
Rasa sakit yang menghancurkan perasaanku membuatku limbung tak ada yang tau Aku jatuh sakit, entahlah Aku sangat rapuh jika itu berurusan dengan Rama. Jika orang lain bertanya kenapa bisa begitu? apa yang membuat Aku begitu menyayanginya? Bahkan jawaban untuk diriku sendiri pun Aku tak memilikinya.
Terkadang Aku ingin membebaskan diriku dalam bersikap namun Aku tak mampu mengalahkan rasaku sendiri. ***Aku mencintainya
°°°°°°
Rama meminta ijin off beberapa waktu dari semua kegiatan forum, Aku menyutujuinya dan memberi waktu agar Rama bisa tenang dalam menghadapi masalah yang ditimbulkan olehnya sendiri dan Wulan.
Namun dalam kenyataannya Rama tidak benar-benar menghilang. Dia selalu aktif menghubungiku dan berbagi keluh kesah denganku.
Kembali Aku berusaha mengembalikan semangat dan kepercayaan dirinya. Aku paling faham sifat dan sikap Rama saat dia down maka pergi menjauh pilihannya karna Rama tidak bisa berfikir jernih pada saat begitu, tak ada bedanya ketika Dia marah, ketika marah Rama akan menjadi pribadi berbeda dan itu mengerikan. Orang lain yang menerima amarahnya akan merasa sakit hati namun Aku,, Aku terlalu kenyang akan marahnya hingga Aku bisa membentengi hatiku dengan kuat agar tak membuatnya goyah ketika Rama mengamuk,
" Yank, malu rasanya Aku padamu. Setelah apa yang Aku perbuat mengapa kamu masih mau berada disisiku?." Pertanyaan Rama membuat Aku sendiri bingung.
" Tidak tau Yank, Aku hanya tau kalau Aku menyayangimu." Serra
" Tapi Aku selalu menyakitimu dengan kelakuanku, Kamu boleh pergi kalau Kamu jijik denganku." Rama
" Sudah lah untuk sekarang jangan fikirkan tentang Aku, hatiku ataupun rasaku. Fokuslah Yank untuk menyelesaikan semua keonaran yang dibuat Wulan." Serra
" Huuft Aku tidak tau seandainya Kamu tak ada, Aku harus bertukar pikiran dengan siapa? makasih ya Sayank Kamu terbaik." Rama
Jangan dikira semua sandiwara dan drama lakon yang diperankan Wulan berakhir, setelah peringatanku pun Dia masih berlanjut bahkan Rama sempat mengirimkan hasil chat pribadi mereka padaku sebagai bukti kalau Rama sudah menyelesaikan semua dengan Dia. Namun tidak dengan Wulan yang kekeh untuk tetap menginginkan bersama.
" Wulan Aku sudah pernah menyakiti Serra, Aku tidak mau membuatnya kecewa lagi. Aku minta kamu mengerti."
Hatiku menghangat membaca chat pribadi yang dikirim Rama untuk Wulan. Baru sekarang Aku merasa disayang jujur saja walau kata sayang, cinta kangen dan rindu sering terucap namun dalam hatiku terkadang meragu untuk mengartikan rasanya, apakah rasa itu sama dengan yang Aku rasakan?
Aku minder dengan diriku sendiri, Aku sadar atas keadaanku. Rama terlalu tinggi untuk ku raih. Tapi sayang ini nyata, cinta ini ada dan Aku tidak mampu untuk menolaknya.
Mungkin benar kata orang kalau cinta itu buta, tidak mengenal waktu dan tempat serta dalam keadaan yang tidak sesuai pula. Namun cinta ini ada bersemayam dihatiku tanpa mau berlalu.
