
Senja yang diminta untuk menunggu diluar akhirnya memutuskan untuk keluar dari gedung, saat kemal meminta berbicara berdua dengan Aga, meskipun saat berjalan keluar terdengar karyawan bisik-bisik membicarakan dirinya, namun Senja bersikap acuh, dan terus berjalan melewati orang-orang yang sibuk menggunjing akan dirinya secara terang-terangan,
hufh berisik banget sih tuh mulut orang-orang, bodoh amat deh "gumam Senja seraya melihat jalanan yang ramai" saat sedang melihat kearah jalanan mata Senja tertuju pada satu tempat makan, ternyata Senja merasakan lapar lantaran perut nya belum terisi sejak tadi "ah makan di sana aja deh " gumam Senja sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan"
..................
ya sudah ga, kalo memang ini keputusan lu, yang penting lu jangan masukin urusan pribadi kedalam urusan pekerjaan "ucap kemal seraya berdiri dari tempat duduk nya dan melangkah untuk keluar"
iya, gua ga bakalan gitu, lu tau lah "ucap Aga"
eh bro, nanti tolong suruh Senja buat masuk ya kalo lu ngeliat dia di depan "sambung Aga"
hmm "jawab kemal singkat, sambil membuka pintu lalu keluar dari ruangan Aga"
sambil melangkah keluar, otak kemal penuh pertanyaan akan sahabatnya tersebut, "ada apa dengan Aga? kenapa dia terlihat berubah? bahkan saat kemal menggunakan lu gua, bukan aku kamu, dengan santai nya disambut oleh Aga, padahal dulu Aga merasa risih bila menggunakan bahasa tersebut, lalu sekarang? dan tambah aneh lagi sekarang Aga ingin memiliki seorang Assisten pribadi? padahal Aga adalah orang yang sangat dingin, tak pernah terbaca ekspresi nya, bahkan saat citra mengakui bahwa citra berselingkuh pun Aga terlihat biasa, tanpa emosi, namun berbeda saat berurusan dengan Senja? Aga dengan sumringah memperkenalkan Senja dengan nya dan berawal dari pengakuan Aga yang merasa bersalah, terlihat gusar dari wajah Aga saat menanti Senja di pantai, ada apa sebenarnya ini? apa Aga tertarik dengan sosok Senja?" namun seketika kemal menggelengkan kepalanya cepat, tidak mungkin Aga begitu cepat menyukai perempuan lain pikirnya
setelah keluar dari ruangan Aga dan saat ini sudah berjalan agak jauh, kemal tetap tak melihat sosok Senja, kemana anak itu pikir kemal, segera kemal menghubungi Aga untuk memberi informasi bahwa dia tak melihat Senja didalam ataupun diluar kantor,
halo Aga? "ucap kemal"
ya halo, ada apa kemal? "jawab Aga"
gua dari tadi ngga ngeliat Senja "ucap kemal"
ya udah nanti biar gua yang cari dia, lu lanjutin aja kerjaan lu " ucap Aga yang lagi-lagi membuat kemal tak habis pikir, bahkan Aga bersedia untuk mencari keberadaan Senja"
oh oke "balas kemal singkat, lalu menutup telpon"
.....
