Senja Tanpa Jingga

Senja Tanpa Jingga
Bagian 14


__ADS_3

setelah memasuki villa, Senja langsung membersihkan dirinya, lalu membaringkan tubuhnya di kasurnya yang empuk, sedikit mengingat kejadian hari ini membuat Senja geleng-geleng kepala,


"kok bisa-bisanya aku mau di ajak sama cowok brengsek itu, apa katanya? bentuk permintaan maaf? hmm ya sudahlah dari pada mikirin hal yang tidak penting mending aku langsung tidur, besok aku harus kerja lagi" gumam Senja sambil memejamkan matanya"


..................


ditempat lain,


Aga memarkirkan mobil dan langsung masuk menuju rumah, namun saat sedang berjalan masuk ada suara yang lembut menyapanya


Aga kamu dari mana saja nak? "Suara dari salah satu sudut ruang yang tidak lain adalah mama nya Aga"


Aga abis dari rumah temen ma, "sahut Aga yang hendak masuk ke kamarnya, namun belum sempat masuk sang mama kembali bertanya"


apa yang ada ditangan mu itu? "tanya sang mama "


oh ini, ini lukisan ma dari temen Aga ma, ya udah Aga masuk dulu ma, "Aga langsung berjalan menuju kamarnya"


Aga membersihkan badan nya, mengganti pakaian dengan baju tidur, lalu membaringkan tubuhnya di kasur, namun sebelum Aga memejamkan mata, mata nya fokus ke satu arah, ya arah itu adalah tempat lukisan yang diberikan Senja kepadanya,


Senja? dia pandai melukis, orangnya susah ditebak, kadang dia sangat manis, namun kadang dia begitu arogan, "begitulah Aga yang terus memikirkan tentang Senja, terlebih setelah melihat Senja dengan bunga yang terselip di telinganya membuat Aga terus mengingat sosok Senja "


apa yang sedang kupikirkan?! mengapa aku terus memikirkan wanita itu! apa aku sudah tidak waras?! apa aku harus menghubungi kemal untuk menjadwalkan ke psikiater?! aahh sudahlah lebih baik aku pejamkan mata ku ini, ayolah mata, tidurlah! berhenti memikirkan wanita itu! "gumam Aga yang terus berkelahi dengan diri sendiri"


................


saat pagi tiba, Senja langsung mandi, mempersiapkan diri untuk bekerja hari ini, namun saat Senja sudah siap berangkat, dia ingat akan mobilnya,


Ahh ya ampun, mobilku! "Senja langsung berlari menuju keluar, melihat apakah mobilnya sudah ada diluar atau belum, karena sesuai dengan janji Aga, bahwa akan ada orang yang akan mengantar mobilnya ke tempat penginapan nya"


kok ga ada! "gumam Senja kesal melihat keluar namun tidak ada mobil yang terparkir didepan"


ih ini pasti kerjaan si cowok ngga waras itu "lanjut gumaman Senja"


Senja langsung menghubungi Aga, belum sempat senja mencari nama Aga di ponselnya ada bunyi klakson mobil memanggilnya


tin.. tin...


sontak bunyi tersebut mengalihkan pandangan Senja, betapa terkejutnya Senja melihat sesosok laki-laki disana,


Aga? "ucap Senja dengan matanya yang membulat melihat kehadiran Aga pagi ini"

__ADS_1


ayo Senja aku anterin "ajak Aga"


ngga ah, kamu ngapain sih! mana mobilku? kamu bilang akan ada orang yang nganterin mobil ku kesini?! "Senja yang mulai berbicara dengan nada tingginya"


orangnya ga bisa nganterin mobilmu kesini! "jawab Aga singkat"


kenapa ga bisa? Jangan-jangan ini akal-akalan kamu kan? "Senja yang mulai menduga-duga terhadap Aga"


hey Senja, gimana orang mau nganterin mobilmu kesini! emang kamu pernah ngasih kunci mobil mu padaku?! "jawab Aga dengan nada yang juga mulai sedikit tinggi"


seketika Senja tersadar bahwa dia lupa memberikan kunci mobilnya kepada Aga, sehingga memang mustahil untuk orang mengantarkan mobilnya ketempat penginapan nya,,


tanpa berpikir lagi, Senja langsung masuk ke dalam mobil Aga, duduk, lalu memakai sabuk pengaman,,


