
melihat senyum terukir di wajah Senja terlebih lagi senyuman itu tertuju padanya, wajah Aga yang awalnya geram karena laki-laki tersebut menatap Senja liar seketika luluh ,
Aga langsung menyelesaikan bill dari makanan nya, dan melangkah keluar restoran, Senja hanya menatap Aga lekat, karena Aga tak melepaskan genggaman nya, bahkan saat mengeluarkan uang dari dalam dompet Aga tetap tak melepaskan genggaman nya ,
bahkan setelah sampai di parkiran Aga membukakan pintu untuk Senja lalu menuntunnya ke dalam mobil,
Aga aku bisa sendiri "ucap Senja yang merasa agak risih dengan sikap berlebihan dari Aga"
udah buruan masuk "perintah Aga"
hmm "jawab Senja singkat, seraya masuk kedalam mobil"
setelah memakai sabuk pengaman, mereka pun melanjutkan perjalanan,,
.................
didalam mobil tak satupun keluar kata dari Senja maupun Aga, mereka larut dalam lamunan masing-masing, dan Aga terus fokus pada jalan didepan nya, tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di tempat tujuan, setelah memarkirkan mobil, Aga dan Senja turun dan mulai berjalan ,
Dari tempat parkir menuju areal pura, Senja melihat terdapat banyak toko yang menjual berbagai barang kerajinan khas Bali. Misalnya patung, lukisan, kain pantai, pernak – pernik, dan aksesoris seperti di pasar seni sukawati Bali, pikirnya .
Aga hanya menatap punggung Senja dari belakang, terlihat Senja sangat antusias dengan ajakannya, lama Aga melihat Senja berdiri menatap sebuah lukisan disalah satu toko, namun Senja segera berlalu dan terus berjalan tanpa menyadari keberadaan Aga sudah jauh tertinggal dibelakang nya,
Aga pun melihat lukisan yang dipandang oleh Senja tadi, pantas saja Senja diam terpaku melihat lukisan tersebut, pikirnya, ternyata memang sangat indah, Aga pun memasuki toko tersebut lalu membelinya, namun menitipkan nya terlebih dahulu dan akan mengambilnya nanti saat mereka akan pulang,
bli, saya titip lukisannya disini ya "ucap Aga"
oh iya iya "balas sangat penjual"
lalu Aga segera keluar dari toko tersebut dan bergegas mengejar Senja yang sudah jauh di depannya,
Aga terimakasih sudah mengajak ku kesini "ucap Senja namun tak menoleh" Senja yang tak mendapat respon dari ucapannya pun akhirnya menoleh kebelakang dan melihat tak ada sosok Aga didekatnya
Aga kemana? "gumam Senja seraya berbalik dan mulai menyusuri jalan yang telah dia lewati berharap menemukan Aga"
ish kemana sih tu orang "Senja yang berdecak kesal"
saat sedang fokus mencari Aga kesana kemari akhirnya matanya bertemu dengan mata Aga,
Senja "teriak Aga sambil melambaikan tangannya tak lupa Senyum terukir diwajahnya"
Senja berjalan ke arah Aga, dari mana saja? "tanya Senja penasaran"
__ADS_1
aku ada sedikit urusan "balas Aga" ya sudah, ayo kita lanjut "sambung Aga"
Senja akhirnya memutuskan untuk berjalan berdampingan dengan Aga, khawatir jika Aga akan tertinggal lagi dibelakangnya,
Bagaimana Senja apa kamu menyukainya? "selidik Aga"
hmm tentu, aku sangat berterima kasih pada mu Aga, "sahut Senja"
Senja menikmati pemandangan yang ada didepan mata nya, laut yang begitu luas dengan ombak yang cukup tinggi, dan terlihat pura di sebrang sana, Senja begitu terpukau dia terpesona dengan apa yang sedang dia lihat saat ini, meskipun begitu banyak wisatawan yang datang untuk melihat hal yang sama dia lihat namun tak mengusik Senja
Seperti yang aku jelaskan padamu tadi, ini salah satu tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi ketika berada di bali "jelas Aga"
hmm kamu benar, sangat rugi jika ke Bali namun tidak kesini "ucap Senja penuh sesal karena selama berada di bali baru sekarang dia bisa kesini"