Aga langsung keluar dari ruangan nya dan berjalan sedikit cepat dari biasanya, sambil mencari nomor telpon Senja di ponsel miliknya,
__ADS_1
Senja dimana sih? "ucap Aga seraya menunggu jawaban dari telpon nya" ayo angkat "sambungnya lagi"
saat Aga berada diluar gedung, mata Aga menangkap sosok yang dia cari sedang asik menikmati makanan di depannya , tanpa Aga sadar terukir senyum di wajahnya melihat Senja begitu lahap menyantap makanan, Aga berlari kecil untuk mendekati Senja
Senja? "lirih Aga"
Aga? "jawab Senja seketika menghentikan kegiatannya yang sedang lahap menyantap makanan di depannya"
apa yang sedang kamu makan? "tanya Aga"
sate lilit "ucap Senja seraya tersenyum malu akan kelakuannya yang mungkin Aga pikir dirinya terlihat rakus"
kamu mau "tawar Senja, dengan menyodorkan satu sate lilit ditangannya kepada Aga"
mau, kalo di suap "jawab Aga yang langsung duduk didepan Senja"
ih apaan sih, ogah makan sendiri, nih mau atau ngga? pegel nih tangan aku "balas Senja dengan nada rengek "
ihh Aga, "Senja yang semakin sebal dengan tingkah Aga"
Aga hanya terkekeh melihat Senja yang kesal akan sikapnya "siapa yang menyuruh mu untuk keluar? " ucap Aga seraya mengeluarkan rokok dan pematik api dari saku celana nya dan perlahan menyalakan rokok yang telah dia selipkan di antara bibirnya, lalu menghisap nya dalam"
jadi maksudmu aku harus menunggu kalian di dalam sana? "ucap Senja dengan jari telunjuk yang mengarah pada gedung di sebrang jalan" bisa-bisa kupingku terbakar "sambung Senja"
Aga yang mendengar ocehan Senja langsung menaikan alis nya sebelah "apa maksudmu kuping mu terbakar?" tanya Aga bingung
ayolah Aga, kamu pura-pura tidak tahu? atau memang tidak peka "sahut Senja, yang sedikit geram melihat Aga yang bersikap begitu lugu nya"
aku memang benar-benar tidak mengerti maksudmu , memangnya apa yang membuat kuping mu bisa terbakar jika berada didalam sana? "tanya Aga lagi"
semua karyawan mu sedang membicarakan aku, aku sedang jadi topik hangat didalam sana "ucap Senja lalu mengambil jus dari mejanya"
__ADS_1
maksudmu, karyawan ku sedang menggunjing tentang mu? "tanya Aga menyakinkan?"
hmm tuh tau, mereka berbisik saat aku ada di sana "jelas Senja lagi"
apa yang mereka bisikan? apa yang mereka bicarakan tentang mu? "tanya Aga yang kali ini penasaran"
entah lah "balas Senja seraya mengangkat kedua bahu nya, yang mengisyaratkan ketidaktahuan nya" yang pasti mereka sedang bergosip tentangku "sambung Senja"
sudah jangan pedulikan tentang mereka, habiskan makanan mu, aku tunggu di ruangan ku "ucap Aga sambil mematikan rokok ditangan nya dan menaruhnya kedalam asbak di meja"
tidak bisakah kamu menunggu? agar kita masuk secara bersamaan kedalam "pinta Senja" lagi pula aku sudah selesai kok "sambung Senja lagi"
tapi itu masih ada beberapa tusuk lagi "ucap Aga seraya menunjuk sate yang masih tertinggal di atas meja"
aku sudah kenyang, sudah cukup banyak masuk kedalam perut ku "jawab Senja yang sebenarnya masih ingin menghabiskan makanan nya, namun karena tak ingin menjadi sindiran atau menjadi bahan bisik berbisik para karyawan Senja memutuskan untuk meninggalkan makanan nya, dan berharap jika dia masuk secara bersamaan dengan Aga kemungkinan karyawan kantor itu tak lagi berani berbicara tentang Senja, ya meskipun di belakang Aga mereka akan tetap menjadikan Senja sebagi topik hangat"
ya sudah aku saja yang habiskan kalo kamu sudah kenyang "ucap Aga dengan bersamaan tangannya mengambil beberapa yang tertinggal di piring saji, dan melahap nya sekaligus"
dasar rakus, ya udah ayo "ucap Senja"
seperti dugaan Senja, saat memasuki kantor secara bersamaan dengan Aga membuat karyawan tutup mulut, hanya menundukkan kepala saat Aga melewati mereka yang diikuti Senja dibelakang nya,,
.....................
sesampainya di ruangan, Senja melihat telah ada meja dan kursi ditempat dimana Senja meminta meja kerja nya di taruh ,
waw cepat sekali meja dan kursinya "ucap Senja dengan mata yang berbinar" akhirnya aku merasakan kerja di kantoran seperti ini, mama pasti senang kalo tahu putri kesayangan nya ini bekerja di tempat seperti ini, aku akan mengurus berkas-berkas, menghadap laptop, duh senangnya "pikir Senja"
namun semua yang Senja harapkan hanya harapan semata, karena Senja saat ini hanya seorang assisten pribadi Aga, sehingga Senja tak ada urusan dengan berkas maupun laptop, karena semua itu telah di kerjakan oleh sekretaris Aga,
........................
__ADS_1