.....................


di dalam mobil,


Senja apa kamu memikirkan ku sebelum tidur? "tanya Aga yang memecahkan kesunyian diantara mereka sejak tadi"


what?! mikirin kamu? ngga! "jawab Senja "


benarkah? lalu kenapa aku memikirkan mu sebelum tidur?! "pengakuan Aga yang membuat Senja geleng-geleng kepala"


iya, aku memikirkan banyak hal tentangmu Senja "jawab Aga dengan wajah datar yang fokus melihat ke depan tanpa menoleh senja sedikitpun "


Aga, hentikan pembicaraan omong kosong mu ini, aku sudah mulai gerah dengan segala ucapan mu "Senja yang mulai merasa risih dengan pengakuan Aga pun akhirnya mengungkapkan kekesalannya"


baiklah jika itu menggangu mu, aku minta maaf " jawab Aga singkat, namun tetap tak menoleh kepada Senja"


Senja tak menggubris ucapan maaf dari Aga, Senja fokus melihat kesamping kaca mobil, melihat orang-orang dengan segala aktivitas pagi mereka membuat Senja sedikit menoreh senyum di pipinya,


Aga yang merasa tak di respon oleh Senja pun akhirnya menoleh dan menatap Senja dengan lekat,


Apa yang membuatmu tersenyum Senja? "tanya Aga lagi"


mendapat pertanyaan dari Aga , akhirnya membuat Senja menoleh dan melihat Aga yang fokus melihat jalan didepan nya,,


apa kamu melihatku tersenyum? "tanya Senja"


iya, kamu barusan tersenyum, apa yang membuat mu tersenyum di pagi hari ini?

__ADS_1


hmm, aku hanya melihat orang-orang dengan kegiatan mereka, sepertinya mereka menikmati setiap hal yang mereka kerjakan, maka dari itu aku tersenyum, betapa bahagianya melihat orang lain yang mensyukuri hidup mereka "jawab Senja dengan nada yang lembut"


apa kamu tidak mensyukuri hidupmu? "tanya Aga lagi"


tentu aku mensyukuri segala hal tentangku "jawab Senja sambil memalingkan muka, kembali melihat keluar jendela"


apa kamu menikmati pekerjaanmu di sana Senja?


tentu, aku menikmatinya lagi pula aku sepertinya menyukai pekerjaan ku,,


apa kamu tidak berniat untuk mencari pekerjaan lain?


emm, kayaknya ngga, lagi pula jika aku bekerja di tempat lain, itu akan sulit, toh aku disini niat nya hanya ingin liburan, kalaupun aku bekerja ini hanya kerja paruh waktu, bukan full-time " Senja yang menjawab pertanyaan Aga dengan panjang lebar"


Ooo "Aga yang menjawab dengan membulatkan bibirnya" bagaimana jika kamu bekerja di tempatku Senja? "tanya Aga yang melanjutkan kalimatnya"


what?! "Senja yang tercengang mendengar tawaran Aga"


iya! gimana kalo kamu jadi asisten pribadiku saja? kamu juga akan aku kasih jam kerja separuh dari jam kerja mu ditempat sekarang, dan tentunya kamu akan mendapatkan gaji dengan jam kerja full-time! gimana?


wait , aku ga ngerti maksud kamu "jawab Senja yang belum memahami semua omongan dari Aga"


jadi gini, kamu bekerja freelance tapi kamu dapatkan gaji seperti pekerja full-time! "Aga yang kembali menjelaskan tawarannya kepada Senja"


akan kupikirkan "jawab Senja singkat, namun otak nya masih berpikir, dasar cowok ngga waras, dia serius ngga sih dengan omongan nya, lihatlah dia berbicara tanpa ada ekspresi diwajahnya, sungguh datar "


....................


setelah sampai di cafe,


terimakasih Aga "ucap Senja singkat"


hm sama-sama Senja , jangan lupa soal yang kita bicarakan tadi, tentang yang ku tawarkan "jawab Aga "


hmm "jawab Senja dengan singkat"


setelah Aga berlalu, Senja langsung memasuki cafe dalam pikiran nya terus terngiang-ngiang soal tawaran Aga


.......


inilah sosok Senja yang membuat Aga tertegun melihatnya

__ADS_1



__ADS_2