Saat Aga dan Senja sedang mengobrol, mata Senja tiba-tiba menangkap sesosok yang yang familiar, Senja sangat mengenal gadis itu, yang tidak lain adalah Tania,
Tania, gumam Senja
Ada apa Senja? "tanya Aga yang melihat Senja seperti melihat seseorang"
oh enggak, aku seperti melihat saudaraku disana "ucap Senja sembari menunjuk kearah Tania yang sedang berdiri"
kan sudah kubilang saudaraku, bagaimana aku tak mengenalinya "jelas Senja kepada Aga"
oh iya juga ya, "ucap Aga lalu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal"
Yasudah ayo kita samperin "ajak Aga"
udah ngga usah, jangan , aku tidak ingin menggangu nya "ucap Senja yang menarik pergelangan tangan Aga dan mengajaknya pergi menjauh dari sana"
Melihat Senja menggenggam tangannya, tentu saja membuat Aga mengulum senyum di bibirnya,
kak Senja! "terdengar suara dari arah Tania berdiri"
ah sial "ucap Senja yang merasa terancam, Senja sangat malas jika harus menjelaskan siapa Aga, atau Tania akan bertanya apa yang sedang Senja lakukan disini"
kak Senja tunggu, jangan pergi dulu "Tania berlari mendekati Senja dan Aga"
mau tidak mau Senja terpaksa menoleh, dan seakan-akan tak menyadari jika dari tadi Tania berteriak memanggilnya "Tania?!" ucap Senja
melihat gelagat Senja, Aga kembali tersenyum, betapa lucunya Senja pikirnya,
__ADS_1
kakak sama siapa kesini?! kakak maaf ya aku kesini ngga ngajakin kakak, ini aja aku di paksa tadi "ucap Tania yang mencoba menjelaskan pada Senja"
hey, engga masalah Tania, lagian kakak kesi- " belum sempat Senja memberi tahu Tania dia bersama dengan siapa, Aga langsung memotong omongan Senja"
kenalin aku Aga "ucap Aga yang mencoba memperkenalkan diri"
what?! jadi kakak kesini bareng cowok? siapa cowok ini "selidik Tania yang tak memperdulikan ucapan Aga"
Tania ini bos ku "jelas Senja"
bos?! jadi kakak kesini bersama bos kakak?! wait siapa tadi namamu?! "tanya tania"
aku Aga "jelas Aga"
oh, aku Tania, aku adik sepupunya kak Senja "balas Tania yang memperkenalkan dirinya"
iya Aga adalah bos ku di tempat kerja , Tania sopan sedikit, dia lebih tua darimu "jelas Senja dengan penuh penekanan"
iya baiklah, kak Aga senang berkenalan dengan mu "ucap tania"
senang juga bertemu dengan mu Tania "balas Aga"
kamu udh alam disini? apa baru sampai? "tanya Senja kepada Tania"
sebenernya udah dari tadi sih kak, tapi kami ingin menunggu Senja , eh malah ketemu kak Senja beneran "ucap Tania yang terkekeh"
ish kamu Tania, kakak juga kesini ingin ngeliat sunset "jelas Senja"
Aga hanya menatap Senja yang tersenyum bahkan sesekali tertawa saat berbicara dengan Tania, dan Tania sejak tadi melihat tatapan Aga kepada Senja yang begitu dalam, Tania sadar jika Aga menganggap Senja bukan sekedar karyawannya, ada perasaan lain yang Aga sembunyikan pikir Tania, sontak Tania memberi peringatan kepada Aga,
Kak Aga, ketahuilah Senja di samping mu ini gelap gulita berduka, tak ada warna jingga merekah di dalam dirinya, jangan mencoba memberi warna, takutnya kakak pun akan tenggelam dengan gelapnya "ucap Tania lirih sembari melihat Senja"
mendengar ucapan Tania sontak membuat Aga sadar jika Tania menyadari perasaannya, sedangkan Senja menepuk pelan pundak Tania, dek apa maksudmu, jangan bicara yang aneh-aneh "ucap Senja"
Kak udah mau sunset, ya sudah kalo gitu, aku pamit dulu ya kak, see u "ucap Tania sembari melambaikan tangan nya ke kiri dan ke kanan"
Senja apa benar yang di ucapkan Tania, apa dirimu begitu gelap? apa dirimu begitu berduka? "lirih Aga dalam hati, sembari menikmati wajah Senja"
.................
__ADS_1