
...aku telah tenggelam, aku sudah berada di dasar kegelapan, tak satu orangpun mampu membawaku keluar, jika ku beri seutas senyuman , ketahuilah itu bukan bentuk penerimaan...
..............
Senja, ini meja kerjamu sekarang, kamu bisa memantau ku dari sini "ucap Aga yang membuyarkan lamunan Senja"
what?! memantau? "tanya Senja dengan wajah yang sedikit tercengang mendengar ucapan Aga"
hmm , jawab Aga singkat
wait wait, jadi maksudmu tugasku bekerja hanya memantau mu? "tanya Senja lagi"
iya kurang lebih begitu, tugas mu memenuhi apa yang aku butuhkan, seperti memasangkan dasi ku, memastikan penampilanku, menyiapkan makanan ku, menemani ku makan, dan bahkan menemani ku datang ke pertemuan bisnis "jelas Aga kepada Senja"
jadi aku tidak akan mengurus berkas-berkas atau sibuk memainkan laptop? "tanya Senja lagi yang semakin penasaran"
iya, dan yang kamu maksud dengan mengurus berkas atau sibuk dengan laptop itu sudah dikerjakan oleh sekretaris ku, itu bukan tugas mu "jelas Aga lagi" tugas mu hanya mengurus ku "sambung Aga yang memperjelas kan tugas utama Senja"
Senja mematung mendengar tugas yang di ucapkan Aga,
karena ini hari pertamamu, maka aku memperbolehkan mu untuk pulang lebih awal "sambung Aga"
benarkah!? "jawab Senja"
iya, kamu boleh pulang sekarang "jelas Aga"
terimakasih "balas Senja yang langsung melangkah keluar dari ruang namun sebelum keluar Senja berbalik melihat Aga seraya berkata" sekali lagi terimakasih pak Aga "Senja sedikit membungkuk kan badan nya dan pergi keluar tanpa menunggu jawaban dari Aga
mendengar ucapan Senja , terlihat wajah Aga yang perlahan terlihat senang, tak luput senyuman pun terukir di wajahnya
saat Senja berjalan keluar, Senja merasa aneh, mengapa para karyawan tak membicarakan ku lagi "pikir Senja" namun Senja tetap bersikap acuh dan terus berjalan hingga keluar gedung, saat Senja berniat untuk memesan taxi online ada seseorang yang merampas ponsel milik Senja dari tangannya,
hey! "ucap Senja yang panik, namun saat melihat sosok orang yang merampas ponsel miliknya adalah Aga, Senja langsung diam"
Senja mengambil napas dalam-dalam, lalu mengembuskan nya, apa yang sedang kamu lakukan, kembalikan hp ku "ucap Senja"
dilarang naik taxi online "ucap Aga"
lalu bagaimana aku pulang, sini kembalikan "pinta Senja lagi"
aku akan mengantarkan mu, lagi pula apa kamu pikir aku menyuruhmu pulang dari kerjaan itu artinya kamu harus pulang ke villa?
__ADS_1
lah terus buat apa menyuruh ku untuk pulang jika aku tidak boleh pulang ke villa? "tanya Senja yang merasa geram dengan Aga"
ayo kita jalan-jalan "ajak Aga"
ngga usah, aku ngga mood "jawab Senja malas"
ayolah, selama di bali kamu sudah kemana saja? "tanya Aga" aku percaya pasti belum banyak tempat wisata di sini yang kamu datangi "sambung Aga"
Senja kemudian berpikir, ya memang belum banyak sih yang aku datangi, gimana mau banyak jika kerjaan ku hanya bermalas-malasan di villa, apa sebaiknya aku ikuti Aga "hmm setelah menimbang-nimbang baiklah aku setuju" ucap Senja"
sontak membuat Aga tersenyum sumringah mendengar Senja yang setuju akan ajakannya, ya sudah aku ambil mobil dulu, kamu tunggu disini "ucap Aga"
hmm baiklah "jawab Senja"
.........
setelah berada di dalam mobil Senja hanya diam tanpa suara, dan melihat ke arah luar jendela, sedangkan Aga fokus pada jalan didepan nya, namun Senja seketika menoleh ke arah Aga dan mulai bertanya, untuk memecahkan keheningan diantara mereka,
mau kemana kita? tanya Senja
apa kamu sudah pernah ke pura Tanah lot? "tanya Aga"
dengan cepat Senja menggelengkan kepalanya "belum sempat" ucap Senja
apa sunset? "tanya Senja"
iya, disana matahari terbenam nya sangat indah, banyak wisatawan yang datang kesana untuk melihat sunset disana, dan Senja apa kamu tau arti dari Tanah lot? "tanya Aga"
tidak, memangnya apa? "tanya Senja penasaran"
Tanah Lot jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya daratan di tengah laut. Tanah berarti daratan, Lot artinya laut.
