Sera Yang Malang

Sera Yang Malang
kabar


__ADS_3

di dalam tidurnya pun , masih terlihat ada kegelisahan di diri sera . karna sera yang terus terusan keluar keringat dingin dan kepalanya yang sebentar sebentar menengok ke kanan dan kiri . dan bibirnya yang selalu mengatakan


" sayang , jangan tinggalkan aku"


kata kata itu masih saja terucap dari bibir sera . ardi yang duduk di samping nya pun hanya bisa meratapi nasibnya . ia hanya bisa menjaga nya tanpa memilikinya . meski vaari sudah tiada . namun cinta sera takkan pernah hilang . dengan setia ardi menjaganya . hingga ia pun terlelap sambil tangan nya yang terus menggenggam jemari tangan sera .


ardi terbangun saat sera mengigau kembali menyebut nama vaari . sera teriak memanggil nama vaari . hingga akhirnya ardi pun memanggil dokter . ardi melihat ada pesan yang masuk di hp sera dan ia tahu itu adalah pesan dari didik tuk menanyakan ruangan yang di tempati sera .


sementara itu vaari heran karna didik mengajaknya ke sebuah restoran . didik beralasan kalau ia sudah lapar . didik ingin vaari sarapan lebih dulu . padahal vaari sudah mengatakan kalau mereka bisa sarapan di rumah . jam segitu , biasanya sera sudah menyiapkan sarapan . lagi pula ia juga ingin segera bertemu dengan istrinya . namun vaari terpaksa , karna ia memang tahu kalau didik belum makan dari kemaren sore .


vaari makan dengan lahap nya namun tidak dengan didik . ia terlihat hanya mengaduk aduk makanan yang ia pesan . vaari terlihat cuek dan terus melahap sarapannya . mungkin didik mengkhawatirkan ibunya .


"makan lah , arum akan menjaga ibu"


"kamu takkan kenyang jika makanan itu hanya di aduk aduk" ucap vaari


didik hanya tersenyum , ia melihat makanan yang di piring vaari sudah habis . lalu ia pun tersadar dan segera ia pun menghabiskan sarapan nya .


setelah sampai di parkiran .

__ADS_1


"gantian , aku yang mengemudikan"


"kamu istirahatlah" ucap didik


namun vaari heran karna didik mengemudikan mobilnya bukan arah ke rumahnya .


"kenapa lurus , harusnya kan kita belok kiri"


"apa kamu lupa jalan menuju rumahku" ucap vaari sambil bercanda


"gak usah mampir mampir lagi , aku sudah tak sabar ingin melihat wajah sera" kata vaari


didik hanya terdiam mendengar apa yang vaari ucapkan .


"siapa yang sakit"


"kalau kamu mau menjenguk temanmu , seharusnya kamu antarkan dulu aku pulang "


"apa kamu tidak kasihan pada sera" ucap vaari dengan kesal

__ADS_1


"sera ada disini" ucap didik


"memang siapa yang sakit"


"kenapa sera di sini , lagian ini masih terlalu pagi tuk menjenguk orang sakit" tanya vaari .


"sera di rawat di sini" ucap didik sambil menundukkan wajahnya . ia takkan sanggup melihat vaari . ia yakin vaari pasti akan marah padanya .


"jiwa sera terguncang saat mendengar berita kematianmu" ucap didik


"kematian?"


"apa maksudmu?"


"kematian siapa yang kamu maksud?" tanya vaari


"aku ada di sini bersamamu"


"apa maksud semua ini , kenapa berbelit belit begini" ucap vaari

__ADS_1


akhirnya didik menceritakan semuanya .


dari kemaren malam sera terus menghubungiku tuk menanyakan keberadaan mu . namun aku mengatakan kalau kamu belum ada kabar . karna memang kamu tak mengabariku . hingga kamu datang dan menceritakan semua yang terjadi . akhirnya aku memutuskan tak mengabari sera tentang kedatanganmu . meski aku sudah berjanji tuk mengabarinya setelah kamu datang ...


__ADS_2