
"Dia akan meninggalkan Korea hari ini."
"Blokir semua penerbangan keluar Korea."
"Tidak." Mark Menyela ucapan Jeno.
"Terlalu riskan bagi Lucas untuk pergi dengan pesawat." Lanjut Mark.
"Maksudmu dia pergi menggunakan transportasi lain?" Jaemin menatap Mark serius.
"Target ketemu, dia tidak sedang di bandara atau pelabuhan tapi dia sedang di mall bersama Sela."
"APA??" Rahang Jeno mengeras seketika.
...🌱🌱🌱...
"Aku akan ke Hongkong sore ini."
"Benarkah ? Secepat itu ??" Sela menghentikan langkahnya. Mereka baru saja keluar dari gedung bioskop dan sedang jalan bersama melihat-lihat stand makanan.
"Iya."
"Kenapa?"
"Ya.. karena pekerjaanku disini sudah selesai, dan ada hal lain yang harus aku lakukan di Hongkong." Lucas awalnya tersenyum tapi senyuman itu tiba-tiba memudar seiring dengan langkahnya yang melambat.
Sela menoleh padanya untuk memastikan apakah Lucas masih berjalan di sampingnya atau tidak.
"Memangnya apa pekerjaanmu di Hongkong?"
Pertanyaan Sela tak bisa Lucas jawab. Tatapan lelaki itu tertuju pada satu titik yang berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Meskipun dalam penyamaran, Lucas bisa tau kalau sekumpulan polisi itu tengah mengawasinya sekarang.
"Lucas ?" Sela memperhatikan raut wajah Lucas yang berubah serius.
"Kenapa?" Tanya gadis itu lagi.
"Ikut aku." Lelaki itu menggeret Sela dengan langkah tergesa ke dalam keramaian sebuah toko pakaian.
Lelaki itu berhenti di antara rak pakaian dan menatap Sela dengan serius.
"Sela apa aku bisa mempercayaimu?"
Sela Mengedikkan bahunya.
"Apa maksudmu?"
"Kau datang kesini sendirian kan??"
Sela mengangguk.
"Tentu saja, kan kita sudah janjian nonton berdua."
__ADS_1
"Bagaimana dengan pacarmu?"
Sela memutar matanya sesaat, mencoba mengingat kapan terakhir kali dia berkirim pesan dengan Jeno.
"Aku belum menghubunginya hari ini."
Gelagat aneh Lucas tak membuat Sela curiga. Setidaknya itu pada awalnya. Sampai lelaki itu menelepon seseorang dan bicara dalam bahasa Mandarin itu membuat Sela sedikit waspada.
"Apa ada masalah?"
Wajah panik Lucas kembali tampak cerah. Dia menggeleng untuk membantah kecurigaan Sela.
" Ga ada. Ayo kita cari makan."
Sela mengangguk dengan semangat. Namun itu tidak membuat gadis itu menurunkan tingkat kewaspadaannya.
Bagaimanapun juga Jeno mencurigai Lucas, meskipun Sela ragu tapi gadis itu tetap harus waspada.
Perilaku Lucas tampak semakin aneh. Lelaki itu tidak seperti sedang mencari stand makanan melainkan hanya mengitari tempat-tempat itu.
Lucas seperti sedang bersembunyi dari sesuatu yang Sela tidak tau apa itu.
Sampai pada puncaknya kecurigaan Sela semakin menjadi ketika seorang pria menghampiri mereka.
Lucas tampaknya mengenali lelaki itu dan lagi-lagi Sela mendengar mereka bicara dalam bahasa Mandarin yang tak Sela mengerti.
"Ayo pergi Sela." Lucas tiba-tiba menarik tangan Sela dan mereka berlari ke arah lift. Lucas menekan tombol lift beberapa kali tapi pintu lift itu tak kunjung terbuka.
"BERHENTI !!!"
Sela terkejut. Sekumpulan polisi telah mengepung mereka. Dan salah satu dari mereka sangat dia kenal.
Lee Jeno ada disana. Dia salah satu yang memakai seragam pasukan khusus dan membawa senjata api Laras panjang.
Tatapan mereka bertemu. Tak ada senyuman atau sapaan yang terpatri dari wajah tampan lelaki itu, melainkan hanya wajah datar dengan tatapan dingin.
'apa dia marah lagi?'
