
"andika" adalah nama yang ia tulis . itu adalah nomor didik . tak menunggu lama akhirnya ardi menghubungi didik . namun hingga panggilan yang ketiga belum diangkat juga . ardi tak patah semangat . dan akhirnya didik mengangkat juga .
"ada apa kak"
"apa sudah ada kabar dari vaari" tanya didik
"ini aku , ardi"
didik heran kenapa ardi bisa menghubungi nya lewat nomor sera .
"apa yang terjadi?"
"kenapa kamu menghubungi ku?"
"dimana sera?" tanya didik
akhirnya ardi pun menceritakan semua yang ia ketahui tanpa sedikitpun yang terlewati . didik yang mendengar cerita itu pun langsung syok .
setelah menutup panggilan , didik pun mencari vaari ke dalam ruang rawat . karna vaari lagi menjaga ibu nya didik .
"bisa kita bicara sebentar?" tanya didik ke vaari .
vaari melihat kecemasan di wajah didik . ia berfikir terjadi sesuatu pada ibu didik . akhirnya vaari menngajak didik tuk bicara di luar . setelah berpamitan pada ibu didik , akhirnya mereka pun ke luar .
__ADS_1
"apa yang terjadi pada ibu?"
"ibu baik baik saja kan ?" tanya vaari
karna setau vaari , didik tadi keluar tuk menemui dokter .
"ibu baik baik saja"
"ini tentang kak sera" ucap didik
"iya , aku belum menghubungi sera"
"mungkin ntar sore aku akan menghubunginya"
"mungkin sekarang sera lagi mengkhawatirkan ku , dia pasti cemas . soalnya aku belum memberikan kabar padanya" ucap vaari
"pulanglah sera sudah menunggumu"
"ia lebih membutuhkanmu"
"biarlah ibu aku , aku yang menjaganya" kata didik .
"apa yang terjadi , kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya vaari dengan keheranan
__ADS_1
karna baru saja ia sampai .
kalau tak ada apa apa tak mungkin didik menyuruh nya pulang . kalau masalah sera , ia tahu kok sera sudah dewasa pasti ia bisa menyelesaikan masalah nya . lagi pula ia juga tak pernah marah pada sera . hanya waktu saja yang tak tepat . ia meninggalkan sera saat sera sedang ada masalah .
didik tak menjawab pertanyaan vaari . ia bingung apa yang harus ia katakan . tak mungkin ia menceritakan apa yang terjadi .
"aku akan bersamamu"
"ntar malam kita berangkat" ucap didik
"katakan padaku apa yang terjadi"
"kalau kamu pergi , siapa yang akan menjaga ibu?" tanya vaari
ia heran kalau tak ada apa apa tak mungkin didik akan meninggalkan ibu nya . ia ingin menghubungi sera , namun bingung . karna hp nya hilang dari kemaren . setelah ia keluar dari rumah , vaari sengaja mematikan hp nya . ia berniat menghidupkan nya lagi setelah sampai . namun ia malah tak menemukan nya . kalau ia meminjam hp didik rasanya tak mungkin .
"istriku akan menjaga ibu"
"arum juga bentar lagi sampai" ucap didik
vaari semakin penasaran .
akhirnya malam itu , mereka berdua pergi ke ibukota . vaari yang mengemudikan mobilnya . sesekali ia memandang didik yang duduk dengan resah . ia semakin tahu , pasti terjadi sesuatu .
__ADS_1
sementara itu , di rumah sakit . ardi dengan setia menunggu di ruang rawat . ia selalu menggenggam tangan sera . serasa menyalurkan kekuatan . sera selalu memanggil manggil nama vaari dengan histeris . ia tak rela jika vaari akan meninggalkan nya . ardi semakin terpuruk melihat keadaan sera . hingga tak terasa airmata menetes di pipinya . dari siang sera selalu saja histeris , hingga dokter pun terpaksa memberikan suntik penenang . hingga sera bisa tertidur ...