Sera Yang Malang

Sera Yang Malang
kelegaan sera


__ADS_3

"bima sekarang di rumah sakit"


"dia mengalami gangguan di jiwanya"


"putra minta tolong padaku , dan memohon padaku agar aku menemui nya" sera menjelaskan pada vaari sambil menundukkan kepalanya dan berurai airmata .


"aku hanya ingin menolong nya , itupun kalau aku masih bisa membantunya dan aku berharap dengan kedatanganku bima bisa pulih seperti sedia kala"


"aku hanya mencintaimu dan akan selalu mencintaimu meskipun setelah ini kamu akan pergi meninggalkanku tapi rasa itu takkan pernah hilang , karna aku berharap dirimulah yang terakhir mengisi hatiku" ucap sera


vaari yang mendengar ucapan sera langsung duduk di samping sera lalu memeluknya dengan erat .


"sudah berapa kali kamu menemuinya" tanya vaari


"sudah beberapa kali , dan aku tak pernah sendiri . putra selalu menemaniku" jawab sera


"sudah beberapa kali dan kamu baru Menceritakannya padaku?"


"apa kamu tak menganggapku?" vaari kesal mendengar penjelasan sera , yang sudah sering menemui bima


"aku tak ingin kamu salah paham , tadinya aku ingin mengatakan nya padamu , tapi aku takut kamu tak mengizinkan ku"


"kalau kamu tau aku tak mengizinkanmu kenapa kamu masih pergi menemuinya"

__ADS_1


"aku ingin menemuinya , antarkan aku kesana" ucap vaari


"bima belum tau hubungan kita , aku tak ingin keadaanya semakin memburuk . putra akan menceritakan semua nya setelah keadaannya pulih" kata sera


"sampai kapan?" tanya vaari


"baiklah uruslah bima"


"untuk sementara aku akan ke malang , aku ingin ke rumah didik" ucap vaari , sambil mengecup kening sera lalu bergegas pergi .


sebelum sampai di depan pintu , sera langsung memeluk vaari dari belakang sambil menangis


"maafkan aku , maaf , maaf , maaf aku benar benar minta maaf , seharusnya aku menceritakan semua ini dari awal"


"aku benar benar tak tahu apa aku sanggup hidup tanpamu" ucap sera sambil terus menangis


"aku hanya dua hingga tiga hari , didik memintaku kesana karna ibunya masuk rumah sakit lagi .


sera lega setelah mendengar perkataan vaari


"jadi kamu tak marah padaku" tanya sera


"tentu aku marah jika kamu tak melepaskan pelukanmu , karna aku tak bisa melihatmu jika kau memelukku dari belakang" jawab vaari

__ADS_1


sera akhirnya lega karna vaari mempercayainya ... sore itu vaari berangkat ke malang . sera berjanji akan menyelesaikan semuanya sebelum vaari balik . setelah kepergian vaari , sera langsug masuk ke kamar nya .


"selesaikan semuanya , aku akan menemuinya setelah aku balik" bunyi pesan dari vaari


" iya , sayang"


"hati hati , jaga diri dan salam buat semuanya" sera membalas pesan dari vaari


sera langsung tertidur karna kelelahan . ia terbangun saat bunyi ada panggilan masuk . ia melihat baru pukul 11 malam . "siapa yang menelpon jam segini , gak mungkin vaari karna vaari akan tiba besok pagi" ucap sera dalam hati dan mengambil telpon genggam yang ia letakkan di atas meja .


ia melihat ada nomor ardi . lalu sera menggeser tombol hijau


"ya , ada apa kamu mengganggumu malam malam begini" kata sera sambil menahan kantuknya


"maaf aku hanya memastikan keadaan mu , karna aku melihat vaari keluar dengan membawa koper , aku berfikir kalau kalian bertengkar" kata ardi


"apa kamu tidak ada kerjaan , hingga selalu menata mataiku" tanya sera dengan kesal


" aku hanya ingin memastikan keadaanmu" ucap ardi


"bukan urusanmu lagi , vaari memang pergi karna ada urusan . dan aku juga sudah menceritakan semua nya"


"dan asal kamu tau vaari pergi tak ada hubungan nya dengan masalah bima"

__ADS_1


"jadi kamu tenang saja , aku akan menyelesaikan semuanya , besok"


selamat malam , jangan ganggu tidurku" ucap sera , lalu mematikan panggilan itu tanpa memberi waktu ardi tuk berbicara .


__ADS_2