Sera Yang Malang

Sera Yang Malang
terpuruk


__ADS_3

ardi pun kaget saat mendengar berita itu . ia tak menyangka vaari akan secepat itu meninggalkan sera . ia tak percaya pada takdir yang seakan mempermainkan sera . kebahagiaan yang sera alami selalu di ambil paksa . bahkan dalam waktu yang sangat singkat . ardi menggendong sera lalu di dudukkan nya di jok depan . lalu ardi mengarahkan mobilnya ke rumah sakit . biar bagaimanapun sera harus kuat . dan ardi akan selalu menemani nya . di dalam mobil sera hanya terdiam dengan airmata yang terus menetes hingga membanjiri pipinya . akankah ia sanggup menjalani semua ini . tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mereka berdua .


sesampainya di rumah sakit , mereka langsung ke kamar jenazah .


"apa kamu sudah siap" tanya ardi


"aku memang takkan pernah siap , tapi aku juga ingin memastikan kalau yang ada di sana bukanlah vaari ku" ucap sera sambil mengapus airmata nya .


ardi hanya terdiam mendengar nya . hingga tiba di suatu ruangan . polisi menyerahkan KTP atas nama rendra . karna hanya itu yang tertinggal di dalam mobil . tak ada identitas lain . itupun ada di bawah jok mobil .


"aku tak yakin jika ibu bisa mengenalinya" kata polisi tersebut

__ADS_1


"aku akan mencoba" ucap sera sambil berjalan mendekati jenazah itu .


setelah membuka kain yang menutupi , sera langsung pingsan . untungnya ardi selalu ada di samping sera . lalu ardi menggendong nya keluar . di panggilnya suster yang berjaga . lalu sera pun di bawa ke ruang rawat agar bisa di periksa boleh dokter .


setelah sadar dari pingsan nya sera langsung saja menangis histeris hingga ardi pun tak sanggup tuk menenangkan nya . akhirnya suster pun menyuntikkan obat penenang . ardi semakin terluka melihat keadaan sera . sebegitu dalam cinta sera pada vaari .


sementara itu di malang .


"aku tak pernah ragu , tapi aku hanya ingin sera selalu jujur"


"aku percaya padanya tapi tidak dengan bima"

__ADS_1


"aku tidak percaya kalau bima bisa berubah"


"kemarin aku juga sempat ketemu dia , ia mengancamku akan merebut sera dariku" ucap vaari


"terus kenapa kau memberikan peluang itu padanya"


"kalau sera benar benar mencintaiku takkan pernah ia berpaling" ucap vaari dengan semangat .


mereka berdua bercanda tawa berdua sebelum ke rumah sakit tuk menjenguk ibunya didik ya di rawat di rumah sakit . sedangkan arum kini tinggal di luar kota bersama suaminya . kini yang menjaga ibunya adalah mayra istrinya didik .


tanpa mereka sadari keadaan di jakarta sedang kabut . berbanding terbalik vaari dan didik yang tertawa lepas dengan sera yang terpuruk atas keadaan nya . sera yang terus menangis meratapi takdirnya . sera seakan kehilangan semangat hidupnya . tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya . hanya airmata yang terus membanjiri pipinya ....

__ADS_1


__ADS_2