°°°°
Forum menyenyeh
" Pagi semua" LAla
" Pagi juga La, pagi yang lain nya." Dinda
" Lah tumben pada ngumpul pagi-pagi ada apaan ini?." Ratih
__ADS_1
" Gak tau tiba-tiba ada notifikasi suruh berkumpul." Yanti
" Siapa yang beri komando?." Ratih
" Serra tadi pagi kirim pesan random, nyuruh kumpul kita disini. Karna apa dan prihal apa Aku gak tau." Yanti
" Ada kejadian kah akhir-akhir ini yang terlewat? kok Aku jadi buntu gini ya." Ratih
" Khusus RK aman lah selama Serra pegang lumayan sedikit goncangan bisa teratasi." Dinda
" Bener terkadang Aku bingung Serra itu dapat dari mana info dan juga bisa ya Dia berfikir cepat cara mengatasinya?." Ratih
" Asupan gizinya weh, Serra pernah hidup diluar negri jadi makan Roti nah kita singkong aja yang masuk beda jauh lah." Dinda
" Masih pagi udah pada ngibah, ngibahin Aku pula. Gak ada kerjaan Kalian?." Serra
" Wkwkwk..ini bukan ngibah Serr, tapi bicara kalau ngibah itu dibelakang biar orangnya tidak tau." Dinda
" Terserahlah apa namanya yang jelas jangan banyak-banyak nanti muntah." Serra
" Jorok lah Kau ser." Dinda
" Dih yang jorok siapa? muntah karna kebanyakan ngibah hal yang belum tentu bener, lah mikirmu kejauhan kali Din." Serra
" Kamu gak lagi ngigau kan Rat?." Dinda
" Ngigau kenapa lagi Aku?." Ratih
" Nah kamu bilang Serra kembali emang Dia kemana? gak ada laporan Dia mau pergi kan." Dinda
" Sudahlah debat aja kalian, siap kagak nih ada tugas dadakan." Serra
Debat kecil diantara tim khusus sudah biasa namun kalau tidak dihentikan akan menjalar kemana-mana nanti.
" Tugas apaan lagi Ser?." Dinda
" Ada wacana dari Dekan dan Rektor, tim elang akan ditutup dan diganti ke tim garuda yang milik Dekan sendiri. Aku perlu orang untuk mantau pergerakan mahasiswa aktif, karna disana nanti akan diadakan banyak kegiatan." Serra
" Tentukan konsep Kita jalan bareng saja, kalau berpencar Kita akan kesulitan menangani." Ratih
" Ok teman-teman yang jalan ya. Untuk sementara Aku ada tugas lain menanti." Serra
__ADS_1
" Siap lah, nanti kita gerak bersama dan hasilnya kita runding lagi. Nah kalau sudah sepakat baru ambil keputusan dan lapor Rektor." Dinda
Perekrutan anggota baru untuk forum baru juga, tugas itu muda namun Aku tidak bisa mengembannya sendiri. Bukan tidak mau ataupun tidak mampu tapi Ramaku lebih penting dari itu semua untuk saat ini. Rama membutuhkanku untuk mengembalikan kepercayaan dirinya yang sempat jatuh, dan Aku tidak akan meninggalkannya.
°°°°°
" Mamy gimana keadaanmu?." Danny
" Baik Dan, kenapa?" Serra
" Bukannya mamy sakit ya kemarin?" Danny
Astaga ini anak tau dari mana pula Aku sakit, padahal tidak seorang pun tau kondisiku yang drop karna kasus Wulan dan Rama.
" Sakit? siapa yang sakit Dan? mamy baik-baik saja." Serra
" Benarkah? Mamy tidak sedang membohongi Danny kan Mam?." Danny
" Buat apa Mamy bohong, buktinya Mamy sehat ini." Serra
Maaf kan untuk semua kebohongan yang telah Aku lakukan belakangan ini. Tuhan Engkau paling tau alasan kenapa Aku harus sembunyikan keadaanku, Aku tidak mau menjadi beban pikiran orang-orang yang menyayangiku.
" Mam, Papi gimana? masalahnya sudah beres belum sama Ratu drama?." Danny
" Hust Kamu ini tidak boleh begitu, ingat jangan sampai Kamu memanggilnya ratu drama diluaran sana. Kalau sampai Mamy denger Mamy marahin Kamu." Serra
" Ya elah Mamy terlalu baik sih, Dia sudah mau merebut Papi masih juga dibelain. Padahal nih kalau diijinkan Danny mau bully Dia sampai tidak bisa bicara lagi biar kapok." Danny
" Gak ada ijin, apa-apa'an Kamu. Dan Mamy bukan sok baik tapi coba Danny menempatkan diri diposisi Wulan bagaimana perasaan Danny jika dibully?." Serra
" Itu kesalahan Dia mam, kenapa mau jadi pengganggu." Danny
" Mamy tidak mau debat, yang Mamy mau kalian semua teman-teman Mamy dan juga Kamu tidak ikut campur masalah ini. Biar Mamy, Papi dan Wulan yang selesaikan semua. Mau janji sama Mamy Kamu gk akan ikut campur Dan." Serra
Terpaksa Aku melakukan ini, Aku sangat tau sifat danny yang bebas. Bahaya kalau Aku memberinya ijin, Aku tidak mau timbul masalah baru lagi nantinya.
°°°°
☆ ***Temanku sahabatku, cintaku hanya Aku yang tau.
TBC Genk's
__ADS_1
° Mohon dukungannya Like komen rate ☆5 dan favourite
° Makasih dan love you all***