
" Kamu memata-mataiku Yank?" Ucap Rama pagi ini
" Kenapa Kamu berpikir begitu? ada yang aneh?."
" Kenapa Kamu tidak bisa percaya padaku Yank, Aku tidak akan lagi menyakiti hatimu."
" Kalau begitu tidak usah takut dengan mereka, abaikan dan anggap mereka tidak pernah ada."
Aku tau Rama kesal, tapi Aku adalah Serra yang mesti tidak Aku suruh akan ada orang-orang yang melapor padaku tentang hal-hal yang dianggap ada hubungannya denganku. Apalagi tentang Dia.
" Dan, Kamu lapor sama mamy ya kalau papi ngamen diJb? Rama tidak puas dengan jawabanku rupanya.
" Emang Papi nyanyi? lah Dany kan off papi,mana mungkin tau apalagi lapor, eh Papi nyanyi uhuy mau denger suara Papi juga ah." Dani berlonjak kegirangan
" Oh bukan Kamu ya Dan? siapa dong ya. Kok bisa Serra tau Aku nyanyi beberapa hari ini."
" Papi meragukan Mamy? Papi lupa bagaimana Mamy? tanpa Dia mau pun akan banyak laporan masuk ke Mamy Pi, Papi jangan lupakan kuasa Mamy. Bahkan banyak yang takut hanya dengan mendengar nama Mamy." Dani membanggakanku, emang dasar ya itu anak nakal
" Iya bener juga, Mamy mu menakutkan Dan. Kadang Aku tidak mengenalinya." Rama
" Mamy bisa berubah kapanpun Pi, jangan menyakitinya. Dia memang kuat dan tangguh tapi lemah didalam."
" Maksudnya gimana Dan, kok Papi gak faham?." Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Dasar gak peka, sudah ah Papi pikir sendiri aja."
" La ini anak malah ninggalin." Omel Rama yang masih bisa didengar Dany
"Dasar cowok gak peka, huu kalau bukan karna Mamy yang larang udah Aku amuk Dia, masih saja tidak nyadar." gerutu Dany dalam hati.
°°°°***
" Pagi Kak, laporan sudah siap Kak." Buka mata chat ini yang aku baca
" Chat pribadi ya, jangan ada yang tau lainnya!!." Aku hanya ingin memastikan orang-orangku bisa dipercaya
Namaku tidak boleh tercemar dengan cara apapun karna nama besar Rektor yang Aku bawa.
Seperti masalah yang ditimbulkan Wulan beberapa waktu lalu, Aku menyuruh anak-anak untuk membersihkannya hingga berita dan cerita itu menguap bagai angin.
" Nad, ada info apa yang Kamu dapat?"
" Bentar, baru Aku mau chat Kamu eh sudah chat duluan."
" Ckckc Kamu meragukan feelingku ya Nad?."
__ADS_1
" Mana ada yang bisa nandingi Kamu soal itu Ser."
" Dimana ini chat pribadi apa ketempat rahasia ini?"
" Pribadi Gue gak mau masalah pribadi jadi konsumsi publick setidaknya sebelum berita itu viral."
" Ok bentar Gue salin semua dulu. Sabar ok nyonya Rama."
" Gak pakai lama Nad, Gue tumggu."
" Sip Nyonya 5 menit lagi ya."
Nadya teman koplakku, Kami berempat pernah terlibat suatu proyek besar yang membuat Kami bisa bersatu. Tidak tau mengapa pemimpin selalu saja Aku yang pegang. Entah karna Aku yang suka ngatur, galak dan pemarah atau karna memang mereka yang malas mikir.
Proyek itu pun sukses besar sampai menghasilkan. Satu tahun sebelumnya Aku mendapatkan sebuah hadiah markas besar yang Aku gunakan sebagai markas rahasia jika berkumpul dengan para tim ku, minus tim RK tentunya, karna masa itu Aku masih memegang banyak forum dan tim RK kebetulan punya markas tersendiri.
°°°°°
Ratih
" Sore Serr, gimana kabarmu hari ini?"
" Baik Rat, Kamu kenapa tumbenan formal begini? pasti ada yang mau dikatakan ya."
