Serendipity Next Door {Lee Jeno}

Serendipity Next Door {Lee Jeno}
Cemburu


__ADS_3

Sela rasanya tidak pernah memiliki hari libur. Termasuk hari minggu dimana dia harusnya santai-santai di rumah dan bermalas-malasan tapi sayangnya sang kepala keluarga memaksanya untuk bangun.


Sebenarnya bukan hanya Sela, Sungchan pun bernasib sama. 2 orang bersaudara itu bermuka masam ketika Yunho mengajak mereka ke lapangan tembak pagi-pagi sekali.


"Sela itu dokter pah, tidak ada gunanya berlatih menembak." Gerutunya sepanjang jalan.


Area tembak di hari minggu tidak terlalu ramai. Area ini terletak di atas perbukitan yang lumayan  jauh dari pemukiman, dan nuansanya seperti hutan buatan.


Sela dan Sungchan langsung duduk begitu mereka sampai sementara Krystal tampak menyapa seseorang di tenda lain.


Ternyata itu adalah keluarga Jeno. Mereka juga berlatih menembak hari ini.


Sela membenarkan tali sepatunya sembari memandang lelaki itu yang tengah fokus menatap sasarannya. Sepertinya Jeno belum sadar kalau ada Sela disini.


"Kak Jeno punya pacar yah??" Celetuk Sungchan. Kalimatnya mengacu pada sosok seorang gadis yang berdiri di samping Jeno.


Gadis itu terlihat akrab dengan Jeno bahkan mereka saling melempar senyuman saat bertatapan.


Sela menautkan alisnya ketika tangan gadis itu mengusap keringat di pelipis Jeno dengan selembar tisu. Entah kenapa Sela merasa tidak senang dengan adegan itu.


"Ciee... cemburu..." Sungchan menyenggol lengan Sela dengan alis naik turun.


"Jangan sembarangan." Sela memperingatinya dengan nada menggertak tapi itu tidak mempan untuk membungkam Sungchan.


"Aku tidak sembarangan. Kau memang cemburu kan... lihatlah aku bisa melihat kepulan asap dikepalamu." Sungchan terkekeh geli.


"Diam !!!"


Sela lebih memilih menghindar daripada meladeni adiknya yang berisik.


Gadis itu berjalan kembali ke tempat parkir mobil lalu tiduran disana.


"Ahh.. menyebalkan sekali... memang lebih baik aku dirumah saja tadi." Gerutunya.


Sela baru menata bantalnya di jok belakang dan mencoba untuk tidur ketika seseorang mengetuk kaca mobilnya. Gadis itu terkejut dan menatap ke jendela. Ternyata itu Jeno.


Sela berdecak, seperti enggan membuka pintu untuk Jeno.


"Ada apa?" Sela hanya menurunkan sedikit kaca jendela nya.


"Mama bilang disuruh ikut makan." .


"Tidak lapar, sana pergi."


"Kenapa cemberut hmm??" Jeno mengamati wajah Sela dan itu membuat Sela tidak nyaman.

__ADS_1


"Pergi ! Aku mau tidur." Usir Sela lagi. Jeno tidak mendengarkan.


"Jadi yang Sungchan katakan benar??" Terselip senyuman tipis di bibir Jeno.


"Jangan percaya apapun yang dikatakan brandal itu."



"Masa sih?" Semyuman di bibir Jeno semakin melebar. Lelaki itu memasukkan tangannya ke dalam jendela  mobil lalu membuka paksa pintu mobilnya.


"Tapi sepertinya kamu benar-benar cemburu." Kata Jeno dengan percaya diri. Lelaki itu memaksa masuk dan duduk di samping Sela.


"Tidak !! Jangan membuat asumsimu sendiri. "


"Lalu kenapa kau kesal? "


Sela mendesah, Jeno benar, dia kesal tapi dia tidak mau dibilang kesal.


"Aku tidak kesal !!"


"Itu cemberut." 


Sela menatap Jeno tajam. Berpikir kenapa Jeno begitu menyebalkan hari ini. Gadis itu tau berdebat hanya akan membuatnya semakin lelah dan emosi, pada akhirnya dia memunggungi Jeno dan mengabaikannya.


Sela tidak menjawab.


"Dia cuma sepupuku."


Sela tetap diam.


"Sela... pacaran Yuk.."