Okey. Sela bisa memaklumi itu karena lagi-lagi dia menemui Lucas tanpa sepengetahuan Jeno. Tapi dalam pembelaannya gadis itu hanya akan mengucapkan salam perpisahannya pada Lucas dan menolak tawaran lelaki itu yang mengajaknya balikan. Sela hanya ingin meluruskan semuanya hari ini.
"Tidak ada waktu lagi." Kata Hendery. Lelaki itu berhasil menahan pintu lift yang terbuka.
Lucas tidak menajwab, dia menoleh pada Sela dan menanyai gadis itu dalam nada suara rendah.
"Kau mau ikut denganku atau....."
Sela menatap Lucas sesaat, lalu dia menatap Jeno. Kebimbangan menyelimutinya.
Dia masih belum percaya kalau Lucas adalah seorang penjahat, bisa saja tuduhan itu salah. Tapi jika tuduhan itu tak berdasar, bukankah agak berlebihan bagi para polisi ini melakukan penyergapan yang membuat heboh seisi mall?
Sela tidak punya pilihan lain. Dia ingin memastikannya sendiri. Dia akan bertanya langsung pada Lucas.
"Aku ikut denganmu."
__ADS_1
Pernyataan Sela itu membuat Jeno terkejut. Dia benar-benar tidak percaya Sela memilih mengikuti Lucas dari pada mempercayai dirinya.
Detik berikutnya Lucas menarik Sela masuk ke dalam lift. Dan saat itu juga tembakan secara random datang dari sekeliling mereka. Itu adalah para pengawal Lucas yang mengawalnya sejak awal. Tim kepolisian sedikit ceroboh kali ini karena tidak bisa mendeteksi keberadaan para pengawal Lucas.
Mendengar suara tembakan beruntun membuat Sela panik dan ketakuan.
"Lucas, sebenarnya apa yang kau lakukan di Korea??? Benarkah kau pembunuh yang mereka cari?"
"Menurutmu?"
Lucas menaikkan Hoodienya lalu merogoh pistolnya yang masih terbungkus holster.
Sela tentu terkejut dengan itu. Sekarang dia tau, kecurigaan Jeno memang benar adanya. Seseorang yang menyimpan senjata api pasti bukan orang biasa. Dia terlibat pembunuhan itu.
"Kenapa??"
Lucas mengecek kembali isi pelurunya. Dia melirik Sela lalu tersenyum miring. Lelaki itu berjalan mendekat dan sedikit memojokkan Sela.
"Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan wanita manapun apalagi sampai punya anak. Tapi denganmu..." Lucas menyeringai.
".... Itu berbeda. Aku tulus mencintaimu."
Lucas tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun. Senyuman yang bahkan sudah mengecoh semua orang termasuk Sela.
Gadis itu tentu saja terkejut dengan penuturan Lucas. Sela mendorong tubuh jangkung itu untuk mundur.
"Apa kau benar-benar Lucas yang kutemui di Inggris 4 tahun lalu?? Kenapa kau berubah?"
Lucas tertawa remeh.
"Aku tidak pernah berubah Sela sayang, aku hanya terlalu pintar menyimpan identitas ku sampai kau pun tak menyadarinya. "
"Lucas, ayo pergi." Hendery kembali bicara ketika pintu lift membawa mereka ke lantai atas Mall.
Tujuan mereka adalah balkon mall dan sudah ada helikopter yang menanti Lucas disana.
"Ikutlah denganku." Lucas melangkah keluar dan mengulurkan tangannya pada Sela.
"Tidak! Kau harus menyerahkan diri ke polisi."
"Sela.. kau mengkhianatiku hmm??"
Lucas akhirnya meraih paksa tangan Sela dan menyeret gadis itu keluar lift.
"Kau yang membohongiku Lucas!!"
"Ikut saja denganku, aku tidak akan menyakitimu. Akan kujamin kau lebih bahagia denganku daripada dengan pacarmu itu."
"LUCAS...!!! LUCAS HEY!! TURUNKAN AKU!!"
Lucas membopong paksa tubuh Sela. Lelaki itu berjalan cepat ke arah helikopter yang berada di atas gedung bersiap untuk terbang.
"Katakan selamat tinggal pada kekasihmu Sel, karena penembak jitu ku akan menghadiahinya sebongkah peluru yang akan menghujam jantungnya."
__ADS_1
"TIDAK !! LUCASSSS!!! TIDAAAK !!!"
BERSAMBUNG....