
di dalam tidurnya pun , masih terlihat ada kegelisahan di diri sera . karna sera yang terus terusan keluar keringat dingin dan kepalanya yang sebentar sebentar menengok ke kanan dan kiri . dan bibirnya yang selalu mengatakan
" sayang , jangan tinggalkan aku"
kata kata itu masih saja terucap dari bibir sera . ardi yang duduk di samping nya pun hanya bisa meratapi nasibnya . ia hanya bisa menjaga nya tanpa memilikinya . meski vaari sudah tiada . namun cinta sera takkan pernah hilang . dengan setia ardi menjaganya . hingga ia pun terlelap sambil tangan nya yang terus menggenggam jemari tangan sera .
ardi terbangun saat sera mengigau kembali menyebut nama vaari . sera teriak memanggil nama vaari . hingga akhirnya ardi pun memanggil dokter . ardi melihat ada pesan yang masuk di hp sera dan ia tahu itu adalah pesan dari didik tuk menanyakan ruangan yang di tempati sera .
sementara itu vaari heran karna didik mengajaknya ke sebuah restoran . didik beralasan kalau ia sudah lapar . didik ingin vaari sarapan lebih dulu . padahal vaari sudah mengatakan kalau mereka bisa sarapan di rumah . jam segitu , biasanya sera sudah menyiapkan sarapan . lagi pula ia juga ingin segera bertemu dengan istrinya . namun vaari terpaksa , karna ia memang tahu kalau didik belum makan dari kemaren sore .
vaari makan dengan lahap nya namun tidak dengan didik . ia terlihat hanya mengaduk aduk makanan yang ia pesan . vaari terlihat cuek dan terus melahap sarapannya . mungkin didik mengkhawatirkan ibunya .
"makan lah , arum akan menjaga ibu"
"kamu takkan kenyang jika makanan itu hanya di aduk aduk" ucap vaari
didik hanya tersenyum , ia melihat makanan yang di piring vaari sudah habis . lalu ia pun tersadar dan segera ia pun menghabiskan sarapan nya .
setelah sampai di parkiran .
__ADS_1
"gantian , aku yang mengemudikan"
"kamu istirahatlah" ucap didik
namun vaari heran karna didik mengemudikan mobilnya bukan arah ke rumahnya .
"kenapa lurus , harusnya kan kita belok kiri"
"apa kamu lupa jalan menuju rumahku" ucap vaari sambil bercanda
"gak usah mampir mampir lagi , aku sudah tak sabar ingin melihat wajah sera" kata vaari
didik hanya terdiam mendengar apa yang vaari ucapkan .
"siapa yang sakit"
"kalau kamu mau menjenguk temanmu , seharusnya kamu antarkan dulu aku pulang "
"apa kamu tidak kasihan pada sera" ucap vaari dengan kesal
__ADS_1
"sera ada disini" ucap didik
"memang siapa yang sakit"
"kenapa sera di sini , lagian ini masih terlalu pagi tuk menjenguk orang sakit" tanya vaari .
"sera di rawat di sini" ucap didik sambil menundukkan wajahnya . ia takkan sanggup melihat vaari . ia yakin vaari pasti akan marah padanya .
"jiwa sera terguncang saat mendengar berita kematianmu" ucap didik
"kematian?"
"apa maksudmu?"
"kematian siapa yang kamu maksud?" tanya vaari
"aku ada di sini bersamamu"
"apa maksud semua ini , kenapa berbelit belit begini" ucap vaari
__ADS_1
akhirnya didik menceritakan semuanya .
dari kemaren malam sera terus menghubungiku tuk menanyakan keberadaan mu . namun aku mengatakan kalau kamu belum ada kabar . karna memang kamu tak mengabariku . hingga kamu datang dan menceritakan semua yang terjadi . akhirnya aku memutuskan tak mengabari sera tentang kedatanganmu . meski aku sudah berjanji tuk mengabarinya setelah kamu datang ...