Sela langsung menoleh ke arah Jeno. Gadis itu tidak ingin menjawab tapi hanya memastikan  apakah Jeno serius atau tidak.


Pasalnya Jeno mengatakannya dangan sangat enteng seperti mau mengajak main gundu.


"Aku tidak peduli kau wanita baik-baik atau tidak. Asalkan aku suka dan kau suka itu sudah cukup. Ini hanya tentang kita sekarang dan untuk masa depan, aku tidak akan melihat masa lalumu."


Jeno menatap Sela cukup lama, gadis itu justru menunduk menatap pangkuannya dan tampak ragu untuk menjawab.


"Sel.." tangan Jeno terulur untuk mengangkat dagu Sela agar menatapnya.


"Apa kau tidak menyukaiku?"


Sela menghela nafas, dia akan mengkonfirmasi perasaannya sekali lagi. Sejujurnya dia merasa nyaman di dekat Jeno.  Dia merasa senang ketika bertemu Jeno dan diam-diam merindukannya ketika mereka tidak bertemu. Tapi Sela masih tidak yakin apakah dia menyukai Jeno atau tidak.

__ADS_1


"Aku tidak yakin." Kata Sela.


Gadis itu tak mengerti. Separuh dirinya sangat menginginkan Lee Jeno. Tapi separuhnya lagi merasa sangat khawatir. Dia terlalu takut akan menyakiti hati Jeno dan membuatnya kecewa kelak. Karena Jeno itu terlalu sempurna, dan hatinya sangat tulus.


sementara Sela??


Dia saja tidak yakin dengan perasaanya. Karena dia sudah lama tidak jatuh cinta, Sela mungkin sedikit lupa bagaimana rasanya.


"Kau tidak senang kan ada gadis lain yang menyentuhku?"


Kali ini Sela hanya mengangguk tapi dengan wajah berpaling.


"Itu tandanya kau cemburu. Dan artinya kau menyukaiku."


Lagi. Jeno harus memaksa Sela untuk menatapnya. Lelaki itu menahan tengkuk Sela saat dia bergerak mendekat.


Sela tau apa yang akan Jeno lakukan dan dia hanya diam saja ketika ujung bibir mereka sudah menempel.


Jarak ini sungguh menyusahkan, Jeno mengangkat tubuh Sela dan meletakkannya di atas pangkuannya ketika dia memulai *******-lumatannya.


Lelaki itu memperlakukannya dengan sangat hati-hati namun terasa seduktif bagi Sela.


Ketidakyakinan masih membayanginya dan membuat Sela menjadi pasif, tapi pergerakan bibir Jeno hari ini terasa begitu menggoda hingga Sela ikut larut dalam permainan ini. Gadis itu akhirnya menyerah dan mengikuti alur Jeno yang lambat.


Semakin lama ciuman itu menjadi semakin intens. Sela mengalungkan tangannya di leher Jeno dan mulai membimbangi lelaki itu.


Bukankah insting Jeno sangat luar biasa? Lelaki itu berciuman seperti seorang pro meskipun dia belum pernah melakukannya dengan gadis lain sebelumnya. Sela adalah gadis pertama yang pernah berciuman dengannya dan itu terasa luar biasa bagi Sela. Ciuman Jeno sangat memabukkan hingga Sela lupa kemana perginya kewarasannya.


Gadis itu bergerak gelisah dia atas Jeno dengan tangannya yang mengacak rambut belakang lelaki itu.


Jeno tidak siap. Dia sibuk menahan tubuh Sela agar tetap diam karena posisi ini cukup berbahaya untuknya.


Namun sayangnya Sela tidak mau menurut dan memaksa Jeno untuk mengakhiri ciuman itu.


"Jangan bergerak." Keluh Jeno sedikit frustasi.


Sela tidak menjawabnya, gadis itu memilih untuk meraih wajah Jeno dan memulai kembali kontak bibir mereka. Kali ini lebih panas hingga Jeno kuwalahan. Lelaki itu mulai terbakar gairahnya, terutama ketika Sela terus menekan miliknya yang menegang di bawah sana.


"ASTAGA JENO !!"


Kedua insan yang hampir lupa daratan itu menoleh seketika ke sumber suara. Dan menemukan Jessica dan Krystal yang berdiri dengan mata melotot di samping mobil.


Sialnya Jeno lupa tidak menutup pintu mobil tadi.


__ADS_1


__ADS_2