selalu berusaha bagaimana ibu bisa pergi meninggalkan dunia ini, dengan begitu ibu harap mereka bisa sadar dengan apa yang telah mereka lakukan kepada ibu" jelas Bu Ayu dengan air mata yang lolos dari kelopak matanya
"Hmm udah ibu jangan sedih, apalagi menangis! memang kadang yang terjadi tak sesuai dengan apa yang kita impikan, tapi ibu ngga boleh menyerah sama keadaan, percayalah bu. suatu saat yang ibu impikan pasti akan terwujud entah itu besok, lusa, atau kapanpun itu." Senja mencoba memberi semangat
"Senja kamu yang gadis baik, cantik, jangan pernah salah mengambil keputusan, jangan pernah kamu mengambil langkah pada keterpurukan, seperti yang ibu lakukan!"
"Maksud ibu ? kenapa ibu salah melangkah? kenapa terpuruk?"
"Seperti yang ibu bilang di jalan tadi, ibu ingin ikut dengan kekasih ibu, hanya dia di dunia ini yang memperlakukan ibu dengan layak,,"
"Ahh ya , ibu bilang seperti itu, tapi suami ibu jelas-jelas pergi dengan perempuan lain, maksudnya apa bu?"
"Dulu, pada saat usia ibu 20 tahunan ibu punya pacar namanya Edward, dia orang Jerman, kami saling mencintai, melengkapi, dia benar-benar memperlakukan ibu seperti ratu, semua yang kami lakukan benar tak bisa ibu lupakan, hingga saat ibu harus dijodohkan dengan anak dari sahabat orang tua ibu, ibu memberontak , ibu lari namun tertangkap, hingga akhirnya ibu harus menikahi lelaki jahat itu! belum sampai disitu ternyata ibu hamil, ibu hamil anak Edward , ibu memutuskan untuk menyusul Edward waktu itu memberikan tahu kabar bahagia ini, ibu telah memutuskan untuk bercerai dari lelaki jahat itu namun, pada akhirnya semua hanya mimpi! Edward meninggal , tepatnya dibunuh oleh pihak keluarga yang bekerja sama untuk menyingkirkan kekasih ku, belahan jiwa ku, Hu... Hu..... Edward I miss u so much" jelas Bu Ayu dengan isak tangis
"Ibu tenang, ibu harus sabar, semua nya sudah takdir, ngga ada yang mampu merubah takdir bu, ngga ada yang bisa lari darinya,,,"
"Seandainya waktu itu, ibu lari tanpa tertangkap, ibu pergi dengan Edward sejauh mungkin! mungkin ibu akan bahagia, tidak seperti ini tidak akan terbuang,, untuk itu Senja jangan pernah kamu memutuskan hal untuk bertahan padahal kamu tidak bahagia dengan keputusan itu.."
"Baik bu, Senja janji! akan melakukan hal yang membuat Senja bahagia, dan sekarang Bu Ayu mau saya antar ke mana ?"
"Tolong anterin ibu menemui anak ibu , ibu rindu pada James, meskipun dia tak pernah menganggap ibu ada, hanya dengan melihat nya membuat rindu ibu pada Edward berkurang,,,"
"Baiklah kalo gitu, mari saya antar ibu...."
********************
Duh temen-temen tolong dong like, komen terus vote ya,. ini tulisan pertama nya aku! aku harap kalian menikmati yaaa maaf kalo typo 🥺🤎
__ADS_1