" Hahaha Kamu tau aja Ser, Aku mau minta tolong nih sama Kamu, tapi kalau Kamu gak keberatan juga sih Serr."
" Dua akunku tanpa sengaja terblock dan tidak bisa masuk lagi karna Aku lupa semua sandinya."
" Lah terus gimana aku mau cek juga Rat, gak faham Aku juga soal itu."
" Gimana ya Ser."
" Kirim data akun Kamu yang hilang ya, coba nanti Aku minta bantuan Rektor buat tangani ya. Semoga aja bisa Rat."
" Aamiin, makasih ya Serr."
" Makasih buat apaan? bantu aja belum udah main makasih aja ."
Huuft Aku korbankan dua akunku agar Kamu punya kesibukan Ser, Aku tau Kamu sedang ada masalah lagi saat ini. Tapi Aku salut, karna Kamu kuat menghadapinya.
" Banyak isi nya ya Rat?" Ku kedipkan mata menggoda Ratih
" Cukup buat traktir kamu beli balon cinta nanti malam"
" Asyik, eh tapi aku sudah dapat balon cintaan dari Rektor lo. Ehmm bebas aja deh kamu mau kasih apa Rat wkwkw."
__ADS_1
" Kamu mah butuhnya cinta Ser, bukan cintaan haha"
" Sudah ada dia Rat, aku tidak butuh cinta yang lain lagi."
" Yakin nih?"
" Yakin lah aku, kalau tidak yakin bisa berabe nanti dunia mahabarata".
" Haa, kenapa jadi mahabarata sih. Gak nyambung kan."
" Dunia mahabarata versi ku elah, dunia maha benar karna cinta."
Aku dan Ratih tertawa lepas, seolah tidak ada beban lagi yang kami hadapi.
****
" Pangeran, kamu baik-baik saja kan?"
" Ya Queen, aku baik kenapa memangnya?"
" Balik nanya ih, yank ada apa? kamu lagi dalam masalah kah kok rasanya aneh."
" Aneh gimana sih? aku masih orang yang sama yank, masih milikmu masih pangeranmu."
" Benarkah? tapi feelingku kok merasa aneh ya yank, emm kamu gak nakal lagi kan yank?"
" Percayalah queen, aku milikmu ok. Cukuplah percaya padaku jangan lagi percaya sama orang lain yang ingin menghancurkan kita."
" Aku percaya kok yank, selalu percaya. Love you."
" Love you too Queen😘"
Aku tersenyum, tiap kali begini hatiku menghangat. Entahlah kenapa aku lemah olehnya. Terkadang hal yang biasa bagi orang lain menjadi hal yang luar biasa saat Rama yang melakukannya.
Seperti malam ini saat dia bercerita tentang seseorang yang membelikan bahkan menemaninya makan nasi goreng, Aku bisa tersenyum walau sedikit nyeri kurasakan " Andai aku yang disana" konyol bukan.
Kembali aku tenggelam pada laporan yang baru dikirim Nadya. Di si Selvia dari bulan biru punya ayah dan mama angkat. Kecek satu persatu datanya, mengerutkan dahi aku membaca laporan umur eh tante-tante tapi kok?" seribu tanya mengukir indah tanpa mampu dicernah lagi.
Laporan lain dari orang-orangku pun tak luput dari pengamatanku. Ada beberapa kesamaan namun ada yg berbeda lagi di umur ini relatif muda dari laporan Nadya.
Dalam laporan juga terlihat kalau selvia ini loyal dan suka sekali bertaruh demi cowok, eh kembali aku mengerutkan dahi. Segitunya karna cowok? tapi bukankah aku juga begitu namun beda cara. Aku lebih rela mengorbankan perasaan dan juga rasaku demi Rama ku, walau ku tau banyak yang mencemoohku karna hal itu.
Bodoh!! hal yang paling sering aku dengar terutama dari teman-temanku. Tapi ini lah cintaku segimana mereka mengolokku tak akan pernah mampu merubah rasaku.
" Apa mungkin Rama termasuk salah satu cowok incarannya?"
__ADS_1
TO BE CONTINUE
*******