
akhirnya putra mencoba menghubungi sera tuk menanyakan keberadaan vaari . sera kaget ketika putra menanyakan itu karna ia sendiri pun bingung . vaari masih belum bisa di hubungi . ia tak mau kehilangan vaari . ia tak mau lagi kehilangan cinta nya .
hingga siang hari , vaari masih belum bisa di hubungi . mau melapor ke polisi pun juga percuma . polisi akan memproses setelah 24 jam . sementara itu didik juga tak tau keberadaan vaari . karna selama sera menghubungi didik , didik selalu mengatakan kalau vaari belum sampai di malang .
akhirnya sera menghubungi ardi . karna ia tahu dan yakin ardi akan membantu nya .
sementara itu di rumah putra .
bima sudah mulai tenang . akhirnya putra membuka kunci kamar nya sekalian mengantarkan sarapan sekaligus makan siang bima . namun putra belum berani mendekati bima . putra hanya memandang bima dari kejauhan .
"apa kamu takut padaku"
"aku abang mu dan akan selalu jadi abangmu"
"aku hanya ingin sera ada di sisiku" ucap bima dengan lesu dan airmata yang terus membanjiri pipinya
"apa aku salah mencintai seseorang"
"bahkan aku sudah cukup lama menunggunya"
"apa aku tak berhak bahagia" ucap bima
__ADS_1
putra yang tak tahan melihat bima , akhirnya mendekat dan duduk di samping bima
"bang , lupakan sera"
"itu bukan cinta bang"
"itu hanyalah obsesimu tuk memiliki sera"
"kalau abang benar benar mencintai nya , biarkan dia bahagia"
"aku yakin abang akan menemukan kebahagiaan juga meski bukan dengan sera"
bima yang mendengar perkataan putra , matanya langsung merah . ia tak percaya putra akan mengatakan itu .
selama ini putra selalu mendukung cintanya pada sera , namun setelah mendengar semua perkataan putra . bima ragu apa benar yang putra ucapkan .
"kalau kamu bicara seperti itu lagi , sebaiknya kamu keluar dari kamar ini"
"atau aku yang akan keluar dari rumahmu"
"dan aku takkan mau tuk menemui mu lagi" bentak bima
__ADS_1
entah kenapa bima jadi seperti itu , putra yang belum pernah di bentak bima pun kaget . ia keluar dengan airmata yang terus menetes di pipinya . sepertinya bima sudah tak bisa di nasehati lagi . ia bingung apa yang harus ia lakukan .
siang itu sera sengaja menemui ardi di sebuah kafe . ia ingin menceritakan semuanya .
"dari semalam vaari tak bisa di hubungi"
"aku takut terjadi sesuatu padanya"
"apa kamu bisa mengantarkan aku ke kantor polisi" ucap sera dengan membabi buta seakan tak memberikan ruang tuk ardi bicara
"tenanglah dulu , vaari pasti akan baik baik saja" ucap ardi meski dalam hati nya , ardi berharap vaari takkan kembali lagi . namun ia takkan mengucapkan keinginan hati nya .
ia hanya bisa bergumam dalam hati .
"kalau sampai sore nanti , belum ada kabar . aku akan menemanimu"
"sekarang tenangkan pikiran mu" ucap ardi
sore harinya ardi menemani sera ke kantor polisi tuk melaporkan tentang hilang nya vaari . sampai di depan kantor polisi ia di hadapkan dengan kenyataan . sera melihat mobil yang biasa di kendarai vaari sudah rusak parah . namun polisi tak bisa menghubungi keluarga . karna hanya tertinggal KTP yang beratas namakan rendra . dan itu semakin membuat sera lemas . sementara orang yang ada di dalam mobil sudah ada di ruang jenazah rumah sakit sejak semalam dengan wajah yang tak bisa di kenali lagi .
sera yang mendengar penjelasan polisi pun akhirnya pingsan ...
__ADS_1