Sesuai dengan namanya, saat orang-orang liburan ke pura Tanah Lot, kita akan menemukan pura yang berada di atas batu karang besar dengan latar belakang laut selatan. Batu karang besar ini berada di tengah laut dan saat air pasang, batu karang terlihat terpisah dengan daratan. "jelas Aga"
ohh gitu "jawab Senja sambil membulatkan mulutnya"
namun sebelum kita kesana, sebaiknya kita makan dulu, apa kamu suka seafood? "tanya Aga"
hmm lumayan "jawab Senja"
baiklah kalo seperti itu kita akan makan seafood hari ini, aku tau restoran yang menyediakan makanan seafood enak "ucap Aga yang tersenyum lalu menoleh ke arah Senja"
__ADS_1
hmm baiklah " jawab Senja yang juga melihat Aga dengan memaksakan senyum di bibirnya"
Aga kembali fokus pada jalan didepannya, tanpa terasa mereka sudah sampai di restoran yang Aga maksud,
ayo turun "ajak Aga"
Senja segera turun dari mobil, matanya tertuju pada restoran tersebut, Bar yang berada di atas batu alam setinggi 14 meter ini berada di Teluk Jimbaran. Panorama laut luas menjadikan pemandangan yang sangat indah selama makan di sini. "kita makan disini? " tanya Senja
iya, disini makanan nya sangat enak, dan yah
Karena keunikannya, restoran yang bernama Rock Bar ini pernah mendapatkan pengakuan secara internasional sebagai salah satu bar terbaik di dunia oleh Forbes Travel dan New York Times. "jelas Aga kepada Senja"
Selain menawarkan pemandangan sunset yang indah, makanan laut khas perairan Bali, makanan nya seperti lobster spring rolls dan calamari fritti siap memanjakan lidahmu Senja "sambung Aga"
setelah duduk dan memesan makanan, senja melihat ke arah laut yang begitu luas, Senja larut dalam lamunan nya, tanpa Senja sadari Aga terus menatap Senja lekat, tanpa suara diantara keduanya, hingga sajian yang mereka pesan pun tiba,
permisi, silahkan makanan nya maaf jika sedikit terlambat "ucap sang pelayanan"
oh tidak apa "sahut Senja"
selamat menikmati "ucap pelayan restoran dan segera pergi"
makan lah, "ucap Aga"
hmm "sahut Senja"
setelah menyelesaikan urusan makan, Senja berdiri untuk ke toilet, sedang Aga mulai menghisap rokoknya
saat berjalan keluar dari toilet Senja menyadari ada sosok mata yang sejak tadi memperhatikan nya, dan itu sedikit menganggu Senja, maklum saja kulit Senja yang tak terlalu putih membuat bule-bule yang makan di sana memperhatikan Senja, Senja berjalan lalu duduk di depan Aga,
ehem "Senja berdehem sembari merapikan pakaian yang yang mungkin pikirnya terbuka maka dari itu para bule memperhatikan nya "
ada apa "tanya Aga yang melihat Senja gelisah"
ha ngga kok "ucap Senja sembari melihat kearah orang yang tak mengalihkan pandangan darinya"
Aga pun sontak mengikuti arah mata Senja, yah sekarang Aga paham mengapa Senja merapikan pakaian nya, dan bersikap gelisah rupanya ada laki-laki yang memperhatikan nya dari tadi,
Aga mematikan rokok ditangannya langsung berdiri dan hendak menghampiri laki-laki tersebut, Senja yang mengetahui gelagat Aga langsung menarik tangan Aga, seketika Aga menunduk dan menoleh kearah Senja ,
jangan Aga, biarkan saja. I'm fine "ucap Senja sembari tersenyum kepada Aga"
__ADS_1
melihat Senja tersenyum kepadanya, seketika hati Aga langsung luluh , Aga berbalik memegang Senja dan mengajaknya keluar dari tempat itu,
..............